Bercerita Lebih Jujur Dengan Membuka Mata

18.01


Saya sungguh tergerak ketika melihat film dokumenter ini. Sederhana tapi sangat dalam maknanya.



Mengingatkan kembali kepada saya akan kisah kisah sederhana yang luput dari pandangan namun ketika dipikirkan lagi punya makna yang sangat dalam. Kita orang kota punya standar yang kadang terlalu tinggi untuk mengukur kebahagiaan, sampai kadang kita lupa kalau sesederhana bisa membuka mata di pagi hari, melihat kembali kehidupan yang berjalan ini adalah sebuah previledge besar yang kadang tidak kita anggap.

Terimakasih teh Nia Dinata dan 9 anak muda Indonesia yang membuat film yang hanya  berdurasi 3 menit ini menjadi sangat sarat makna. Mungkin karena pembuatannya yang menggunakan fitur Snapchat Spectales yang membuat sudut pandang film ini begitu jujur. Sejujur apa yang terlihat.

Saya termasuk yang beruntung menjadi oang-orang yang pertama kali menonton film pendek ini ketika diluncurkan pada 12 maret lalu. Insto dan Nia Dinata berkolaborasi dengan 9 anakk muda mempersembahkan film mini dokumenter pertama di Indonesia menggunakan Fitur Snapchat Spectacles bertajuk "Buka Mata, Buka Cerita"



Kayak apa sih snapchat Spectacle ini? saya juga baru tau pas coba di acara ini. hahaha
jadi ini adalah semacam gadget, bebentuk kacamata yang punya fitur merekam apa yang kita lihat. jadi gak heran kalo feel dari film pendek ini terasa sangat jujur dan "kena" di saya. 



Bagian yang paling saya suka dari film ini adalah cerita tentang si Bapak pemungut sampah. terasa sangat ditampar deh selama ini saya merasa kurang banget mengapresiasi orang-orang seperti mereka. padahal tanpa jasa mereka hidup saya nggak akan senyaman ini. 

Melalui film ini saya kembali diingatkan, Don’t take everything for granted. Bagaimana saya harus bersyukur dengan indera yang saya punya. Bagaimana saya harus lebih sayang untuk menjaga mata, indera yang bekerja keras memberikan saya pandangan paling indah tentang dunia.

terimakasih Insto, terimakasih teh Nia, terimakasih hai 9 Sineas muda. dengan sentuhan kecil dari kalian saya kembali menghargai mata, jendela dunia yang saya punya. 

@noninadia 


Catatan Duka

11.05



Dealing with loss and heartbreak were never be easy, never will.

Setelah beberapa bulan lalu kami ditinggal Papa, untuk saya Papa mertua, beberapa hari lalu kami ditinggal mami, ibu saya. Beliau meninggalkan kami semua setelah sakit dan menua beberapa bulan lamanya.

Tidak ada yang mudah dari berduka. Banyak hal yang rasanya perlu diperbaiki dari hubungan kami, bagaimana kami selalu berselisih paham. Bagaimana kami selalu bersebrangan pendapat dan bagaimana saya menyesal cuma punya sedikit waktu untuk berdamai dengan beliau.

Kelihatannya, kehilangan orangtua setelah kamu dewasa akan lebih mudah dibandingkan kehilangan ketika kamu masi kecil belum bisa apa-apa, setelah dewasa seolah kamu sudah bisa bertahan sendiri, bisa cari nafkah sendiri, bisa berbagi  dengan keluarga kecilmu sendiri. 

Ternyata saya salah. Kehilangan ini tetap meninggalkan lubang di hati kami, belum ada yang bisa menyembuhkannya selain waktu yang berangsur membuat kami lebih tegar,  agar tidak menangis saat membicarakan kehilangan kami. Agar tidak tersedu-sedu membicarakan penyesalan kami. Iya, Cuma sampai situ.

