Bayi Perlu ke Dokter Gigi?

16.18



Kalau ada bagian paling rewel dari badan saya sudah pasti itu adalah tulang belulang dan gigi. Mungkin ini efek ketika saya masih kecil kurang konsumsi kalsium dan minum terlalu banyak antibiotik, jadi gigi saya jeleeekk banget. Literally jelek, mulai dari susunannya yang tumpuk-tumpukan bak masalah hidup, karies dan bolong-bolong serta warna nya yang gak putih cemerlang.

Belum lagi masalah si geraham bungsu yang well, anak bungsu tuh emang biang onar dan selalu nuntut perhatian ya? Ampun dah! Berapa kali tuh saya operasi geraham bungsu. Ngadepinnya sekarang sih udah woles dan santai padahal mah ngeri pisan ngebayangin gigi sehat kuat perkasa dicabut paksa.

Jadi, jujur aja expenses buat dokter gigi lebih besar dibandingin medical expenses lainnya. Nah, dari situ saya belajar kalo nanti saya akan berusaha biar Arwen sejak se awal mungkin giginya dirawat dengan benar, jadi di masa depan dia gak usah repot kayak saya gini.


Beruntung banget, Arwen saya ikutkan di Daycare yang programnya sangat peduli dengan tumbuh kembang anak, salah satu program yang bikin saya ingin nangis terharu adalah program 6 bulanan  pemeriksaan gigi. Ngertiin banget  yekan emak-emak sibuk macam kita gini suka nggak sempet bawa anak ke dokter gigi. Yang sebenernya paling cuma setahun 2 kali itu. Pasti kerja di NASA ya buk, sampe gak sempet bawa anaknya periksa gigi. Ehe ehe  ehe

duh, mana bu dokter meni bageur, bisa banget pdkt sama anak-anak dan bikin situasi kondusif sehingga bisa bikin anak-anak pitik ini mau buka mulut biar giginya diperiksa, bayangin bikin anak 3 tahun untuk buka mulut masukin makanan aja kadang susah, ini lagi membujuk anak untuk buka mulut diperiksa giginya. Sakti! 




Yang Minta bocoran ini Drg. Ferty Dwi Ekasari, Praktek di Apotek Quality Caman Raya No. 23 B Jatibening bekasi. bisa banget kalo janjian silakan hubungi nomer 0812-1314-0886

Selain telaten memeriksa gigi anak-anak dan bayi di Pepito Daycre, drg Ferty juga mengajarkan ke anak-anak serta nanny yang mengasuh, gimana sih teknik sikat gigi yang baik dan benar, langsung sambil praktek. ciamiks deh pokoknya. 



nah, dibawah ini saya rangkum hasil dari diskusi dang ngobrol-ngobrol dengan dokter gigi barangkali bisa jadi insight berguna buat bukibuk sekalian. silakan disimak.. 

Q: Perawatan gigi sehari-hari untuk bayi dan balita tuh seperti apa sih?
Konsep utamanya adalah menjaga agar rongga mulut dan gigi selalu bersih. Sejak usia bayi perawatan mulut dianjurkan untuk menyikat lembut gusi dan lidah bayi dengan kain kasa,  setelah gigi muncul sah aja untuk memperkenalkan anak dengan sikat gigi bergagang, tapi ibu bisa tetap membantu membersihkan gigi dan lidah bayi dengan sikat jari silikon. Kayak gambar dibawah ini ya:

Pasta gigi bisa dipakai sejak anak umur 6 bulan, biasanya pasta gigi bayi sudah di formulasikan khusus dan aman jika tertelan.

Q: Idealnya, sejak umur berapa sih, anak dibawa dan diperiksa ke dokter gigi?
Idealnya sejak anak tumbuh gigi pertamanya, fungsi nya lebih sebagai “kenalan” agar mental si anak itu nerima kalau “gak nakutin lho ke dokter gigi itu nak”. nah jika anak sudah terbiasa melihat dan mengalami atmosfer di dokter gigi maka akan lebih mudah bagi si dokter gigi untuk melakukan pemeriksaan maupun tindakan jika diperlukan.
Pokoknya, semakin dini memulai semakin baik, dan jangan tunggu anak sakit gigi dulu ya baru ke dokter gigi.


 Q: Kalau bawa anak periksa ke dokter gigi harusnya ke dokter gigi mana aja atau HARUS dokter gigi spesialis anak sih?

Memang beda ya dokter gigi anak dan dewasa? Jelas. Anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat dinamis secara biopsikososial dan bukan miniatur orang dewas, sehingga perlu perlakuaan khusus. Gigi anak berbeda-beda dalam pertumbuhannya ada periode gigi susu, campuran dan gigi tetap. Dalam masing-masing fase tersebut pendekatannya pun masing-masing berbeda. Lebih khusus lagi spesialis gigi anal juga menangani anak dengan kebutuhan khusus maupun yang bisa berkomunikasi ataupun tidak.
Jadi beda antara dokter gigi dengan dokter gigi spesialis anak pada prakteknya lebih kepada approach dan komunikasinya juga.

Tapi berdasarkan pengalaman saya,  jika hanya untuk pemeriksaan rutin, gakpapa kok kalau mau datang ke dokter gigi bukan spesialis anak. Arwen beberapa kali saya ajak periksa ke dokter gigi langganan saya yang spesialis Ortodonti.

Q: Apa sih Tindakan yang biasanya dilakukan oleh dokter gigi pada pemeriksaan anak bayi/balita
Gigi anak-anak karena kadar kalsium nya belum se kuat orang dewasa  terutama butuh perlindungan supaya tidak berkaries dan berpotensi menjadi gigi berlubang. Nah biasanya jika kontrol ke dokter gigi setelah dilakukan pemeriksaan jika dinilai perlu dokter gigi akan membersihkan karies memberikan aplikasi flour untuk melindungi gigi dari kerusakan.
Bentuknya pasta seperti membersihkan dengan pasta gigi biasa, tapi pengaplikasiannya hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi, In aman kok untuk anak usia dibawah 2 tahun.

Q: Dok, kalau gigi anak terlanjur berlubang dan butuh perawatan, apakah treatment nya sama seperti orang dewasa? Di bor gitu? Nakutin nggak sih?
Dibawah usia 5 tahun, anak mau buka mulut ketika diperiksa dokter gigi tuh udah bagus banget, akan lebih bagus lagi jika ketika perawatan gigi berlubang dia mau di tindak dengan bor, tapi biasanya pasien anak pastinya udah keburu takut, jadi kami bisa akali dengan alat manual yang namanya ekskavator, jadi lubang di gigi bisa ditanggulangi tanpa bikin anak takut.


Jadi disini ditekankan lagi betapa pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut anak dengan menyikat rutin gigi minimal 2x sehari, menghindari makanan yang terlalu manis dan rutin melakukan pemeriksaan gigi minimal 6 bulan sekali. Mendingan jangan percaya deh dengan ungkapan lebih baik sakit gigi daripada sakit hati.

Saya sih gak mau dua-duanya!

Pulang dari pemeriksaan dokter gigi Arwen dapet oleh-oleh sticker dan Kalender 21 hari pengingat untuk sikat gigi pagi dan malam, saya tempel ini di dinding kamar mandi disebelah wastafel kami menyikat gigi. Membantu banget untuk gak skip menyikat gigi dan bikin acara sikat menyikat ini lebih fun.
Terimakasih ya bu Dokter Gigi.. sampai jumpa 6 bulan lagi.

@noninadia Out


You Might Also Like

0 comments