cerita hantu

Ada Hantu di Kampusku

16.38


Menyambut euphoria Hallowen, saya akan mendedikasikan postingan ini untuk menceritakan pengalaman seram yang saya alami semasa saya kuliah. 

Jadi kita nggak akan ngomongin tagihan KPR, cicilan Mobil atau episode berantem dengan mertua, serem yang kayak gitu buat saya kurang menantang. (terserah nad, terserah) 

Saya harus mengakui bahwa saya bukan jenis orang yang sensitif terhadap keberadaan mahluk kasat mata, jadi kebanyakan pengalaman seram saya yang berhubungan dengan makhluk halus baru disadari beberasa saat setelahnya, entah tidak sensitif atau lemot ya ini? jadi mikir dulu, agak lama baru deh ketakutan. Im also not a big fan of Horror movie, Jadi, nonton film horor jarang banget di bioskop, biasanya nonton di TV atau streaming di laptop dengan kondisi terang benderang aau kadang sambil makan indomi biar konsentrasi terpecah dan nonton fim horor nya jadi gak terlalu ngagetin. 

hahahahahaha #timCemen 


Kejadian 1

Saat kejadian berlangsung saya masih kuliah semester 2, hari itu ada kuliah sore kelas dimulai jam 5, dijadwalkan sampai dengan jam 7 malam, Kampus saya di Depok, gedung kuliah nya dikelilingi danau, hutan dan kebun kosong. Kebanyakan gedung nya pun cenderung di dominasi warna bata yang gelap dan suram, Jadi kuliah jam segitu semacam tantangan tersendiri buat kami. Ditengah sesi mengajar, pak Dosen tiba-tiba menghentikan ocehannya, lalu marah sambil menunjuk ke arah pintu keluar. 


"Dasar anak jaman sekarang tidak tau sopan santun, datang dan pergi seenaknya di kelas, tidak menghargai Dosen yang mengajar.." 

kami yang bingung, salah satu teman saya yg duduk di barisan depan memberanikan diri bertanya: 


"Ada apa Pak?" 


"Lho? Kamu nggak Liat, itu ada Mahasiswi datang terlambat, ditengah saya ngajar ngeloyor keluar seenaknya, sebenarnya niat kuliah nggak sih?"


"Sejak jam 5 tadi nggak ada yg keluar atau masuk ke kelas ini kok, Pak?"


"Hah? Perempuan baju merah tadi siapa dong?" 

lalu kelas bubar kurang dari 5 menit setelahnya. 

berdasarkan gosip-gosip yang saya dengan di Lingkungan kampus UI memang ada hantu perempuan berbaju merah yang berkeliaran, asalnya dari seorang mahasiswi yang gantung diri di gedung rektorat beberapa tahun silam. Hantu mbak berbaju merah ini juga beberapa kali menampakan diri di jalan dalam kampus, kebanyakan setelah malam tiba, mbak nya suka iseng memberhentikan bus Kuning yg memang menghubungkan antar fakultas yang lumayan jauh kalau ditempuh dengan jalan kaki, mungkin mbak nya capek jadi mau numpang bus, gitu.  

saya sih berdoa semoga jangan sampai papasan dan akrab ketemu si mbak baju merah ini. bisa pingsan ditempat. 


Kejadian 2 

Hari itu ada jadwal kuliah sore, kejadiaan nya setalah magrib, hari itu kami praktikum di lab Komputer di lantai 3. Cuaca hari itu gerimis, tapi karena AC di lab sedang ngadat, kami terpaksa buka jendela agar sirkulasi udara mengalir dan lab tidak terasa pengap. 

sebagian isi kelas sedang rehat untuk solat magrib, ketika saya sedang melamun di pinggir jelndela, perut saya lapar jadi saya mikir, enak juga ya gerimis-gerimis gini makan bakso. 

nggak lama ada suara kentongan kayu khas tukang bakso terdengar, lalu ada tukang bakso menawarkan dagangannya: 


"neng, bakso neng?"

saya menjawab sopan: 


