Tips Berfaedah untuk Jalan-Jalan di Bali

13.37


Selalu menarik kembali ke Bali, destinasi wisata paling mainstream di Indonesia yang sepertinya yang akan ada habisnya untuk di explore, selalu ada tempat cantik untuk dikunjungi, selalu ada kafe-kafe lucu untuk mnghabiskan waktu santai, selalu ada aroma dupa yang bikin kangen dihirup lagi. selalu ada makanan enak untuk dicoba lagi, lagi dan lagi.

Dibawah ini catatan saya dari kunjungan terakhir ke Bali minggu lalu dalam rangka jadi pelari rekreasi di bali maratho 2017, tentang hal ini akan saya tulis di post terpisah ya. beberapa tips yang akan saya bagi ada dibawah ini: 


Naik taksi online dari Bandara Ngurah Rai.

Ketika mendarat di bandara Ngurah Rai, males banget dong kena "tembak" harga taksi bandara yang harganya fantastis itu. Saya menginap di area Seminyak, kira-kira 10km jaraknya dari bandara, untuk jarak sedekat itu kalau naik taksi bandara charge nya 125 ribu sampai dengan 150 ribu. kan mendingan lari ya (GAAAAK..)

Sementara kalau naik taksi online di app nya saya cek paling range harga nya sekitar 50-70 ribu tergantung lalu lintas saat itu, lumayan banget kan bedanya. Tapi karena masih ada penolakan dari agen transport lokal, taksi online di bandara Ngurah Rai nggak berani muncul terang terangan. Ini tips dari saya berdasarkan obrolan dengan salah satu driver Grab yang saya tumpangi:

1. Usahakan sudah memesan sejak di dalam gedung kedatangan, jadi jangan keliatan utak-atik hp di pintu keluar. Kalau keliatan sama agen atau oktun taksi online biasanya ditegur dan dibikin susah. Iya, seresek itu. 
2. Ketika sudah dapet driver coba teleponan untuk tentukan tempat janjian ketemu yang aman 
3. Hapalkan nomer plat.
4. Biasanya driver supir online ngumpul di area parkir G. Kalau mau repot sedikit kita harus jalan agak jauh ke situ. Tapi biasanya supirnya helpful kok kalo kita bilang bawa koper gede mereka akan jemput dan bantuin geret koper ke parkiran



Manfaatkan Jasa Laundry Express 
Salah satu hal yang saya suka dari bali adalah karena persaingan harga yang sempurna, banyak jasa murah tersedia dimana mana. salah satunya adalah jasa laundry kiloan. Hal yang saya nggak suka saat liburan adalah pakaian kotor yang numpuk. Rasanya gerah liat baju lembab, kotor, bau. Kadang kalau slebor nya muncul bisa main lempar aja ke dalam koper lalu kecampur dengan baju bersih. oh no!
 
Keranjang cucian kayak gini, bisa dilipat dan masuk koper beli di IKEA
Untuk menghindari pakaian tercampur saya sarankan bawa keranjang cucian kayak gini buat ngumpulin baju kotor. Setelah terkumpul agak banyak, ya 2 hari juga udah banyak kalo bawa balita mah, bawa ke jasa laundry. Kalo menginap di area bali selatan, kios laundry kiloan express literally banyak banget. Mereka rata-rata pasang harga 15-30ribu per kilo untuk cuci setrika. Yang paling murah saya temui di Ubud, 10ribu per kilo.

Saya drop laundry jam 4 sore, besoknya jam 9 pagi baju-baju itu sudah bersih, terlipat rapi dan wangiii.

Main di Pantai dengan Nyaman 

Ini perlengkapan tempur saya kalau ke pantai:
1. Sunblock
2. Kain pantai
3. Air mineral ukuran 1.5 lt. Bisa diisi air minum atau kalau sayang bisa  air mentah juga gakpapa. Ini buat bilas badan dan ngilangin pasir karena kadang di pantai tempat bilas nya suka bikin saya ngeri :) atau kalo mampir ke toilet beach club ternyata mereka gak punya spray di toiletnya (ehem halo Finn beach club)
4. Uang secukupnya ditaro dalam plastik kecil, biasanya buat beli minum, sewa kursi pantai atau jajan kelapa muda. 
5. mainan plastik buat Arwen main pasir

Semua perlengkapan ini bersama dengan hp saya masukan ke dalam plastik kresek, gak akan terlalu khawatir katau ditinggal-tinggal juga. 

