Serunya Menjelajah Mainan Sensory di Acara #BabyBash - the Asian Parent ID

12.42


Hari minggu 15 Januari 2017 adalah hari yang ditunggu-tunggu karena kami akan datang ke Acara Ibu dan Anak - Baby Bash yang akan diselenggarakan oleh the Asian Parent Indonesia, eh udah tahu the Asian Parent Indonesia belum? sebagai ibu-ibu harus banget nih untuk sering-sering berkunjung ke websitenya karena banyak sekali artikel-artikel informatif tentang parenting yang sangat membantu ibu-ibu clueless macam saya sebagai pedoman informasi untuk membesarkan buah hati yang semakin hari perkembangannya semakin seru ini. 

Karena saya percaya sharing is caring, setelah khatam ngubek-ngubek web the Asian Parent Indonesia, artikel favorit saya ada disini . You're welcome! :) 



kembali ke acara #Babybash minggu lalu, kami disambut dengan dekor super cute di samping meja registrasi. Belum apa-apa bawaan nya pingin foto-foto kayak gini: 


Saya happy banget karena Arwen bisa playdate dengan teman-teman sebayanya, dari dedek bayi yg baru belajar merangkak sampai dengan teman-teman toddler yg sudah bisa lari bolak-balik numplek-blek playdate disini. Kebetulan sekali kami beruntung terpilih menjadi salah satu dari 30 peserta yang mengikuti workshop sensory play. 

Sebelum workshop dimulai ada penjelasan dari Klinik ABC Tumbuh Kembang tentang pengenalan Sensory Integrasi, penjelasannya sangat mudah dipahami disertai dengan contoh-contoh yang dekat dengah kehidupan sehari-hari, intinya tim Klinik Tumbuh kembang ABC bisa menerjemahkan bahasa serius menjadi bahasa sederhana yg mudah dimengerti. 

Jadi pada intinya Sensori Integrasi adalah proses menerima informasi dari Indera di tubuh, disini dijelaskan bagaimana perkembangan indra-indera sensori pada anak, ternyata diluar dari Indera yang selama ini sudah saya kenal yaitu indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan pengecap ada 2 indera lain yang penting sekali untuk di stimulasi dalam tahap emas perkembangan anak yaitu: 

  1. Indera Vestibular adalah indera Internal yg bertugas sebagai keseimbangan tubuh. simulasi nya gimana sih? saya dapat ide untuk melatih anak berjalan pada satu garis lurus tanpa terjatuh, di usia yg lebih besar latihannya adalah naik sepeda. seru ya?
  2. Indera Proprioseptif adalah indera internal yang terletak di otot dan sendi yang memberikan informasi tentang pergerakan otot dan sendi. Indera ini bertanggung jawab untuk gerakan motorik halus anak. simulasi nya? Banyak Banget! saya dapet ide meluap-luap nih dari workshop ini, nanti saya ceritakan dibawah ya ide nya. 
Terimakasih atas pencerahannya ya team ABC Klinik Tumbuh Kembang. I am a happy momma. 




Setelah penjelasan ini dimulailah sesi workshop sensory play yang super seru: 


kira-kira 30 anak usia 7 bulan sampai dengan 2 tahun diajak langsung mencoba berbagai permainan sensory oleh tim dari Genara Art Studio. Arwen super excited untuk mencoba berbagai pemainan yang sudah disediakan: 





yang pertama kali dimainkan adalah mencoba berjalan diatas media rumput sintesis, lantai yg dilapisi bubble wrap dan karton kasar untuk melatih indera taktikal (peraba). lucu deh melihat ekspresi bingung anak-anak ketika melewati media ini, mungkin kalo sudah bisa bicara mereka akan reflek nyeletuk "Ih kok kasar ya, bunda!" 

Yang tidak kalah seru setelahnya adalah sesi mewarnai topeng dengan cat dan spons. semua siap dengan apron biar bajunya nggak kotor. lalu tenggelam asyik mewarnai topeng. simulasi ini sangat baik untuk melatih Indera Proprioseptif. belajar motorik halus yuk! 



Setelahnya Arwen sibuk menjelajah ke ruangan-ruangan disamping ruang utama untuk bermain Papan sensori, melihat balon warna-warni, bermain pasir Kinetic dan banyak permainan sensori lainnya. yang excited bukan cuma anaknya, ayah-ibu juga jadi ikut bermain sambil menjelaskan ke anak. seru banget bermain sampe lupa makan! hahahaha




Setelah pulang dari acara ini banyak sekali ide-ide untuk yang bisa saya praktikan di rumah untuk bermain sensory. awalnya saya selalu skeptis kalau mainan yg berkualitas pasti harganya mahal dan harus dibeli di toko mainan ber-merk. ternyata dengan datang ke workshop ini jadi banyak ide untuk bermain sensori dirumah bersama Arwen. mainan yang sudah kami praktekan dirumah antara lain : 