" Nggak mang, masih kelas, nanti aja." 

lalu saya baru sadar: INI KAN DI LANTAI 3, KOK ADA ABANG TUKANG BAKSO MELAYANG TINGGI SEKALI? 

lalu kelas praktikum bubar kurang dari sepuluh menit setelahnya karena saya jerit-jerit heboh ketemu hantu abang tukang bakso. saya nggak ingat sih, muka abang tukang bakso nya kayak gimana, tapi membayangkan dia melayang 15 meter diatas tanah sampai bisa sejajar dilihat dari jendela lantai tiga sudah bikin merinding hebat. untung ya saya nggak beli baksonya. coba kalo dibeli, bakso versi hantu pasti ngeri. 

sekian cerita serem dari saya, semoga cukup seram untuk dinikmati sore ini sambil menikmati rintik gerimis. Happy Halloween!



PS: Tulisan ini adalah tulisan berjamaah dengan Geng Wonderful Blogger dengan tema “Seram”. Cek tulisan lain di:

Review Produk

Spoil Organics - Argan Oil (review)

17.10


saya adalah tipe orang yang santai jika berhubungan dengan skincare. Saya gak punya problem jerawat, rasanya semua nya baik-baik aja sih, tapi  ya nggak glowing kayak Dian Sastro juga. hahaha
Tapi sejak memasuki usia 30 tahun, kepedulian saya terhadap perawatan wajah mulai terusik, karena setiap senyum kok ya mulai ada kerutan di ujung mata, mulai ada flek di pipi dan mulai dry patches di sekitar dagu. kok ya jahat banget sih Nad sama muka sendiri sampe nggak dirawat gitu? 

Turning point saya adalah ketika tiup lilin pada ulangtahun saya ke 30 awal tahun ini, saya mulai bertekad untuk peduli dan merawat kulit saya dengan lebih baik. sejak saat itu saya bereksperimen, trial dan error produk perawatan wajah sampai menemukan skincare regime yg cocok buat saya. langkah-langkah yang  biasanya saya lakukan adalah;

Skincare Pagi
Double cleansing (Bioderma Sensi Bio + Hadalabo Gokujyn foaming cleanser --> ini nanti saya review terpisah ya, happy banget sama nih sama cleanser ini) 
FTE (SKII)
Moisture  (hadalabo Gokujyn)
Sunblock  (Biore UV Aqua Rich) 
dilanjutkan dengan make up (optional) untuk sehari-hari sih saya lebih suka tidak pakai make up yg terlalu berat (BB cream atau hanya bedak tabur) 

Skincare malam
Double cleansing (Bioderma Sensi Bio + Hadalabo Gokujyn foaming cleanser) 
FTE (SKII)
Face oil (Spoil Organics Argan Oil) 


Salah satu produk yang menurut saya bekerja sangat baik di saya adalah Face Oil - Spoil Organics Argan Oil. sebelumnya perlu saya informasikan bahwa kulit saya adalah normal cenderung berminyak. jadi saya hanya pakai face oil untuk skincare malam, sebenarnya bisa juga sih face oil ini jadi skincare pagi, (info nya bisa dicampur ke Foundation, jadi make up lebih awet dan nempel seharian) tapi belum pernah saya coba karena takutnya wajah saya semakin berminyak. Pertemuan saya dengan Spoil Organics- Argan Oil ini juga tidak sengaja, karena lungsuran dari teman saya yang tidak cocok pakai ini. 