Main deh kita tanpa ribet.



Pesan oleh-oleh diantar ke hotel
Saat saya mengajukan cuti dan mau liburan ke Bali saya sudah mendengar celetukan-celetukan: "bawain pie susu ya.." atau " kacang bali dan Pia legong nya jangan lupa ya" 

jujur saja salah satu pertimbangan saya malas ke pusat oleh-oleh adalah jalanan bali yang semakin lama macetnya makin susah di prediksi, plus tempat beli oleh-oleh biasanya ramai kayak pasar. nggak. nggak sanggup. 

nah, kemarin saya cobain beli pie susu dan oleh-oleh khas bali lewat telepon, dan mereka bisa sediakan jasa antar ke hotel. Yay! mereka kasih jasa free delivery dengan pembelian pie susu minimal 8 dus di area kuta. coba aja di cari di gugel. rata-rata oleh-oleh khas bali menyediakan jasa ini. 


Oh I Love you Gojek App
 Saya sudah ngidam soto ceker pasar kuta sejak tahun lalu, tapi susahnya saya traveling bareng balita, jam segitu anaknya udah tidur, gak mungkin kan ditinggal di hotel sendirin dan gak tega juga kalo diangkut ke kios soto demi ambisi ngidam ibunya. Go food Save me!

Saya juga coba beberapa makanan khas bali yang tempat makannya dirasa kurang nyaman untuk bawa balita tapi kepingin kayak Nasi pedes bu Andika dibeli pak app Go Food! 

cuma 
Belum sempet gojekin makanan dari Warung Cahaya *Cry* 

Selain itu, sanya sempet beberapa kali cobain cafee hopping di daerah Seminyak dan Canggu naik gojek. saving time banget mengingat daerah situ jalannya kecil dan rawan macet kalau naik mobil. pokoknya.. I love you Nadiem Makariem! 

Demikian sekilas tips pendek dari saya, semoga berfaedah dan bisa dipraktekan. yuk Bali lagi yuk? 


@noninadia Out!


Tarik Napas Dulu, Ibuk!

13.21



Situasinya kira-kira seperti ini; 

Hari ini adalah awal bulan, saya harus bekerja ekstra di kantor untuk melakukan rekapitulasi, rekonsiliasi segala transaksi yang sudah dilakukan bulan lalu, dengan sederet laporan dan angka keriting yang bikin pusing. Oh belum selesai, selayaknya hidup yang kayaknya kurang tantangan, semua rekapitulasi ini harus memenuhi target 2 hari untuk selesai dan di submit ke bos besar. (literally besar karen bos saya gendut.. hmmmm kay) 

Diantara riweuhnya pekerjaan, nanny mengabari: 

"Ibuk, Arwen demam, suhunya 38,8 boleh saya kasih paracetamol?"
saya jawab:
"Boleh Nanny, silakan dikasih. tolong kabari saya kalau dia rewel mudah-mudahan bisa saya jemput secepatnya" 

Selesai dari pekerjaan di kantor ngibrit ke stasiun Gondangdia untuk ngejar kereta jurusan Jakarta Kota - Bekasi yang kadang antara ketersediaan unit dan kapasitas penumpangnya nggak seimbang. baca: berdiri tegak macam ikan pepes di dalam gerbong. 60 menit sampai tiba di stasiun Bekasi, 75 menit sampai akhirnya tiba dirumah. 

Nggak, belum selesai. Sampai dirumah ketemu Arwen yang suhu badannya naik jadi 39,5 rewel, nggak mau makan, nggak enak tidur. satu-satunya cara membuat dia nyaman adalah dengan digendong kain dan dinyanyikan nina bobok sampai tertidur di pelukan saya. 