  1. Belajar tekstur dengan Sticky Slime. Bahannya cuma tepung tapioka, air hangat dan pewarna makanan. di beberapa mangkuk kecil buat larutan air dan tepung tapioka, bubuhkan dengan pewarna makanan. jadi deh. dengan hal sesederhana ini aja anak sudah belajar tekstur lho. bisa juga dengan lilin playdoh. 
  2. belajar mecicipi rasa dari gula dan garam. 
  3. Bermain warna dengan cat air dan kuas. 
  4. belajar mencium aroma dengan bumbu dapur 
  5. belajar motorik halus dengan permaiann melipat kertas. 
Ide nya banyak sekali dan bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah. Anak Senang, (kantong hemat) Ibu lebih senang. 

Saya sangat berharap acara Inspiratif seperti babybash ini akan dibuat rutin setiap beberapa waktu, biar semakin banyak ibu yang terinspirasi untuk membuat mainan sensory sendiri di rumah. Wajar banget dong kalau rasanya saya susah move on dari acara Babybash ini .

Terimakasih ya the Asian Parent ID. kami senang sekali.  
Apalagi dengan goody bag yang bejibun dan sangat berguna! (INI HAPPY BANGET) 

Sampai ketemu lagi di Playdate selanjutnya. 
Anak Happy Ibu lebih Happy. Nanti kita playdate lagi yaaaa 


@noninadia Out! 




Casa The Harsya

Tips & Trik Membeli Rumah Dengan KPR

11.05




Cari rumah kayak cari jodoh.
Kalau diingat-ingat lagi perjalanan kami menemukan Casa the Harsya’s ini lucu banget, udahlah kami keliling mencari rumah yang dijual dari MentengCikiniKemang, Bintaro, BSD, Depok, Bogor, Jagakarsa, ujungnya pencarian berakhir di rumah sebelah orangtua. Literally sebelahan yang temboknya nempel. Mungkin sebagian orang berpikir bencana tinggal deket sama mertua, tapi buat saya sungguh rezeki karena mertua saya masakannya enak jadi saya gak perlu masak. 


Iya Nadia emang anaknya cetek gitu. 


Yang kami temukan adalah rumah second di perumahan lama, jadi tetangga-tetangganya adalah opa dan oma pensiunan. Gak punya tetangga sebaya. Tapi enaknya infrastruktur dan lingkungan sudah “jadi”, seneng banget di depan rumah kami dinaungi pohon mangga yang adem dan kalau lagi berbuah bisa panen dibagikan ke orang sekampung. Jadi memang jodohnya bukan dengan perumahan baru yang dibangun developer.




























Kami membeli rumah dengan KPR dari bank (yakali sini anaknya Bakrie bisa beli rumah 
cash?), jadi melalui postingan ini saya akan sharing bagaimana pengalaman saya mengajukan KPR ke bank untuk membeli rumah yang kami tempati sekarang.
Inti dari pengajuan KPR yang sukses adalah persiapan. Ini hal-hal yang saya persiapkan sebelum mengajukan KPR ke bank:

1.      Cari rumah yang mau dibeli
Udah jelas ya, jadi sedari awal memang kita harus menetapkan rumah mana yang mau dibeli. Untuk rumah dalam kategori ini terbagi dua:
a.      Perumahan baru yang dibangun oleh developer. Ini baik untuk bank dan pembeli sama-sama nggak ribet, karena harga sudah fix ditentukan diawal sesuai dengan harga dari developer. Jadi sejak awal perhitungannya biaya-biaya nya lebih mudah diprediksi.
b.      Rumah second. Nah ini, bank harus melakukan appraisal (survey) dulu terhadap harga rumahnya, biasanya dibandingkan dengan harga pasaran rumah di sekitarnya. Kalau beruntung, bank bisa menaksir lebih tinggi jadi kita bisa bayar DP lebih kecil atau bisa juga bank naksir harga nya kerendahan jadi nombok deh untuk DP nya.

2.      Uang Down Payment (DP)
Mari kita berpelukan dulu karena di sini adalah tahap yang paling berat. Intinya cuma satu: rajin-rajinlah menabung.

Untuk pembiayaan bank hanya bisa memberikan 80% dari harga rumah (untuk pembelian rumah pertama) jadi kita HARUS mempersiapkan 20% + biayanya.
Uang muka ini mutlak harus kita sediakan jika ingin membeli rumah second.

Tapi jangan sedih, saya mulai lihat kok di beberapa iklan rumah dijual ada developer yang memberikan fasilitas DP rumah bisa dicicil setahun misalnya. Ini membantu banget lho.