Ketika menulis review ini saya sudah menggunakan face oil ini kurang lebih selama 2 bulan. yang saya dapatkan dari pemakaian rutin setiap malam adalah kulit wajah yang lebih ternutrisi, kalau bangun pagi rasanya kulit lebih lembab, kenyal dan sehat. efek yang sama saya dapatkan ketika pakai serum Estee lauder - advance night repair (yang tidak saya lanjutkan pemakaiannya setelah habis terus belum beli lagi karena.. nggak tega harganya mahal, hahahahaha) 

so, here is my scorecard for Spoil Organics Argan Oil: 

Pros 
1. Instant effect for healthy, glowing & Nourish skin. cobain deh, di saya hasilnya dalam 2-3 hari aja sudah terlihat. 
2. No bad side effect, so far aman, gak ada efek samping jerawatan, komedo atau iritasi. biasanya oil itu kan lengket dan peliket ya, ini nggak lho.
3. Multi purpose, ternyata Argan Oil ini juga bisa digunakan di kulit badan dan rambut, untuk di rambut cukup di aplikasikan di ujung-ujung nya, diamkan beberapa saat, terus keramas deh. memberikan kelambaban dan bagus untuk rambut yg kering dan diwarnai. 
4. easy to apply, sesaat setelah dioles ke muka agak greasy sedikit, kira-kira 5 s.d 10 menit kemudian sudah menyerap kok, gak terasa berat, dan jika dipakai sebagai night skincare nggak berpotensi bikin noda di bantal. 
4. Affordable! for only IDR 110.000,- you can claim all this benefit. 

nyaaaawww... Pantes ibuk gak jadi beli Estee Lauder Advance night repair serum, *grin* 


Cons 
1. Kalau di saya terlalu oily untuk dipakai sebagai skincare siang hari.
2. Kualitas packaging nya, rentan bocor dan kualitas karet di pipetnya agak kurang bagus nih. untungnya karena dipakai sebagai skincare malam saya gak bawa oil ini kemana-mana, kalo sampai tumpah di make up pouch rasanya peer banget yaa.
3. the Smell is.. not my favourite. hahaha mungkin karena ini oil organik, jadi kan tanpa pewangi tambahan. tapi kadang-kadang saya suka cium wangi yang kurang enak. sebentar setelah aplikasi juga hilang. ini agak menggangu sih buat saya, karena kadang-kadang waktu pemakaian skincare malam sebelum tidur adalah waktu yg sebisa mungkin saya bikin santai dan happy, mungkin akan lebih menyenangkan kalo wangi oilnya enak kayak berada di spa, 
plus ada yang mijitin
ada yang bawain teh anget.. hahaha banyak mau!

Rate : 8/10

kesimpulan: Im happy with the result, plus karena pemakaian yang irit (cuma 5 tetes) setiap malam rasanya masih bisa terpakai dalam jangka waktu lama nih si Argan oil, saya makin penasaran suntuk nyoba produk lain dari spoil organik si Rosehip oil. ada yg punya pengalaman? share ya! 


terimakasih 
@noninadia 




#Living with Passion

My Dream Job Series: Suar Sanubari - Senior Associate Lawyer

10.44

Saya mendedikasikan beberapa postingan blog ke depan untuk menghargai prinsip: "Living life to the fullest" dengan mengangkat kisah orang-orang di sekitar saya yang menurut saya Inspiratif, orang-orang  yang menghargai seluruh aspek kehidupan mereka dengan berkarya. saya beruntung sekali mengenal mereka sebagai teman. Kisah mereka menemukan jati diri dalam pekerjaannya sungguh menginspirasi dan saya tidak berharap kisah inspiratif ini berhenti di saya. so let's spread this positive energy, karena kalau bisa saya ingin menularkan senyum saya ke seluruh dunia. 



Anggapan saya terhadap pekerjaan yang sesuai dengan passion adalah selalu yang berhubungan dengan hobi, saya banyak sekali mendengar cerita seperti seorang Dokter yang sebenarnya lebih suka fotografi, atau kisah teman saya yang seorang Akuntan tapi sebenarnya ia ingin menjadi penari balet, atau konsultan komunikasi yang berubah haluan menjadi Make up Artist (Halo Nanath!). Jarang sekali saya melihat pekerjaan konvensional yang digeluti dengan sepenuh hati. 

Jadi, melalui blogpost ini saya mencoba mematahkan mitos, bahwa pekerjaan yang bisa dijalani dengan sepenuh hati selalu pekerjaan-pekerjaan yang diawali dari hobi yang sifatnya non-konvensional, walaupun tidak bisa dikatakan selalu senang dalam menjalaninya (Hey, there's no such a thing you will always happy right?) but I can see the spirit, the flame. 

