asmapadabayi

Cerita Arwen dan Penyakit Asma

12.15

Melalui postingan ini saya ingin berbagi mengenai certita Arwen dan penyakit Asma yang diderita nya, saya bukan praktisi medis, saya juga tidak punya background pendidikan yang berhubungan dengan kesehatan, jadi mohon koreksi jika ada hal-hal yang saya sampaikan di postingan kali ini dirasa kurang tepat. tujuan saya menuliskan postingan ini semata-mata untuk sharing kepada orangtua yang anak atau bayinya menderita Asma seperti Arwen. 

Arwen terdeteksi menderita Asma pada usia 13 bulan, awal gejala nya hanya seperti flu biasa, tapi lama-kalamaan Arwen semakin susah bernapas dan napasnya mengeluarkan bunyi. saat itu saya tahu, sepertinya Arwen akan menjadi seperti saya sewaktu kecil yang menderita Asma. setelah diselidiki ternyata suami saya juga menderita asma sewaktu kecil, gejala penyakitnya berangsur menghilang ketika berusia 5 tahun. memang selain faktor alergi, faktor keterunan menjadi salah satu hal yg membuat seorang anak menderita asma.

Setelah mencoba beberapa dokter anak, kami mendapatkan rekomendasi untuk berkonsultasi kepada Dr. Dharmawan SPA, sub Spesialis dari beliau adalah paru anak, jadi kasus seperti Asma Arwen ini sudah common beliau tangani. oh iya, Dr. Dharmawan ini prakter di RS Hermina Bekasi di lt. 3 - Poli Eksekutif Anak. Beliau jenis dokter yang detail kalau kasih penjelasan. cuma ya itu, antriannya suka bikin nggak tahan menunggu. Akhirnya beberapa waktu yang lalu atas rekomendasi teman saya kami mencoba Konsultasi ke Ahli respirologi Anak yg sudah senior Dr. Nastiti Rahajoe, prakteknya di rumah beliau di daerah Lamandau - Kebayoran Baru. Praktek dengan perjanjian. lebih nyaman karena kami diberikan slot waktu praktek tanpa antri. kolsultasi pun lebih bebas nggak dikejar antrian pasien berikutnya. cuma ya itu.. prakteknya lebih jauh dari tempat tinggal kami.

Dari dokter-dokter ini kami mendapatkan kuliah mengenai Asma pada anak, pada dasarnya Asma pada anak (pada kasus kebanyakan) akan hilang setelah si anak beranjak semakin besar, dimana semakin baik pula imunitas tubuh nya,  namun juga bukan penyakit yg bisa dihilangkan secara instant. Asma tidak ada obatnya yg bisa dilakukan adalah meredakan gejalanya dan MENGENDALIKAN pemicu nya. 

Ada banyak pemicu Asma, yang paling common adalah debu, udara dingin, makanan yg mengandung gula tinggi, makanan yg mengandung MSG. pada kasus Arwen setelah saya cermati, faktor pemicu yg paling sering mendatangkan Asma adalah Cokelat dan makanan ber MSG. Karena Arwen anak yang gembul, suka banget makan maka saya sering razia dengan stok makanan yang ada di rumah. susah sekali sih meniadakan cokelat dari menu camilan, apalagi kalau belanja ke supermarket anaknya langsung nyamber Astor. tapi memang harus tegas, masa gara-gara astor satu tangkai harus menderita sesak napas semalaman, Wen? anaknya ngamuk juga bodo amat. 

jadi PR besar banget untuk orangtua mengidentifikasi penyebab Asma dan menghindari nya sebisa mungkin. 

ada masa dimana saya kelewat kendor dalam mengawasi pantangan makanan ini seperti 2 hari yang lalu si arwen sempat minum susu cokelat 3 gelas (emang susah nih si anak gembul) malamnya saya bergadang megangin Arwen yg tidurnya cuma bisa dipangku saking sesak napasnya sangat mengganggu. pada tahap ini saya terpaksa memberikan obat-obatan medis yang diresepkan oleh dokter. pada tahap ini nebulizer atau uap yg diberikan untuk melegakan pernapasan adalah teman baik kami.

