8 tahun Coin a Chance

12.21

Minggu 15 Juli 2012

Hari itu adalah weekend biasa buat saya, Seperti biasa, hari minggu buat saya adalah hari malas-malasan sedunia, tetapi sahabat saya Radityo berhasil berkicau cerewet di telepon, menyuruh saya bangun, mandi, dan berhasil menggiring saya ke sebuah acara rutin Coin a Chance – Coin Collection Day (CCD).

Perlu saya jelaskan dulu ya, Coin a Chance (CAC) ini adalah gerakan sosial, mengumpulkan dan mengitung koin, hasil dana yang dikumpulkan digunakan untuk membantu anak-anak kurang mampu yang putus sekolah. Setiap Bulan CAC punya kegiatan kumpul rutin untuk menghitung koin yg terkumpul sebelum disetor ke bank, biasanya disini menjadi ajang untuk kakak-kakak relawan, penyumbang koin, atau siapa saja untuk bertemu dengan adik-adik asuh yg dibantu oleh CAC.

Dalam kasus saya CAC ke 15 menjadi sarana saya..
Ketemu jodoh. Jreng..

hahahahahaha *tebar-tebar confetti*

Hari itu adalah Coin Collection Day ke 15, kami berkumpul di Planetarium-Taman Ismail Marzuki selain untuk menghitung koin, kami mengajak anak-anak asuh untuk jalan-jalan.

Kebetulah menurut Radit, CAC butuh relawan untuk menjaga anak-anak asuh sepanjang acara biar mereka nggak hilang dan mencar-mencar.

Nah berhubung elo Jomblo, pasti nggak ngapa-ngapain dong pas hari minggu?  udah ikut gw aja jadi relawan biar hidup lo berguna dikit. BANGOOOONNN” – Radit, hari minggu, jam 7 pagi.
Ngeselin ya?

Sepanjang jalan dari Mampang menuju Cikini Radit sibuk berceloteh tentang CAC, mulai dari founder nya, kegiatan-kegiatan yg sudah dijalankan, anak-anak yg telah dibantu, seru nya ketemu orang baru dan sebagainya, sementara saya dengerin aja sambil ngantuk-ngantuk di boncengan Vespa.

Untungnya ternyata Acara hari itu menyenangkan dan seru banget. Dari situ saya menemukan keasikan tersendiri ketika menghitung koin. Menyortirnya sesuai pecahan, di tumpuk, masuk plasik lalu semua jadi rapi. Beberapa orang meng-klaim menghitung koin ini sebagai stress therapy, saya setuju!

Plus, hari itu saya dapet bonus: Minggu, 15 Juli 2012, Coin Collection Day ke 15. Saya bertemu Agung Harsya untuk pertama kalinya. Sekarang Orangnya  jadi suami saya.

Sabtu 4 Desember 2016
Hari ini saya berangkat ke FX sudirman, semangat sekali karena akan menghadiri Coin Collecting Day ke 50 sekaligus merayakan ulangtahun Coin a Chance ke 8!


Aaaaaaaaaa terharu!


Saya bertemu kakak-kakak relawan dan adik-adik CAC yang kayaknya udah seribu purnama nggak berjumpa. Asik menghitung koin lagi walaupun kabanyakan yang diacak-acak bocah gojira.

Hari itu saya bertemu dengan Prima, Usianya 10 tahun, kelas 4 SD. Prima adalah anak asuh dari CAC yang paling muda, saat ini  total anak asuh yang dibantu oleh CAC saat ini berjumlah 32 anak tersebar di seluruh Jakarta. Saya tanya ke Prima, pelajaran apa yang paling disenangi di sekolah, Prima menjawab : Aku suka Pelajaran IPA kak, soalnya Prima mau jadi dokter.
Hatiku hangat :’)

Saya berfoto bersama Prima si calon bu Dokter
Semoga jalan menuju cita-cita mu dilancarkan ya nak, Amin!

Delapan tahun perjalanan CAC bukan hal yang singkat, saya yang hanya menemani kurang dari setengahnya aja terharu dan terkaget-kaget dengan banyaknya kebaikan yang telah ditanam. Kita mungkin tidak terlalu sadar bahwa koin kecil yang kita anggap sepele, jika dikumpulkan adalah bantuan yang sangat besar nilainya untuk adik-adik dari keluarga kurang mampu yang putus sekolah.

Saya diceritakan kisah Nur Fadhilah (Dhila) salah satu alumni anak didik CAC yang saat ini sudah  kuliah di Fakultas kedokteran Universitas Andalas, kenapa saya bilang alumni, karena CAC hanya membantu biaya hanya sampai dengan lulus SMU. Dhila Kuliah di Fakultas Kedokteran univ Andalas dengan beasiswa penuh, beasiswa juga memberikan sejumlah uang untuk kebutuhan hidup selama Dhila berkuliah. Tapi masalah belum selesai, karena berkuliah di fakultas kedokteran Dhila butuh biaya cukup banyak untuk membeli buku-buku teks dan praktikum yg tidak di cover oleh beasiswa nya. Dengan bantuan jejaring CAC kami menemukan donatur yg baik hati untuk membantu Dhila. 

Kisah-kisah yang saya tangkap hari itu, membuat hati saya sangat hangat, my faith in humanity has restored. ternyata banyak sekali kebaikan yang masih ada di dunia yang mulai gila ini. Hal-hal kecil yang ternyata berdampak besar.

Selamat Ulang tahun ke 8 CAC, Terimakasih sudah mengajarkan kami untuk berbagi, hari ini saya kembali belajar banyak bahwa seulas senyum dan binar semangat dari Prima ketika bilang ia senang belajar di sekolah dan bercita-cita jadi dokter adalah alasan kami untuk tetap berbuat baik setiap hari.

Yuk Mari berbagi di Coin a Chance
Collect, drop and send those kids back to school


@noninadia out

You Might Also Like

0 comments