Perkenalkan teman saya: Suar Sanubari sejak mengenal Suar, saya tahu dia adalah pribadi yang unik, se unik namanya. He's Bold. He's clever, Opini dan pemikirannya sangat kuat  dan jujur saja menulis postingan blog ini sungguh menjadi beban untuk saya mengingat kemampuan menulis Suar yang menurut saya bagus banget! (kenapa sih Su, nggak jadi penulis dan bikin blog atau buku sekalian?). 

Sehari - hari Suar Bekerja sebagai Senior Associate lawyer di salah satu firma hukum besar di Jakarta, harinya dihabiskan seperti layaknya orang kantoran: rapat, concall, membalas email, menyusun dokumen, ada juga pekerjaan yang spesifik profesi ini, seperti menghadiri sidang pengadilan atau arbitrase, berurusan dengan kepolisian, kejaksaan atau lembaga negara lain. 

Lantas Apa uniknya? justru karena dia bisa melewati hari "biasa" orang kantoran yang kadang baik, kadang busuk dengan tetap optimis dan tidak menyerah. This Spirit! 

dibawah ini sedikit cuplikan obrolan saya dengan Suar: 

Suar, Ceritain dong background pendidikan dan awal mula Karier kamu. 
Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Indonesia dan Master of Laws (LLM) in Comparative and International Dispute Resolution dari Queen Mary University of London. Pendidikan S2 ditempuh dengan Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP.

Saya pertama kali bekerja di suatu firma hukum yang baru beberapa tahun berdiri, berkantor di BEI, Titel saya waktu itu 'junior associate'. Sebagaimana semua entry position, paling sering mendapat pekerjaan-pekerjaan yang paling tidak menyenangkan. Mulai dari riset, menterjemahkan dokumen, menyusun arsip, mengantar dan mengambil dokumen, menerima komplen klien sampai menyusun due diligence report (yang pada dasarnya pekerjaan data entry).

Hari pertama saya bekerja adalah 30 April 2007. Saya ingat merasa begitu senang diberi meja kerja yang terlihat 'profesional' lengkap dengan komputer, telepon dan alat tulis (padahal kubikel). Tetapi mengingat itu merupakan pekerjaan pertama dalam hidup (yang saya dapat setelah menganggur 3 bulan sejak lulus S1), wajar saya senang, bangga sekaligus lega.

Hari itu saya hanya mengerjakan dua hal dan selesai pukul 16:00. Firma tempat saya bekerja waktu itu punya budaya tidak boleh pulang sebelum partner pulang (meski tidak ada kerjaan), akibatnya paling cepat pulang pukul 19:00. Hari pertama kerja saya pulang pukul 20:00 meski sudah kosong sejak sore. Untungnya, seiring berjalannya karir, saya bisa mengatakan bahwa tidak semua firma hukum memiliki budaya seperti itu.

Transisi dari kehidupan mahasiswa ke profesional cukup berat. Awal bekerja agak terkejut dengan harga-harga makanan SCBD, sementara kantong masih mahasiswa Depok. Selain itu, kenaifan saya sebagai mahasiswa dihancurkan oleh realitas suram sistem peradilan Indonesia yang korup maupun politik kantor yang penuh skandal. Saya ingat mengalami depresi menghadapi semua itu (begitu pula beberapa teman-teman yang berada di industri yang sama).

Namun, di awal karir ini saya sudah langsung menyadari bahwa salah satu keuntungan profesi saya adalah kesempatan untuk mempelajari berbagai industri maupun aspek kehidupan dan bertemu dengan berbagai karakter menarik.

Apa sih yang menjadi turning Point kamu ketika menemukan passion di pekerjaan kamu 
'Passion' sebagaimana namanya (gairah) itu fluktuatif, hilang dan timbul. Saya sendiri sudah bercita-cita menjadi Lawyer sejak kecil (selain menjadi akuntan dan psikolog--namun sayangnya saya payah dalam berhitung dan terlalu agresif). Tapi apakah itu bisa dibilang passion? Saya rasa tidak, itu masih sekedar keinginan karena terpesona citra (semu?) glamor Lawyer tanpa benar-benar mengetahui apa sebenarnya di balik semua itu.