3.      Biaya-biaya yang timbul
a.      Biaya Appraisal (biaya survey)
Setiap bank menetapkan biaya yangberbeda-beda. CIMB Niaga menetapkan Rp1.000.000 (satu juta rupiah), Panin  Bank Rp600.000, BII Maybank Rp400.000 dan surveynya cepet lagi. Recomended nih!

b.      Biaya Notaris
Pada dasarnya detail dari biaya notaris terbagi dua, biaya untuk akta jual beli antara pembeli dan penjual, dan biaya untuk pengikatan antara bank dan nasabah. Sejak awal harus dipastikan ya dengan penjual, biaya ini mau ditanggung siapa? Pembeli, penjual, atau dibagi 2 sama rata.

Untuk nilai transaksi di bawah Rp1 miliar, pada akhir tahun 2014 (ketika saya memulai cicilan rumah), siapkan saja budget sekitar Rp15.000.000,-
Mudah-mudahan kenaikannya gak terlalu banyak ya tahun ini.

c.       Biaya Pajak Pembeli
Besarannya adalah 5% dari NJOP. Misalnya rumah yang saya beli dalam tagihan PBB-nya tertulis NJOP sebesar Rp300.000.000, jadi pajak yang saya bayakan adalah Rp15.000.000.
Namun ada beberapa notaris yang tidak menyarankan untuk memakai NJOP sebagai pengali pajak, karena khawatir hal ini akan menjadi temuan pemeriksa pajak, karena biasanya nilai jual jauh berbeda dengan nilai NJOP. Biasanya mereka menyarankan untuk memakai plafon bank sebagai pengali pajak. Keputusan tetap di tangan pembeli ya.

d.      Asuransi Jiwa dan Kebakaran.
Ini biasanya bawaan dari bank. Besarannya variatif tergantung plafon yang diberikan, nilai rumah dan umur nasabah. Pada transaksi saya perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran untuk nilai rumah di bawah Rp1 miliar selama 15 tahun sebesar kurang lebih Rp15.000.000. Lumayan yaaa :)

e.      Biaya administrasi dan provisi
Biasanya besarannya adalah 2% dari plafon yang diberikan.

Silakan berhitung :)

Dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan:
1.      Identitas pembeli (jika sudah menikah: KTP Suami-istri, Kartu Keluarga).
2.      Surat Keterangan Bekerja. Biasanya KPR akan lebih mudah tembus jika kita sudah bekerja lebih dari 1 tahun di perusahaan tersebut.
3.      Slip Gaji 3 bulan terakhir.
4.      Rekening 3 bulan terakhir. Saya dapat bocoran katanya saldo tidak penting, bank lebih melihat mutasi uang masuk apakah rutin setiap bulan.
5.      Dokumen rumah (copy sertifikat, copy IMB, copy tagihan PBB).
6.      Identitas Penjual.

Tips dari saya untuk yang pertama kali mengajukan KPR: 

1.      BI checking is IMPORTANT, jadi pastikan kita bersih dari tunggakan utang ke bank ya. Coba dicek lagi historical pembayaran kartu kredit, ini sepele tapi nyebelin dan berpotensi bikin KPR nggak approve oleh komite kredit bank.
2.      Bank akan memberikan plafon yang cicilan per bulannya maksimal 30% dari penghasilan. Cicilan lainnya DIPERHITUNGKAN. Jadi, misalnya kita masih punya cicilan lain seperti cicilan mobil, kartu kredit dan lain-lain itu akan mengurangi plafon yang diberikan bank. Jadi beberapa waktu sebelum mulai mengajukan dokumen KPR, saya sibuk membayar lunas kartu kredit saya. Mejret sih rasanya. Tapi demi rumah ya sudahlah. :)
3.      Pastikan rumah yang dibeli surat-suratnya lengkap dan bebas sengketa. Kalo ternyata iya, se-jatuh cinta apapun dengan rumah itu lebih baik tingggalkan saja. Ribet urusannya.
4.      Make every expenses clear. Komunikasi ya sama yang jual rumah, tentukan sejak awal mana biaya-biaya yang menjadi tanggungan pembeli , mana yang jadi tanggungan penjual. Biar enak urusan selanjutnya.
5.      Siapkan mental, ini akan jadi urusan yang melelahkan. Tapi kalau dokumen kita lengkap dan clear harusnya nggak akan ribet dan lama.

Proses pengajuan KPR yang saya jalani sejak dari awal submit dokumen sampai dengan akad kredit memakan waktu kira-kira 2 minggu. Akan lebih cepat jika yang dibeli adalah rumah baru dari developer.

Yuk mari jemput rumah impian. Saya yakin di zaman sekarang beli rumah buat anak muda macam kita gini (muda lo bilang Naad?) bukan hal yang mudah, tapi bisa diupayakan. Semoga segera ditunjukkan jalan untuk mendapat rumah impian.
Ada amin? AMINNNNN!