Malam ini ketegaran kami kembali diuji, saat itu, kami menerima kabar bahwa adik bungsu kami akhirnya lulus sidang sarjana, mungkin menjadi simbol titik akhir Mama (mertua) saya berjuang untuk meneruskan tugas Papa yang belum usai, mengantar adik bungsu kami menjadi sarjana.

Saat sidang kemarin, adik bungsu kami memakai jas Papa, memakai sepatu Papa, mungkin semata mata agar ia bisa merasakan didampingi oleh Papa. Kami menangis melihatnya, walau hanya dari jauh. Papa pasti bangga dek :’)

Malam itu kami kembali berbincang tentang penyesalan, suami saya bilang diawal masa sakitnya Papa pernah minta dibelikan sepatu baru, tapi tidak sempat dibeli karena Papa terus menerus terbaring di rumah sakit. Penyesalan kembali datang, kenapa ya nggak aku belikan saja, gak usah nungguin Papa bangun dan bawa beliau ke mall.

Hal-hal kecil yang sebenarnya bisa kita perbaiki dengan mudah kadang menjadi sulit ketika masanya sudah lewat dan gak bisa kita apa-apakan lagi.

Tulisan ini mudah-mudahan bisa jadi pengingat untuk saya, don’t take your loved one for granted. Semasa orangtua masih ada, habiskanlah waktu yang tersisa bersama mereka, senangkan mereka, setelah saya pikir-pikir, gak butuh materi atau uang yang banyak sekali kok untuk buat orangtua tersenyum. Kadang mereka lebih mengapresiasi hal-hal kecil yang kita lakukan dengan tulus.  

Have a nice weekend :-)

With love
Nadia


Pelajaran hidup dari Film "The Greatest Showman"

11.28


Review kecil ini saya tulis setelah 3 hari lalu menonton film musikal terkeren abad ini menurut saya: "The Greatest Showman" Efek susah move on yang ditinggalkan ternyata sedahsyat ini :') 

Siapkan hati gembira anak kecil dalam jiwa kamu untuk 100 menit paling menghibur yang akan pernah kamu alami, rasanya sama ketika nadia kecil umur 5 tahun diajak ke pertunjukan sirkus untuk pertama kalinya. Kalo nonton opening scene orang-orang menari di film La la land saja udah bikin pingin ikutan berdansa, jangan bayangkan godaan dari The Greatest Showman ini, seandainya bioskop gak cukup tertib dan bisa berubah jadi areal konser ekstasi yang diberikan mungkin akan sama jumlahnya seperti menonton konser Coldplay! 

Dari adegan pembuka sudah bikin sesak napas, gabungan sinematografi super indah, adegan menyentuh ketika PT. Barnum kecil ditinggal ayahnya, hidup menderita, bertahan dengan mencuri roti sampai dengan hari ketika dewasa membawa pergi pujaan hatinya. Musikalitas Surga. YES, I am sold! 


Coba ini ditonton dulu ..


The Greatest Showman adalah cerita sederhana tentang celebrating humanity, bagaimanapun rupamu, apapun golonganmu, kamu berhak berbahagia dan bergembira disini! 

Pelajaran dan kesimpulan suka-suka yang dapat saya simpulkan setelah menonton film ini: 

1. Cinta sejati memang harus diperjuangkan, 

Charity Banum adalah anak gadis seorang bangsawan ketika PT Barnum si anak tukang jahit miskin bertemu pertama kali dikala mereka masih kecil, emang dasar si Barnum ini anaknya kekeuh, udah digampar Bapaknya si Charity juga tetep aja si Charity dipepet terus :)) sampai harinya tiba beberapa dekade kemudian si Barnum membawa Charity keluar dari istana orangtuanya. 

