#Living with Passion

#MyDreambjob Series: Carlo Tamba - Personal Trainer - Bootcamp Instructure &Fitness Expert

18.42

Saya mendedikasikan beberapa postingan blog ke depan untuk menghargai prinsip: "Living life to the fullest" dengan mengangkat kisah orang-orang di sekitar saya yang menurut saya Inspiratif, orang-orang  yang menghargai seluruh aspek kehidupan mereka dengan berkarya. saya beruntung sekali mengenal mereka sebagai teman. Kisah mereka menemukan jati diri dalam pekerjaannya sungguh menginspirasi dan saya tidak berharap kisah inspiratif ini berhenti di saya. so let's spread this positive energy, karena kalau bisa saya ingin menularkan senyum saya ke seluruh dunia. 




Sebelum memperkenalkan teman saya, Carlo Tamba,  lebih jauh, coba deh lihat Video ini: 


Langsung jadi keingetan nggak kalau punya resolusi tahun baru yang sudah mengendap nggak dijalankan selama 10 bulan terakhir, gak sempat berolahraga karena terlalu sibuk bekerja, karena sibuk urus anak, atau tua dijalan lalu lantas kecapean dan angkat pantat aja nggak sanggup? iya itu saya. hahahaha

Saya mengenal Carlo, sekitar 4 tahun yang lalu, ketika saya pertama kali ikut kelas Masterbootcamp. saya ingat saat pertama kali ikut kelas, kami diharuskan menjawab beberapa pertanyaan yg berhubungan dengan kondisi fisik. semacam mengisi ParQ salah satunya adalah pertanyaan tentang berat badan, karena saat itu tidak ada alat ukur, Carlo menggendong beberapa dari kami dan menentukan berat badan mereka dari situ, anehnya Tepat!  hmm apa mungkin dia semacam dukun ya? hahahahaha

Saya tidak pernah bertemu orang yg se-passionate Carlo ketika berhubungan dengan Fitness dan Kesehatan, darinya saya belajar bahwa Fitness bukanlah tentang keindahan bentuk tubuh semata, tapi bagaimana cara menerapkan gaya hidup sehat secara menyeluruh. saya tidak pernah lupa sampai saat ini tips yang diberikannya tentang tiga prinsip untuk hidup sehat: 

1. Eat Well 
2. Sleep Well 
3. Excercise Well 

Tidak bisa ada yang dikorbankan diantara ketiganya. jadi kalau kebiasaan saya sudah mulai melenceng, saya bisa kembali ke jalan yang benar dengan berpedoman pada 3 prinsip diatas. 
selain itu Carlo juga ngasih saya bocoran prinsip 80-20. intinya adalah keseimbangan, boleh kok bersenang-senang, makan enak tapi pastikan porsinya cukup 20% dari keseluruhan pola hidup sehat kita. Sisa 80% nya? Ya makan, Istirahat dan Olahraga yang bener dooong. 

Nah,  Yuk kita simak hasil ngobrol saya dengan Carlo: 

      
    Hai Carlo, Ceritain dong, gimana sih latar belakang pendidikan dan awal mula karier kamu?

Saya lulus S1 dari jurusan Akuntansi Universitas Padjadjaran tahun 2004. Selanjutnya saya berkarir sebagai Auditor selama 3 tahun dilanjutkan dengan profesi sebagai IT Finance Analyst selama 5 tahun. Pada tahun 2012 saya baru sepenuhnya ganti profesi ke bidang fitness (kebugaran) dan kesehatan sampai saat ini. Baik sebagai Personal/Group Training dan instruktur di Master Bootcamp.

    Jadi sebenarnya apa sih yang menjadi turning point kamu ketika menemukan passion di pekerjaan yang sekarang? 

