Living with Scoliosis

14.56


Saya adalah penderita skoliosis. 


Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping, seolah-olah membentuk huruf "S" atau "C". tidak seperti kondisi tulang belakang normal yang lurus vertikal. 

Menurut Scoliosis Research Society, lebih dari 80 persen kasus skoliosis merupakan jenis idiopatik yang artinya tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang sering didiagnosis selama tujuh tahun pertama kehidupan pada anak-anak. Adapun penyebab umum  yang berhasil diketahui yaitu cacat lahir, kelainan neurologis, dan masalah genetik.

Dalam kasus saya, kesadaran terhadap skoliosis datang terlambat. saya baru menyadari kalau tulang belakang saya tidak lurus dan tulang belikat saya menonjol sebelah setelah melewati usia 20 tahun. sejak saat itu saya mengeluh sering pegal di bahu dan sepanjang punggung. setiap bangun pagi rasanya menderita sekali tidak jarang sampai terasa kram. 

Saat itu saya dirujuk untuk melakukan pemeriksaan rotgen tulang belakang oleh dokter. diketahui tulang belakang saya punya kecenderungan miring ke arah kiri saat itu sebesar 26 derajat. pemeriksaan saya lakukan terakhir sebelum menikah.  

Saya merasa aktifitas setelah menikah, hamil dan menyusui sedikit banyak juga akan mempengaruhi derajat kemiringan skoliosis yang saya derita. jadi memang tahun ini saya harus merencanakan pemeriksaan terbaru untuk kondisi skoliosis saya. doakan ya mudah-mudahan gak nambah derajat kemiringannya. 

Melalui postingan blog ini saya ingin berbagi bagaimana saya menjalani hari-hari saya dengan skoliosis walaupun tidak parah, tapi sejujurnya ini mengganggu. Di beberapa kasus skoliosis disarankan oleh dokter untuk memakai braces atau penyangga agar kemiringan tulang tidak bertambah. biasanya ini terjadi pada kasus yang derajat kemiringannya sudah tinggi (diatas 45 derajat) atau skoliosis yg terdeteksi ketika anak belum memasuki usia puber. pada kasus saya tidak. 

Apa sih yang saya lakukan selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini untuk mengurangi nyeri akibat skoliosis? 

1. Olahraga 
Olahraga melatih postur saya untuk tetap benar dan lentur. Saya mencoba berbagai macam olahraga dari berenang, yoga, lari sampai dengan coss training. semua dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik saya. kadang-kadang sedih sih, ada teman saya yang baru mulai olahraga tapi lebih jago  dan menguasai gerakan nya, gak kayak saya yang sampe gini hari plank lurus aja susah banget dan butuh banyak usaha. 

oh iya, saya juga berharap olahraga yang rutin saya lakukan juga membantu untuk menghindari osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang datang lebih dini. 

2. Beli matras yang supportif dengan kondisi tulang belakang. 
IT DOES REALLY HELP. karena sejak pakai matras yg support tulang belakang, setiap pagi saya nggak terlalu menderita pegal lagi. 

3. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D untuk kepadatan tulang 
nggak cuma dari suplemen, tapi dari makanan bergizi yang saya konsumsi. semakin kesini jaga makan semakin penuh tantangan ya. hahahaha harus tetap semangat untuk hidup yang lebih sehat! 


Dibawah ini saya sertakan link untuk dijadikan referensi jika  teman-teman yang punya masalah tulang belakang ingin melakukan home excercise yang sederhana dan bisa banget dipraktekan di rumah. silakan: 



Untuk teman-teman diluar sana yang sama-sama menderita skolosis, jangan patah semangat ya. kita juga bisa kok punya kualitas hidup dan kesehatan yang sama dengan orang-orang yg postur tubuhnya normal. dalam beberapa waktu saya juga pernah terkena serangan nggak PD karena postur tubuh saya yang lebih miring ke satu sisi dan terlihat tidak proporsional, tapi nggak ada hal di dunia ini yang nggak bisa diusahakan. mungkin juga skoliosis ini adalah pengingat agar saya don't take this healthy body for grated. 

Berbagi cerita yuk! supaya kita makin semangat sama-sama sehat. 



@noninadia out. 

You Might Also Like

0 comments