Cerita nadia

The Past 2013

10.58

Dimulai dengan
Malam tahun baru 2013


Dilamar sama orang yang baru 2 bulan dipacarin. It was like “WHAT? You sure? Really?”
Lalu dengan mudahnya bilang : IYA! Abis itu nyesel sik.. kenapa nyesel? YAEYALAH... 
No romantic dinner, No candles, No Ring, No Photographer, No Flowers,   
EVEN HE DIDN'T ON HIS KNEE?!
But look how happy my face!
*aku menyesal jadi cewek gampangan L*lalu dikeplak suami*


·Hadiah ulang tahun paling cool sepanjang sejarah 
tcoba taun depan yg pegang kertas diganti Christ Martin ya dit!




a Stressful job like Kaiju? Its.. manageable!


karir dan pekerjaan, mungkin bener apa kata mbah jingkrak, saya gak cocok kerja di air. cocoknya jadi tukang batu. 
tahun ini kalo di review dari awal tahun kerjaan nya rusuh pisan, 11-12 lah kayak Gypsy danger ngadepin Kaiju. 


dealing with a very stressful Job is not easy, but sombody's gotta do it. the brightside is, we're on top so far. mengamini benar adanya bahwa "with great power (and money :p) comes great responsibilities."

so.. Bring me the Kaijuuuuuuuuu 



You can't make friend with everyone
but I've found a new family this year. berawal dari satu kelompok pertemanan yang suka olahraga bareng, menemukan bahwa pertemanan di usia dewasa masih sangat mungkin dilakukan dengan tulus dan tanpa pretensi. 


terimakasih untuk pertemanan yang sangat menyenangkan ini, untuk 1145 chat sampah dalam sehari yang dilanjutkan dengan analisa serius teknik berlari :p

mengingat masih ada 650 juta rencana kegiatan yang belum terlaksana, kayaknya kita temenan dan main bareng nya masih lama ;) 

*group hug* 


To other continent I traveled! 


·        Melakukan pembenaran untuk menghabiskan setengah dari budget catering nikahan untuk melakukan perjalanan Impulsip menginjakan kaki ke benua seberang. So this is the story from down under.
Hasilnya? Hati senang dompet kunang-kunang. Untung bayar catering tetep kejadian



Menikah 
Marriage allow you to annoyed one person for the rest of your life. 
well, I know forever is a long term, but I don't mind to spend the rest of my life, with you... 


been dealing with marriage life, nyebelinnya 80%, tapi bikin seneng nya 500%!

Commuter on Training - Failed! 
berusaha dengan sekeras baja menjadi komuter di rimba Jakarta yang sungguh kelam ini. setiap pagi di hari kerja berjuang bersama 3 juta kelas pekerja yang menyerbu tol dalam kota. hasilnya? Gagal blas.. 

*kibar-kibar bendera putih dengan baju compang-camping* 

setelah 3 bulan 10 hari menemukan sarang yang nyaman di tengah kota, belajar mandiri mirip kayak jadi anak kost. anak kost yang lebih decent karena gak tiap hari makan di warteg! 

say hello to the Harsya's sanctuary
2013, the healthy and healthier us! 
setelah menikah, berhasil menyeret mas Suami ikut latihan Masterbootcamp. kalimat: "I dont ask you to give me the world, just promise me to stay Healthy" sungguh manjur adanya :p 

tapi, 2 geraham belakang dicabut tahun ini. rasanya seru sakit gimana gitu. 1 more to go, menunggu siap mental ya budok. 

Muka pipi bengkak, cold compress.. dan Selfie masa kini! 

hidup sehat membuahkan hasil, setelah hampir 4 bulan diteror para tante resek dengan pertanyaan "Kapan punya anak?" 

we're actually not expecting this thing coming that fast, kebobolan kak.. but we're happy as a clam!
I feel so miserable on the earlier of first trimester. untuk pertama kali dalam hidup merasakan nginep di rumah sakit dan ditusuk infus. diagnosa nya? Malnutrisi! *siap2 diketawain asosiasi gizi nusantara* 

we're going on the 2nd trimester now. happy to feel a kick in my tummy. sehat terus ya kamu nak, can't wait to see you :-* 

week 18!


Overall, tahun 2013 adalah tahun yang menyenangkan, berkah berdatangan tak ada habisnya, akan ada banyak harapan terucap untuk 2014. yang pasti sih presiden Indonesia ganti. 

sampai jumpa tahun depan yaaaaa

kecups 
noniNadia 







Curhat

Asuransi buat si calon ayah

20.47

Salahkan saja hormon, tapi sejak hamil saya anaknya jadi over sensitive dan paranoid berlebih. Untung aja kali ini paranoid nya berbuah bener. Biasanya ngaco..

Ini mungkin efek ketularan suami saya yang anaknya overthink level akut, jadi sejak hamil saya mikir nya jauh banget, ujug-ujug pengen cari TK yang dan SD yag memberikan pendidikan dasar budi pekerti lebih banyak dari pendidikan agama, ujug-ujug browsing program kuliah mana yg lebih banyak mengajarkan dan mendorong mahasiswanya jadi punya jiwa social dan enterpreneurship tinggi. 

Coba bu, usia anaknya berapa? 4 bulan... 
masih di dalam kandungan K
Iya, lebay..