Saya percaya passion saja tidak cukup untuk berguna dalam hidup. Ketika passion Anda lengkapi dengan talent/skill, maka Anda baru akan berguna bagi orang lain. Pada tahun 2009 saya mulai menyadari minat saya yang besar pada dunia kebugaran. Diawali dengan aktivitas berlari yang waktu itu belum menjadi trend seperti sekarang. Waktu itu saya bisa berlari 50-70 km dalam seminggu. Kemudian tahun 2010 saya mulai menyadari masih banyak hal lain dalam dunia fitness selain berlari. Pada saat yang bersamaan sebagai IT Finance Analyst, saya semakin sering mengadakan workshop untuk mengajarkan pegawai-pegawai di perusahaan tempat saya bekerja waktu itu. Yang saya ajarkan sebenarnya adalah cara menggunakan sistem baru yang digunakan perusahaan tersebut. Di situlah saya menyadari bahwa talent dan skill utama saya adalah mengajar, dalam artian membantu orang lain untuk mengerti dalam melakukan sesuatu dengan baik dan benar sehingga mencapai tujuan yang ditentukan.

There you go, passion/minat di bidang fitness dan talent/skill di bidang mengajar. Tahun 2012 saya menyadari 2 hal ini ada dalam diri saya dan mulai memutuskan untuk mulai mengambil berbagai sertifikasi dan mengikuti banyak workshop dalam bidang fitness. I found out, I felt alive when I train people and help them get fitter and healthier. It’s history from that point forward.


So, what is your passion and what you do on your daily job?

My passions is definitely everything related to fitness and health. Tapi bukan dari segi aestetis (atau keindahan tubuh). Saya lebih tertarik pada kebugaran secara umum, yaitu kualitas fisik yang baik sehingga kualitas hidup secara keseluruhan juga meningkat. Saya rasa di dunia fitness saat ini orang sudah begitu banyak yang membuat seolah-olah fitness itu adalah sebuah minat khusus, hanya orang-orang yang tergila-gila fitness yang bisa sehat. It’s really not like that, and I am very passionate in spreading a new understanding about fitness and health. Bukan tentang six pack abs, tentang pantat yang seksi, tentang “before and after”, dan sebagainya. Tentang menjadi diri sendiri yang sehat dan bugar, tidak gampang capek dan sakit, tidak mengalami penyakit kronis. Fitness is for everyone.

My daily job? Sebagian besar hari saya jam 5 sampai jam 10 pagi dihabiskan untuk melatih klien Personal/Group Training, kadang dilanjutkan kembalik jam 4-6 sore. Lalu 1-2 kali dalam sebulan saya sering mengisi workshop tentang kesehatan untuk perusahaan

Carlo, Apa si tantangan terbesar ketika kamu memulai dan menjalani pekerjaan ini? 

Tantangan terbesar adalah mengejar ketinggalan pendidikan formal. Saya berlatar belakang akuntansi, bukan kebugaran. Jadi secara finansial saya perlu mengeluarkan hampir seluruh tabungan saya dari bekerja di perusahaan dahulu, untuk bisa mengikuti banyak seminar dan workshop di luar negeri (USA, Australia, Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapore).

Kemudian, ekspektasi orang tua pada saya juga menjadi tantangan besar karena dunia fitness bukan sesuatu yang “menjanjikan” seperti pekerjaan corporate pada umumnya.

Are you happy with what you do? With your current job? 

I am more than happy! I can’t see myself doing anything else except what I do now. I am the happiest when my clients come to me and say thank you because I have helped them get fitter and healthier.

Tentu, tidak setiap hari saya bekerja dengan perasaan senang dan riang gembira. Ada hari-hari di mana saya merasa sangat letih dan bosan. But, living your passion bukan jaminan Anda akan lepas dari rasa letih dan bosan kok. Selalu ada aspek bisnis/finansial dari setiap passion yang dikerjakan menjadi sumber penghasilan, dan aspek bisnis itulah yang kadang bisa membuat kita letih. Sisi bisnis itu penting dan tidak bisa ditinggalkan karena dari itulah kita bisa mengembangkan pekerjaan kita untuk bisa menjangkau lebih banyak orang.

Carlo, Seandainya bisa balik lagi nih ke 10 tahun yg lalu, what is you Best Advise to yourself? 


Just be true to yourself. Surround yourself with positive people. Don’t be too hard on yourself, but push yourself now and then to be better. 