Selain itu, bentuk passion tersebut juga berubah seiring saya semakin menjadi dewasa (menua?). Saat pertama kali bekerja, dengan kenaifan fresh graduate junior associate, saya bisa dengan mudah mengatakan 'I love my job!' Namun, seiring dengan waktu dan gerusan kesuraman pekerjaan (jam kerja yang tidak pasti serta terkadang panjang, atasan bully, rekan kerja licik, ketidakpastian promosi, berurusan dengan pejabat korup serta bandit, dan lain-lain), ada masa-masa di mana saya ingin berhenti dan pindah profesi.

Tetapi tentu banyak juga masa-masa di mana saya menikmati profesi ini. Saya banyak belajar bagaimana dunia ini bekerja dan bisa mengembangkan kemampuan membaca situasi dan watak orang. Saya juga bertemu orang-orang yang berkarakter kuat dan inspiratif, mulai klien, atasan, rekan kerja, junior sampai staf. Pekerjaan ini juga membawa saya bepergian ke berbagai tempat, bahkan sampai ke London.

Selain itu, gajinya cukup untuk hidup nyaman apabila bisa mengatur keuangan dengan baik. 

Pada intinya, sekarang saya menikmati pekerjaan ini dengan seluruh privilese dan tantangannya. Namun, setelah bekarir selama hampir 10 tahun, saya tidak berani menyatakan dengan tegas bahwa saya akan selalu mencintai pekerjaan ini. Oleh karena itu, sulit menentukan turning point saat saya menyadari passion terhadap profesi ini.
oke, jadi sebenernya apa sih passion kamu, Suar? 
Passion saya adalah 'to travel and interact with interesting characters and cultures.' Sejauh ini profesi saya bisa menjadi sarana untuk menjalani passion itu (tapi tentu tidak bisa disandingkan dengan travel writer, jurnalis foto, pekerja NGO, mata-mata atau pasukan khusus)

ok, His Social media feed speak them all : 




*Tepuk tangan* 
*terus tadi kesimpulan saya salah dong ya?* 
tadinya saya pikir passion dari seorang Suar adalah berdebat sepanjang hari dan menghapal pasal-pasal, lho. (Nadia, minta digetok pake palu pak Hakim) 

Terus, tantangan terbesar ketika kamu memulai dan menjalani pekerjaan apa sih? 
Tantangan terbesar dalam memulai profesi ini adalah menemukan firma hukum yang mau menerima saya bekerja di situ. Namanya anak baru lulus, belum memiliki CV dengan nilai jual yang kuat dan masih butuh waktu untuk belajar sampai bisa berevolusi menjadi lawyer yang efektif.

Sedangkan, tantangan terberat dari menjalani pekerjaan ini adalah menghadapi sistem peradilan yang korup.

Are you Happy with what you do? with your current Job
I am happy with my life. I know it is partially because of my job, but my job is not the only thing that makes me happy. Although I can't imagine myself working in any other profession, so far.


Seandainya nih, kita kembali ke 10 tahun lalu, nasihat apa sih yang akan kamu kasih?
Jangan berharap akan ada atasan yang akan menjadi patron untuk mengangkatmu ke kesuksesan. Ingatlah kata orang bijak: 'in business, as in life, you don't get what you deserve, you get what you negotiate.


Bekerja sesuai passion adalah kemewahan, tapi bagaimana kalau ternyata kita kita terperangkap di dalam pekerjaan yang rasanya biasa aja, tapi gak suka-suka banget sih, tapi juga kadang ketemu hal yang tidak menyenangkan. will you quit? 