PR  saya kedepan harus bisa lebih disiplin untuk mengontrol dan menghindari pemicu-pemicu asma nya Arwen. karena rasanya tidak tega kalau badan kecil ini terus menerus dikasih obat. bebrapa hal yang sudah kami lakukan sejauh ini dirumah

  • Meniadakan makanan pemicu asma, no chocolate product, no MSG product. susu UHT yg biasa Arwen minum saya ganti ke susu plain, awalnya anaknya protes tapi saya berusaha tega
  • orangtua ikutan diet dari makanan tersebut diatas. sudah berbulan-bulan saya gak jajan chips, saya juga selalu berusaha memasak cemilan kami sendiri. repot sih, tapi daripada melihat anak menderita kesusahan bernapas kan lebih baik berkorban sedikit, lagipula kebersihannya kan lebih terjamin.
  •  Jaga kebersihan. karpet di Laundry tiap 2 minggu, gorden dan vitrase dicuci tiap 2 minggu, sprei-bedcover wajib ganti setiap minggu, sebisa mungkin semua bagian rumah terkena sinar matahari biar gak lembab.  

Sehat ternyata memang repot, tapi sakit lebih repot mahal dan tentunya lebih menderita, semoga dengan upaya-upaya yg kami lakukan semakin jarang Asma datang menghampiri (kalau perlu sekalian hilang dan minggat jauh-jauh) dari Arwen, sehat terus ya peri kecil ibuk. 


Love & Hugs
noninadia

Casa The Harsya

Hello From Casa the Harsya

14.56

Kalau dihitung-hitung, setelah menikah total saya pindah tempat tinggal 5 kali. dan pindah lokasi kantor 4 kali. saya menyebutnya kutukan kucing beranak, tiap tahun ada aja cerita pindahan rumah atau kantor. membayangkannya sudah lelah fisik dan mental (belum ditambah syndrom morning sickness, hamil, melahirkan dan baby blues) If I look back, men It was Craaaaazy..

2015 adalah tahun penuh syukur buat kami. setelah perjuangan galau, menabung, bokek, menabung lagi, (repeat 7x) akhirnya kejadian juga kami punya tempat bernaung sendiri. 
rejeki Babeh, rejeki Ibuk dan rejeki Arwen yang semoga berkah ya rumah baru ini. 

alkisah pencarian Casa The Harsya ini sudah dimulai sejak tahun pertama kami menikah, bener kata orang, cari rumah itu seperti cari jodoh. dan jodoh selalu tidak disangka dan diduga. karena AKHIRNYA IBUK PENSIUN DARI WARGA JAKSEL MENJADI WARGA BEKASI. 
Gustiiii...
salah apa hamba-Mu ini sampai dikutuk jadi warga Bekasi.. 

Tetapi rejeki memang nggak kemana. rumah yang awalnya kami cari dari daerah Depok, Jagakarsa, BSD, Bogor, berujung ketemu nya disamping rumah orangtua sendiri. Literally nempel sama rumah orang tua. sebelahan. keberuntungan kami banget dapet rumah tinggal berdekatan dengan orangtua. mungkin sebagai pertolongan dan petunjuk bahwa sana anaknya gak bisa masak dan bisa nebeng dimasakin Mama setiap hari. Atau mungkin juga sebagai amanat agar nantinya kami menjaga dan menemari orangtua di masa senja mereka. 

ada hore? horeeee! 

proses pembeliannya terbilang lumayan lancar dan tidak berbelit, DP bisa disiapkan, proses KPR pun lancar, mungkin ini yang dinamakan restu orangtua mempermudah segala urusan anak. Now, we're in the most part of exciting part: Mengisi dan berkreasi di rumah baru! akan ada banyak cerita nya di blogost yg akan datang ya. 


Teras tempat kami ngopi di sore hari, kadang ditemani hujan dan ngeliatin kebun kecil di depan rumah.

Doakan rumah kami selalu menjadi rumah yang hangat dan berkah untuk semua penghuni nya ya, gak sabar berbagi banyak cerita dari sini. 

sampai blogpost berikutnya!


Cheers
noniNadia