Saya jujur aja seneng banget lho baca hasil wawancara ini. semacam diingatkan kembali,tidak ada salahnya bermimpi dan berusaha kenas untuk mewujudkan nya.  saya happy melihat Masterbootcamp bertumbuh semakin solid, pertengahan Desember nanti, Carlo dan team Masterbootcamp akan meresmikan sasana olahraga yang baru. Moving Body Cuture, tempatnya di Kwitang- Jakarta Pusat. 

Semoga dengan adanya fasilitas ini masterbootcamp semakin sukses untuk menularkan virus berolahraga dan bergaya hidup sehat ya! 

Sukses terus, Carlo! 




see you on the next post 
@noninadia out! 


Nyanyian Hujan si Anak Kecil.

17.18

Halo Akhir tahun, Apa Kabar? 


karena Hujan hampir selalu menyapa rumah kami setiap sore, terkadang lebat, terkadang hanya rintik gerimis, sampai ada anak kecil yang semakin lancar bersenandung..

Tik tik tik.. Bunyi hujan diatas genting, Airnya turun tidak terkira... 


Setiap weekend yang saya habiskan bersama Arwen selalu saya usahakan menjadi waktu yg fun dan ditunggu-tunggu, memang sih, tidak bisa di hindari ketika pilihannya adalah ke mall lagi, tapi kan rekening Ibu gak selalu ada saldo nya ya? jadi puter otak deh buat mencoba alternatif kegiatan yg lain, yg masih menyenangkan dan yang nggak bikin bobol tabungan. salah satunya adalah main hujan-hujanan. 

Haaa? 
Please jangan protes dulu buibuk, iya saya ngajakin anak saya main hujan-hujanan karena waktu kecil saya ngerasain banget senengnya main air dibawah hujan, sayangnya setelahnya dimarahin mami. nggak seru lagi. 

Jadi, sekarang saya bebaskan Arwen untuk main hujan-hujanan, sepuasnya, gak pake dimarahin. asalkaaaan: 

1. Lihat kondisi badan saat itu, kalau sedang Fit, silakan main air sampai bosan, tapi kalau sedang sakit, ada gejala menuju sakit, atau masih dalam masa penyembuhan setelah sakit, ditahan dulu ya neng!
2. Time is limited. jangan sampai kedinginan ya. ini penuh tantangan sih, biasanya gak mau udahan, aksi bujuk-membujuk dan Negosiasi terpaksa turun tangan. 
3. Mandi Air hangat dan minum minuman hangat setelahnya. jangan sampai perut kosong dan jadi masuk angin ya. 
5. Enjoy the Rain! jangan takut kotor, kadang-kadang makin belepotan lumpur makin seru. 


Payung biru favorit Arwen untuk menemaninnya bermain hujan. 


Oh iya, biar suasana hujan nya semakin ceria, yuk nonton video klip favorit saya, Mash up Singing in The rain - Umbrella yang dinyanyikan oleh Glee cast. gak pernah bosen nontonnya. 



Selamat menikmati hujan ya. 

noniNadia 


PS: Tulisan ini adalah tulisan berjamaah dengan Geng Wonderful Blogger dengan tema “Hujan”. Cek tulisan lain di:

BLOG NOVEMBER RAIN:




babyArwen

2,5 Year Old Arwen

13.59


Apa rasanya meladeni anak kecil yang udah banyak mau? 
Apa rasanya menjawab pertanyaan tentang hewan terus-terusan? Apa rasanya bernegosiasi dengan bocah keras kepala untuk mau udahan nonton Frozen dan lanjut mandi? 

Menyenangkaaaannnn. 





















errr, not that fun sih

Harus saya akui ada satu waktu dimana saya Sayang, sayang, sayaaaaang banget sama Arwen, di lain waktu rasanya ya Sayang ajah. gak pake lebih. hahahahaha

tapi selama 2,5 tahun ini saya semakin banyak belajar menjadi ibu, belajar dari kejutan setiap hari, belajar bahwa jadi ibu ternyata adalah sekolah hidup yg tidak pernah berhenti. 

and after 2,5 year I just realized that Angels are often disguise as daughter.
and She is another version of myself. Only better.
 I love you, Arwen