a letter to Adekbayi

10.47



Adekbayi sayang, 
Kamu dipanggil adekbayi dulu sampe lahir beneran ya nak, bukannya Ibuk dan babeh gak sayang, tapi sampai sekarang kami masih galau berdebat tentang nama terbaik, iya emang lebay, tapi tidak ada hal yang remeh ketika berurusan dengan kamu, because you are the best thing happen to us. Yes, you, our precious one. Please embrace yourself for having such a rabid parent like us :)



I don’t know how to describe my feeling when I found out that I’m pregnant just 3 months after my wedding day. bubar jalan semua rencana, Maaf ya dek, pada awalnya kami menganggap kamu adalah bukti prilaku sembrono Ibuk dan Babeh, yes I’m that cruel to you

Trimester pertama bukan hal mudah untuk kami lalui, embrio kecil di dalam perut ini selalu minta perhatian, untuk diberi nutrisi dan juga  menolak apapun yang Ibunya makan dengan brutal. You made my life feel so miserably beautiful yet painful. 

Ibu sempat benci kamu dan mempertanyakan kenapa kamu harus ada, tapi secara ajaib you made us in love everytime we saw those black and white USG scan, you grown perfectly healthy and it feel so wonderful knowing there’s a life inside my tummy

Sampai dengan ajaibnya kamu bisa mengubah kami menjadi:
Gakpapa sakit sedikit dan mual minum vitamin yg gak enak itu yang penting adekbayi sehat.
Gakpapa gak nonton midnite yang penting adekbayi cukup tidur.
Gakpapa Ibuk jadi gendut gak karuan dan strechmark nya dimana-mana yg penting kamu tumbuh sempurna dan nyaman di dalam sana. 
Gakpapa babeh cari tukang bubur ayam jam 4 pagi yang penting di dalam sana kamu dapat cukup nutrisi. 
You made us learn how to love even before you’re arrive.  Terimakasih ya sayang.

Menjadi orangtua bukan pilihan yang kami buat dengan mudah, tapi terlalu terlambat juga untuk mengelak, dengan ajaibnya At this point me and your babeh can’t  patiently wait for you to come, we’re  just too excited to welcome you to this Imperfect world. 

Ada banyak doa yang akan terucap di hari lahir mu nanti, let us start with an apology..
Maafkan kami jika nanti duniamu tidak sempurna, 

Kami berjanji sejak Saat pertama kali kamu terlahir di dunia, Kami akan menjaga siang dan malam, Kami akan mendidikmu dengan semaksimal ilmu yang kami punya. Itulah mengapa kami akan menjadi orangtua yang tidak sempurna. We’ll made mistake, you’ll teach us, a lot. 

Kami berjanji sejak saat pertama kali kamu terlahir di dunia, we will love you unconditionally, memberikan respect atas pilihan-pilihan yang akan kamu buat di masa depan. Itulah mengapa kami akan menjadi orangtua yang tidak sempurna. We’re sometime make a wrong decision or being a stubborn parent. Please, please, please do remind us. 

Jika kamu mulai belajar nanti, Don’t you worry about heaven and hell. You are just a selfish prick if all you think is whether you got a place in heaven, or be spared from hell.
But do worry about how you treat other people. Be honest, Be nice, be compassionate, be helpful. Don’t strive to be a genius, but first try not to be a douche, a jerk, or a prick. Your intelligence can not bring heaven to your life. But other people can. And hell they can bring also. So be nice to other people.

Be thankful for what you have. It’s ok to have an ambition for what you become, but please do remember, this word is enough for every man’s need but not every man’s greed. Learn how to share, even from simple things.

Do not be ignorant. Respect knowledge, respect wisdom. There is not anything under or over the sky too sacred for you to question.

Teruslah mengingat, kami akan selalu menganggap kamu bayi kecil walaupun kamu berusia 21 tahun nanti, kami ingin melindungi dengan segala keterbatasan yang 2 tangan kami bisa raih. Be open to us, share us your story.

Akan tiba hari dimana kami akan melepaskan kamu pergi, atau mungkin kami yang lebih dahulu pergi. Doa kami tidak pernah putus walaupun mungkin fisik kami tak tampak lagi. 

Jika kamu sudah bisa baca surat ini, pesan egois Ibu Cuma satu: Please, don’t grow up too fast :’)
I will never be ready.

The list won’t stop here; it will grow as you grow. We’re just can’t wait to us grow together.

Sampai ketemu di hari lahir kamu ya, nak!

Peluk dan cium sayang,
Ibuk & babeh




Tissue mana... tissue.... :')  




You Might Also Like

3 comments