Mudah-mudahan nanti saya gak jadi emak-emak rabid yg nyebelin gitu ya..
Urusan duit beda lagi, list nya udah panjang, dari nyiapin dana melahirkan, nyiapin dana beli perlengkapan perang si adebayi, ditutup  ngitung dana pendidikan nya dia dari pre-school  sampe Kuliah (Uang pangkalnya doang sik) Result: Tenggak Neuralgin 2 butir.. 
gentar mak.. gentar..

Nah, pas lagi itung-itung itu saya baru sadar, penghasilan yang mensupport dana-dana nyeremin diatas kan berasal dari 2 pihak, saya dan suami saya. Tiba-tiba jadi parno, gimana kalau tiba-tiba salah satu penghasilan menghilang?

Nah, kali ini keparanoid an saya berbuah agak bener dari yang biasanya ngaco, jadi coba buat riset untuk mencari asuransi jiwa buat mas Suami, kenapa buat mas suami? Karena dia gajinya lebih gede :p  karena asuransi jiwa saya sudah di cover oleh kantor sementara suami belum.
Gini ya, perlu di mengerti dulu, Asuransi jiwa itu fungsinya BUKAN UNTUK MENGGANTI NYAWA! (nyawa kalo udah hilang mah diganti satu dunia juga gak bakal balik!) nih fungsi asuransi jiwa yg bener:

1. Melindungi keluarga dari kehilangan penghasilan jika pencari nafkah utama meninggal dunia.
Jadi selama punya pasangan yg wajib dinafkahi, ada anak yg harus diberi makan dan  dibayarkan uang sekolahnya, sifatnya wajib punya asuransi jiwa. Hayoooo *kasih cermin*
Agar asuransi jiwa berfungsi optimal, maka perlu dihitung berapa sih uang pertanggungan yang cukup.  Itungan sederhana nya Paling tidakcukup besar untuk memberikan bunga/retur sebesar gaji per bulan jika didiamkan di deposito, obligasi/sukuk, atau reksadana pendapatan tetap.
Saya sih pake itungan bego-bego an. Paling tidak dana  dari uang pertanggungan tersebut bisa menghidupi keluarga dalam rentang waktu 10 tahun, jadi kalo si Ayah penghasilannya 10 juta per bulan UP nya: Rp. 10.000.000,- x 12 bulan x 10 tahun = 1.2M 
2. Melindungi keluarga dari beban utang.
Apa kabar jika pencari nafkah utama meninggal, keluarga yg ditinggalkan masih nyicil KPR? Ada utang usaha?
Nah. Perlu banget untuk menginventarisi utang keluarga dan dimasukan ke dalam jumlan uang pertanggungan.
3. Sebagai final expenses (biaya kematian).
Meninggal dunia itu butuh biaya dengan banyak nya ritual di budaya orang timur . belum lagi di perkotaan, tanah pemakaman harganya mahal, bisa jutaan rupiah hanya untuk sewa selama tiga tahun.
Pilihannya ada dua: apakah mau menyuruh anak-anak untuk membayar semua biaya itu, atau mempersiapkan sendiri mumpung masih hidup. Asuransi jiwa dapat dipandang sebagai salah satu cara mempersiapkan biaya terakhir hidup kita. Setidaknya ketika seseorang tiada, ia tidak pernah dikenang sebagai beban yg menyusahkan keluarga yg ditinggalkannya.
 Udah nyeremin belum? Iya udah. Makanya saya mulai riset ke beberapa produk asuransi jiwa yang kira-kira feasible dan bisa memenuhi kriteria diatas. Setelah dicari dan ditimbang-timbang, Produk yg dibutuhkan adalah asuransi jiwa Murni tradisional term 20.
Artinya premi yg dibayarkan nilainya tetap selama 20 tahun dan di akhir periode tidak ada hasil yg dikembalikan, tapi biasanya mereka memberikan uang pertanggungan yang besar. Yah? Gak nabung dong kalo uangnya hangus di akhir periode?
Iya. Kita kan bayar manfaat perlindungan asuransinya. untuk tabungan dah investasi punya instrumennya sendiri, ada sih jenis asuransi Jiwa-unit link yg di akhir masa pertanggungan ada uang kembali. Tapi, ketika saya bandingkan dengan UP yg sama (1.5 Milyar) si unit link premi nya Rp. 2jt Sebulan (24juta setahun), sementara asuransi Murni cuma 5 juta setahun!
Tapi kan ada uang kembali di akhir periode? Ya ngapain kalo uang kembali nya gak seberapa dan dipotong biaya administrasi dan reasuransi yg gede banget? Mending diinvestasikan terpisah.
Untuk si calon ayah, asuransi jiwa sudah dibeli sesuai dengan uang pertanggungan yang keluarga kecil kami perlukan. Jadi semacam mixed feeling ketika semua ini sudah di set up. Kami tau kami berada di dalam perlindungan asuransi yg bikin aman kondisi financial yang aman, lega di satu sisi :)
But when a question came out: “what is your plan, if one day, I died?”
We’re just hugging each other tightly and said: absolutely no idea. No, I believe it won’t come. We’re gonna living next 100 thousand years!
*lalu jadi cengeng ...*

doakan si calon ibu cengeng dan si calon ayah sehat terus ya. 
amin!

kecups
noniNadia