Ada kata tanggung jawab yang beriringan dengan menjadi orang dewasa. Dari obrolan ini saya bisa menarik kesimpulan: Somehow, dream job is Overrated. you just need to do what you have to do. mungkin ada sebagian orang yang punya kemewahan untuk memilih pekerjaan impiannya. di sisi lain, ada orang yang sangat pintar, berbahagia dengan memaksimalkan potensi dari pekerjaan yang memang sudah dijalani nya.(hey, siapa yang gak menikmati  business trip sambil traveling gratis, misalnya?). 

Kalau kamu, jadi yang mana? 

noninadia out 
Cheers 







#Living with Passion

My Dream Job Series - Nadia Sabrina - Professional Make up Artist

15.49




saya adalah salah satu dari banyak orang yang menganggap bahwa pekerjaan impian tidak nyata. Dream Job Doesn't Exist, its an utopia, its a Myth like Unicorn. sinis banget ya? hahaha tapi ternyata anggapan saya itu ada benarnya. karena setelah saya telusuri kebanyakan pekerjaan impian itu tidak ujug-ujug muncul.  Pekerjaan Impian diciptakan dengan passion dan kerja keras. Pekerjaan impian ternyata bukan untuk orang yg cuma pingin malas-malasan, Banyak orang yg saya tahu menjalani pekerjaan impiannya adalah seorang pekerja keras yg gigih menggapai apa yang ia cita-citakan. Tidak malu memulai sgala hal dari nol, tidak menyerah ketika dipandang sebelah mata. (ok! I started  sound like Mario Teguh :p)


Saya mendedikasikan beberapa postingan blog ke depan untuk menghargai prinsip : "Living life to the fulles" dengan mengangkat kisah orang-orang di sekitar saya yang menurut saya Inspiratif, yang menghargai seluruh aspek kedhidupan mereka dengan berkarya. saya beruntung sekali mengenal mereka sebagai teman. Kisah mereka menemukan jati diri dalam pekerjaannya sungguh menginspirasi dan saya tidak berharap kisah inspiratif ini berhenti di saya. so let's spread this positive energy, karena kalau bisa saya ingin menularkan senyum saya ke seluruh dunia. 


Nadia Sabrina - Professional Make Up Artist 

Pic Courtesy IG: @nanathnadia

Say hello to my Girl Crush: Nadia Sabrina you can call her Nanath. 

Nanath adalah seorang Professional make up Artist, cewek super cantik, Ibu satu anak yg lucu dengan segudang bakat tambahan (you name it: Fotografi, main piano, nyanyi, nulis, semua bisa! kesel nggak?) kadang - kadang saya merasa dunia tuh nggak adil kalo ngomongin Nanath. hahaha 

sungguh benar adanya sirik tanda tak mampu :') *tunjuk diri sendiri* 

oke Fokus 

Nanath adalah seorang make up Artist (favorite saya! Banget!) feed instagram nya dipenuhi oleh hasil karya tangannya yang ajaib. hal yang saya suka dari make up Nanath adalah dia pinter banget menonjolkan kelebihan ataupun karakter wajah kliennya tanpa mengubah nya menjadi orang lain. Kadang-kadang ada kan ya make up Artist yg "jago" banget sampe klien yg dia make up berubah banget wajahnya, but not in a good way menurut saya. nah tangan Nanath ini "beda" mungkin karena sebelum mengerjakan make up Kliennya Nanath sempetin Ngobrol dan menangkap sedikit kepribadian orang yg dia make up. jadi rasanya terpancar banget deh Aura Cantik klien yg dia make up in tanpa kelihatan berlebihan. 


Satu lagi, saya masih terkagum-kagum sama ide pintar dia berkolaborasi dengan MUA lain untuk bikin pop up beauty (NxIPopupBeauty), jadi sederhanya Pop up beauty yg dibuat Nanath ini semacam bikin salon dadakan deket venue untuk bantuin dedek-dedek yg mau wisuda, cerdas banget ya ide bisnis nya. Win-win solution banget, MUA dapet Klien, teman-teman yg mau wisuda nggak usah repot mikirin keriuhan pake kebanya, ke salon lalu pergi ke tempat wisuda di pagi buta. Cerdas!