@noniadia out



Cerita nadia

Happy New Year 2017

15.15




















2016 tahun kerja keras untuk saya. 

Dihajar habis-habisan sampai gak dikasih napas, check. 
Belajar kerjaan baru yang menguras tenaga dan waktu, check.
Pindah lokasi kantor, lebih jauh, lebih macet dengan jam kerja lebih panjang. check
Drama anak sakit sampai drama ART, check.
Bokek sampai titik darah penghabisan untuk biaya renovasi rumah dan pindahan, check.
Drama kangen suami, boro-boro mau pacaran atau quality time, bisa gitu ditengah pillow talk, tiba-tiba salah satu dari kami udah nggak nyaut lagi, berganti suara mendengkur. check. 

Disini saya harus mengakui kalau tahun 2016 bukan tahun yang mudah, apalagi soal pekerjaan, I met my meltdown bolak-balik bilang ke Babeh, "Aku mau resign ajah, mungkin hidupku jadi lebih mudah."

Soal susah begini ternyata mental saya masih tempe. Sampai pada di suatu titik saya bertekad tidak mengalah dengan kesulitan ini. Masih untung punya pekerjaan, masih untung bisa punya penghasilan dan support suami, mungkin saya memang harus lebih banyak bersyukur. 

ketika saya menuliskan postingan blog "Strong Momma" ini saya sempat sekilas mengobrol dengan mamak Findrie, katanya: "Sejujurnya 2016 ini bukan tahun yang baik buat Mamak, Nad. Baik dari sisi karir, maupun finansial tapi dengan postingan ini Mamak jadi diingatkan betapa banyak pencapaian-pencapaian yang telah diraih, bukan hal yang besar tetapi ternyata bikin hati bahagia" 

Duh, jadi semacam teretampar untuk bersyukur lebih banyak. Memang setelah lihat ke belakang ternyata  BANYAK SEKALI yang harus saya syukuri, dan banyak juga pencapaian yang saya raih. Mau saya tuliskan disini untuk jadi motivasi, receh sih, tolong jangan diketawain ya. 

1. Ukuran celana sudah balik ke size 27. Silahkan iri. 

2. Dua bulan terakhir ini konsisten berolahraga. Minimal dua kali seminggu. Mudah-mudahan konsisten sampai akhir tahun, karena saya kapok jadi perempuan lemah yang naik jembatan penyebrangan aja keliyengan. Oh, saya juga sudah terdaftar di dua Race tahun ini, targetnya minimal tiga dan HARUS PUNYA pose kece di garis finish. 

TRX Class 3 kali seminggu. Semangkaaaaa


3. Tuhan sangat murah hati,  mengirimkan saya orang-orang super baik yang mengelilingi saya dengan pertemanan yang positif, saling mendukung ditengah beratnya kehidupan. Geng #buibuksocmed yang selalu jadi tempat curhat, bertanya dan berbagi pengalaman serta menjadi support system saya. Terimakasih ya buibuk sudah menjadi tempat pertama saya bertanya: "Kok anak gw cegukan nya gak berenti-berenti ya? diapan nih buibuk? "

Buibuksocmed Squad, 46 ibu merangkul satu sama lain, bayangkan seberapa besar cinta yang ada disana :')

Geng #pertemanansetan MBC yang terus memberikan saya motivasi untuk hidup sehat. Gak kerasa sudah lebih dari empat tahun kenal mereka. Our relationship grow closer like family. love you, gaes! 


Berpose dengan kacamata hitam hadiah dari Santa Fung!

Keluarga hangat tempat saya pulang ke rumah setelah letih bekerja. Suami super sabar dan anak lucu menggemaskan. Oh iya, 2016 ini saya strugling berperang melawan penyakit asma yg diderita Arwen, tetapi beberapa bulan terakhir saya bersyukur keadaan Arwen semalin baik, sepertinya antibodi nya mulai semakin kuat melawan pencetus asma. doakan kami sekeluarga sehat terus ya. 

baca mantra: "couple who workout together stay together"

Terus 2017 mau ngapain? 

Sejujurnya, I gave up resolution years ago. tapi apalah arti tahun baru tanpa resolusi, seperti adegan film action tanpa berantem. tetapi saya capek dengan resolusi yang carry over dari tahun ke tahun, jadi saya akan bikin yang sangat sederhana biar anti gagal. walaupun kemungkinan gagalnya masih besar :)

1. Konsisten minum air putih 8 gelas sehari. Olahraga 3kali seminggu. 
2. Memenuhi kembali tabungan dana darurat yang digerogoti oleh renovasi rumah kemarin.
3. Jadi Selebgram (iyain aja) 
4. Hamil anak ke 2  Maaf saya belum siap. 

Selamat tahun Baru 2017 teman-teman. semoga berkah datang lebih besar di tahun ini. salam kecup sayang untuk keluarga dirumah. 


@noninadia out