Terharu yaaa..  
jangan dulu, manisnya belum selesai.. ketika hidup mereka tidak cukup makmur Barnum bolak balik bilang ke Charity:

"This is not life I promised to you, not even close...  I Promised you life full of Magic, full of wonder.." 
....
TOLONG ITU GAK ADA YG MAU BILANGIN AGUNG HARSYA BIAR BELAJAR SAMA SI BARNUM?! AKU PENGEN JADI NYONYA DIREKTUR ATUHLAAAA.. 

terus emang dasar ini si mbak Charity berhati dan berkelakuan Malaikat. 
DIA GAK MINTA UANG BELANJA LEBIHAN BUAT BELI SKII TUH!, Charity tetap tegar mendampingi, tetap yakin dengan segala impian Barnum akan sirkus yang menghibur, walau yang paling aneh sekalipun. Ibu peri banget deh pokoknya, tipe istri yang harus lebih banyak di kembangbiakan mah ini. 

Are they the sweetest or what?

Lain lagi  cerita Philips Carlyle (Zac Efron) dan Anne wheeler (Zendaya), mereka yang jatuh cinta tapi beda kasta. salah satu scene steeler film ini adalah ketika mereka menyanyikan lagu Re-write the stars sambil akrobat di Trapeze




Ngeliatnya sih takut kecengklak :)) 


adegan Philips ketemu Anne ini bolak balik berputar di otak saya, terlalu cantik dengan efek slow-mo 

Begitulah kalau sudah cinta, segala perjuangan dilakukan, Philips rela jadi gak dianggap sama keluarga nya yang berada, dicoret dari daftar warisan, gak punya tempat lagi di kalangan sosialita kota New York. semua demi cinta, cinta pada pekerjaannya dan cinta pada pujaan hatinya. 

katanya: untuk eneng abang rela :') 

Tolong ini kisahnya manis semua, kalian gak takut diabetes? 

2. Menjadi berbeda memang sulit, but keep your chin up! 
Sirkus PT Barnum berisi orang-orang yang sebelumnya terpinggirkan, tidak dianggap, tidak diakui bahkan oleh keluarga terdekat mereka. Yes people du judging by the appreareance, gak 100% salah juga. Disini mereka bisa jadi diri mereka sendiri, dan menemukan hal beguna dalam hidup: menghibur orang-orang. membuat tawa dan membuat penonton berdansa gembira. 

disini saya jadi semakin meneguhkan hati untuk belajar, jika memang saya tidak cukup beruntung bukan menjadi orang yang secara fisik berbeda, Cukup dengan tidak memandang rendah, mengucilkan dan memperlakukan mereka dengan tidak adil. Just be kind, they're all human after all :) 

3. Berjuang untuk hidup memang harus keras kepala. 
PT Barnum adalah anak penjahit miskin, ia masih amat kecil ketika ayahnya meninggal, dia berjuang untuk hidup, menjadi pegawai yang membosankan yang terjebak dengan rutinitas, sampai tiba pada hari ia membuka sirkus Barnum dan hanya 3 tiket yang terjual (yang beli Istri dan kedua anaknya)  dan sampai pada hari ia memetik hasilnya, perjuangannya tidak pernah berhenti dengan mimpi tidak pernah padam. 

jadi Nadia, 
kalo Barnum aja berjuang segitunya, masa kamu dimarahin bos sekali aja udah mau resign? 

4. PENTING UNTUK DIINGAT: Rejeki Suami adalah hasil dari Ridho Istri
*brb* pasang jilbab mama Dedeh. 

hahahahahahahaha...
tonton aja filmnya 


Saya perlu kasih disclaimer ya kalo saya bukan kritikus film profesional, jadi ya saya akan tulis apa yang terlintas di otak saya yang super riuh ini. tapi, saya nggak akan mampu menulis sepanjang ini jika film ini gak meninggalkan kesan mendalam di hati saya. 
Film ini adalah jenis film yang bikin kamu lebih bahagia ketika selesai menontonnya. salah satu film yang bikin kamu ingin menari dan bersenandung :')

saya berencana nonton lagi weekend besok. yuk ikut? 


@noninadia out