Saya sempet ngobrol sedikit dengan Nanath tentang bagaimana perjalanan dia menjadi Make up Artis, silakan hasil wawancara saya bisa disimak disini: 

Nath Ceritain dong background pendidikan dan awal mula karier kamu, sampe akhirnya jadi MUA super kece kayak sekarang

Background pendidikan aku adalah sarjana komunikasi dari Universitas Padjajaran Bandung. Awalnya aku sempat kerja di sebuah perusahaan konsultan komunikasi di Jakarta selama dua tahun dengan harapan menemukan passion yang sesungguhnya dengan menjadi seorang communication consultant. Tapi akhirnya setelah setahun berjalan, rasanya mulai bosan dengan rutinitas kantoran. Memang dari dulu aku udah suka sama dunia kecantikan, dan sempat minta ikut kursus make up sama orang tua, tapi belum sempat. Sebelum terjun ke dunia make up, aku sempat buka salon kecantikan di Bandung sama sahabatku, dan dari situ aku mulai mendalami soal kecantikan.

Apa sih Nath yang menjadi turning point yg akhirnya bikin kamu memutuskan "Oke! aku mau jadi make up Artist"

Yang menjadi turning point aku ketika mengubah karir aku adalah pada saat menikah. Saat itu aku di make up sama salah satu make up artist favorit aku @bylizzieparra. Disitu aku merasa bahwa menjadi make up artist adalah pekerjaan yang super menyenangkan dan menantang! Selain itu aku juga memang udah suka banget sama make up! Akhirnya beberapa bulan setelah itu langsung les di salah satu perias senior Bandung untuk memantapkan skill make up ku.

Tantangan terbesar nya apa sih Nath ketika kamu memulai dan menjalani pekerjaan Make up Artist ini?


Tentu saja keadaan finansial. Dulu aku biasa mendapatkan gaji sebulan sekali, dan waktu itu aku belum laku-laku banget, jadi kadang gaji juga tidak menentu.. tapi emang rejeki nggak kemana.. waktu aku abis beres les, aku langsung dapet project besar dari salah satu provider di Indonesia untuk make up keliling Indonesia! Selain mengasah kemampuan, dapet gaji pula! Aku merasa beruntung banget!

Are you Happy with what you do? with your current Job? 

Banget! Banget! Banget! This is the best job ever! Jujur aja, sebenernya lebih capek dari waktu aku kerja kantoran, tapi bener-bener ga kerasa capek! seneng aja yang ada :D

Seandainya nih, kita balik lagi ke 10 tahun lalu, What is your best Advise to Yourself? 


Ga usah masuk sekolah yang mainstream! Mendingan masuk SMK tata busana, sekolah fashion, plus jadi make up artist! (soalnya sekarang impian aku punya wedding gallery besar, jadi agak menyesal kenapa dulu nggak jadi designer aja huhuhu) intinya, dream big and direct your dream wisely! Jangan denger kata orang tua, jangan masuk sekolah yang ngga disukain, kerja untuk hal yang nggak disukain, karena kalo emang passionnya sejalan sama yang kita kerjakan, Insha Allah rejeki mah nggak kemana :D


Oke Nath, cerita nya seru banget. semoga mimpi punya Wedding Galery nya cepat tercapai. terimakasih ya sudah mau sharing cerita inspiratif nya disini. saya berharap semoga nanti makin banyak anak muda yg nggak takut bermimpi seperti kamu. seomoga nanti makin banyak anak muda yg nggak gengsi memilih jurusan kuliah yang nggak mainstream. semoga nanti di masa depan profesi yg diimpikan anak-anak nggak cuma dokter dan akuntan. Ada Amin? AMIIIIINNNN



Sampai jumpa di Postingan selanjutnya ya! noninadia out.. 


Daycare bekasi

Global Pepito Daycare – Hangatnya Rumah Kedua Kami.