Iya, Arwen umur 3 tahun 2 bulan, beratnya 15 kilo. berat sih kalau digendong atau dipangku berjam-jam. #ibukGakpapa #ibukQuat 

Apa malam itu saya tidur? iya, tidur kok. tapi setiap satu jam bangun untuk menenangkan Arwen yang mengigau karena demam. 
Iya, gakpapa, tapi saya bukan supermom. saya nangis kelelahan malam itu. Begini amat ya rasanya jadi ibu... tapi kan saya nggak punya pilihan resign dari menjadi ibu ya. 

Untungnya setelah 3 tahun berjuang, saya masih terus dan akan terus bertahan dengan resep sederhana ini: 

1. Apa Ibu sudah cukup minum? 
Segelas air selalu bisa menjadi pelarian saya, ketika sudah terlalu lelah, ketika ingin meledak marah atau ketika air mata sudah mengambang di pelupuk mata. "Time out" Ibu minum dulu sebentar ya. atau kalau gak memungkinkan seperti ketika ditiban anak begini, bisa minta tolong: "Beh, ambilin air dong.." 


2. Apa Ibu Sudah makan sesuatu selama 3 jam terakhir? 
percayalah segala sesuatu akan lebih mumet jika ditangani dengan perut yang lapar. beneran coba deh makan dulu sebentar. 

3. Apa Ibu sudah mandi? 
Menghadapi anak sakit, menghadapi anak rewel atau urusan rumah yang gak kelar-kelar akan lebih buruk rasanya ketika badan kita lengket, muka berminyak, rambut semrawut ini lebih bikin mood kacau. Memang benar waktu sendiri ibu sangat berharga, bahkan buat saya mandi aja bisa jadi me-time. 

4. Apa Ibu sudah memeluk/dipeluk hari ini? 
Sekuat apapun saya, se tegar apapun saya berusaha, ada masanya saya down dan hanya ingin dipeluk suami. hanya saja, bagi sebagian ibu suka gengsi untuk mengaku dan meminta bantuan. percayalah bunda, bapak-bapak ini bukan gak mau bantu cuma mereka clueless harus melakukan apa. coba deh bicara yang manis, harusnya mereka akan membantu, memeluk, memberi support dengan senang hati.  

Mungkin benar, gimana cara menerapkan tips diatas kalau anak ditinggal sebentar aja sudah rewel dan nangis jejeritan? Bunda, bahkan di standart keselamatan pesawat terbang kita harus memakai masker oksigen untuk diri sendiri dulu baru membantu orang lain. jadi benar kan kalau mau punya anak yang happy ibunya juga harus waras dan happy dulu. so please, allow you to have some breath. 

Mengurus anak bukan perkara sehari-dua hari, bukan seperti lari spint yang sebentar aja sudah selesai. mengurus anak rasanya akan seperti lari marathon. Maka lari marathon secara wajar akan ada masa lelah dan menurunkan kecepatan, akan ada timeout untuk rasa bosan, bahkan mungkin akan ada kram kaki dan berjalan terpincang-pincang. 

Saya? nggak suka lari, boleh gak naik gojek aja? 
hahahahahahahahaha. 

 Welcome to the jungle of parenthood! Percayalah tidak ada orangtua yang sempurna, karena sempuna hanya milik Ibu Kawa ☺️☺️


@noninadia out 


Dear Daughter

13.54



Dear Daughter, 
This world may not be as kind when you grow older.
That happens to other people too, the on you called friends or lover, the one you will doubt never. 

Things might be harder, life might seem cruel. 

but your heart, its pure; and your hands, tied wit tenacity, they'll help you endure.

So, experience many, but don't resent any;

love and kiss and fall deeply, fearlessly, endlessly. 

There will be time when you stumble and down, but bend your knee when you cry and jump higher than you ever try.


Because you are born as a little star and you will keep growing to soar.


One day you will understand, that those scar and sorrow are the reason we're alive and always seeking for forgiven tomorrow. 


99 letter for tomorrow - If I Have a Daughter Someday (Credit to @lucedaleco)