09.50




Bulan ini tepat setahun Arwen menjalani hari-hari nya sebagai penghuni Pepito Daycare. Setahun pula saya melihatnya bertumbuh semakin pintar, ketika dirumah saya mulai bisa mengajak ia mengobrol tentang apa kegiatannya hari ini, suatu saat obrolan kami akan seperti ini:

Ibu : Arwen hari ini belajar apa di pepito?
Arwen: Buat Donat
Ibu: waah, buat donat sama siapa?
Arwen: buat donat sama Nanny, sama mas Arya, sama Maureen.
Ibu : Senang nggak nak? Ceritain dong donat nya warna apa?
Arwen : Donat warna pink, Arwen mamam donat. Habis.

Atau di lain hari akan ada kisah sepeti ini:

Ibu: Arwen hari ini ngapain di Pepito?
Arwen: Arwen angis (menangis)
Ibu : lho, kenapa ?
Arwen:  Rebutan boneka sama Loui.
Ibu : Terus Loui nangis juga?
Arwen : Iya

Atau kisah obrolan saya dengan Nanny pengasuh Arwen ketika menjemput: 

Nanny: Ibu, Arwen hari ini lupa bawa cemilan, dia makan pisang Maureen 
Ibuk : Waduh maaf ya nanny, Arwen makan pisangnya berapa? 
Nanny : makan Pisang nya 3 bu, padahal Maureen cuma bawa 4. 
Ibu: Walah, nanti saya ganti ya, Maureen nggak nangis pisangnya dimakan Arwen? 
Nanny: Nggak Bu, Maureen mau berbagi. 


Lucu ya, ada aja cerita baru setiap hari plus saya kadang takjub sepertinya kemarin Arwen belum bisa ini itu, lalu hari ini sudah bisa bercerita seperti ini. Walaupun terkadang kata-katanya masih belum jelas dan susunan kalimatnya masih kacau balau. Happy banget  Arwen sudah mulai kenal berteman dan bersosialisasi sejak kecil. Menikmati hari-hari nya bermain dan bercengkrama dengan pengasuh dan teman-temannya di  Pepito.  

Hal lain yang luar biasa berharga untuk saya adalah ketika melihat binar mata nya ketika bercerita.

Saya percaya anak yang bahagia tentunya dibesarkan dengan penuh cinta dan saya merasa Pepito adalah rumah yang penuh cinta. senang sekali melihat Pepito Daycare bertumbuh.

Sabtu lalu, saya berkesempatan berkunjung ke rumah baru Pepito, cabang ke 3 yg letaknya di dalam sekolah Globab Prestasi school Bekasi. Fasilitas yg disediakan semakin bagus dan lengkap. Untuk cabang ke 3 ini di dukung juga dengan fasilitas tambahan yg berada di dalam komplek sekolah Global Prestasi School. Jadi kegiatan di daycare ini akan semakin beragam, bisa berenang, cooking class atau bermain di playground yang lebih besar.










Saya pernah menulis tentang latar belakan mengapa akhirnya lebih memilih menitipkan Arwen di Daycare di postingan ini, dan melihat perkembangan Arwen satu tahun belakangan ini saya happy banget Pepito Daycare dapat memenuhi ekpektasi saya. Saya mengenal  Owner Pepito Daycare Aunty Dhiesta sebagai orang yang sangat concern pada isu-isu parenting dan pengasuhan anak. Mungkin karena itulah saya merasa Pepito memiliki jiwa penuh cinta dan saya merasa aman dan nyaman Arwen bertumbuh bersama Pepito.

Saya sangat berharap nantinya akan lebih banyak support system seperti ini untuk ibu bekerja. Semoga semakin banyak daycare dengan konsep seperti ini di Jakarta dan sekitarnya sehingga sebagai orangtua kita punya lebih banyak pilihan bantuan ketika ibu meninggalkan anak bekerja, meninggalkan anak untuk diasuh dengan tenang, nyaman dan Nggak kepikiran. 

Sukses terus ya Pepito, semoga terus menjadi rumah kedua yang hangat, penuh cinta untuk mengiringi anak-anak kami bertumbuh besar dan pintar. 


with love 
noninadia