Girls, Let’s Married a Rich Guy!

14.50


Kalo cita-cita dalam kalimat diatas adalah prioritas kebanyakan cewek di dunia, maka hidup gw selesai. Gagal. Titik. But surprisingly, gw merasakan hal yang sebaliknya. I feel excited to begin a new (financial and assets) Journey.
Eh disclaimer dulu, di dalam tulisan ini tidak akan ada Judgement untuk perempuan diluar sana yang berhasil menikahi pria mapan, setiap orang punya masing-masing jalan untuk menggapai rejekinya, alhamdulilah  ada jalan yang dimudahkan. Silahkan dinikmati dan disyukuri ya.
Pernah ada petuah jahil yang bilang : “boleh salah pilih Istri/Suami, asal jangan salah pilih mertua, kalo bisa keturunan keluarga Cendana”
Alasan pertama: I ignored this advice. Alasan kedua: Gak nemu anak laki-laki dari keluarga Bakrie yang bisa gw kawinin, jatuh cinta nya bukan sama anak pejabat, terakhir di cek, anaknya SBY juga udah kewong semua. alasan ketiga: Gw menikahi anggota keluarga cemara. 
Yah...  noni gagal  L.penonton kecewa.

Berikutnya: “Gakpapa deh, bukan anak keluarga Cendana, tapi dijamin punya  masa depan cemerlang”
Untuk advise yang ini harus gw akui ada benarnya, tapi ada cerita menarik yang gw temukan dari Internet ceritanya bisa diliat disini:
A young and pretty lady posted this on a popular forum: 

Title: What should I do to marry a rich guy? 
I'm going to be honest of what I'm going to say here. I'm 25 this year. I'm very pretty, have style and good taste. I wish to marry a guy with $500k annual salary or above.

You might say that I'm greedy, but an annual salary of $1M is considered only as middle class in New York.  My requirement is not high.  Is there anyone in this forum who has an income of $500k annual salary? Are you all married?

I wanted to ask: what should I do to marry rich persons like you?

Among those I've dated, the richest is $250k annual income, and it seems that this is my upper limit. If someone is going to move into high cost residential area on the west of New York City Garden (?), $250k annual income is not enough.

I'm here humbly to ask a few questions:
1) where do most rich bachelors hang out? (Please list down the names and addresses of bars, restaurant, gym)
2) which age group should I target?
3)  Why most wives of the riches are only average-looking? I've met a few girls who don't have looks and are not interesting, but they are able to marry rich guys.
4) How do you decide who can be your wife, and who can only be your girlfriend? (My target now is to get married)

Ms. Pretty 


A philosophical reply from CEO of J.P. Morgan: 

Dear Ms. Pretty,
I have read your post with great interest. Guess there are lots of girls out there who have similar questions like yours. Please allow me to analyse your situation as a professional investor.

My annual income is more than $500k, which meets your requirement, so I hope everyone believes that I'm not wasting time here. From the standpoint of a business person, it is a bad decision to marry you. The answer is very simple, so let me explain.

Put the details aside, what you're trying to do is an exchange of "beauty"  and "money" : Person A provides beauty, and Person B pays for it, fair  and square.

However, there's a deadly problem here, your beauty will fade, but my money will not be gone without any good reason. The fact is, my income might increase from year to year, but you can't be prettier year after year.

Hence from the viewpoint of economics,  I am an appreciation asset, and you are a depreciation asset. It's not just normal depreciation, but exponential depreciation. If that is your only asset, your value will be much worse 10 years later.

By the terms we use in Wall Street, every trading has a position, dating with you is also a "trading position".
If the trade value dropped we will sell it and it is not a good idea to keep it for long term - same goes with the marriage that you wanted. It might be cruel to say this, but in order to make a wiser decision any assets with great depreciation value will be sold or "leased".

Anyone with over $500k annual income is not a fool; we would only date you, but will not marry you. I would advice that you forget looking for any clues to marry a rich guy. And by the way, you could make yourself to become a rich person with $500k annual income. This has better chance than finding a rich fool.

Hope this reply helps.

Signed, 

J.P. Morgan CEO
  
The bitter fact is: I’m not married a rich guy J.
Apakah gw menikahi pria dengan masa depan cemerlang? Bisa jadi. Tapi menurut gw, yg paling penting disini adalah bukan tentang mencari pasangan yang cemerlang, rich or poor. Tapi refleksi yang ada di dalam diri sendiri.
Gw percaya, good people deserve good people. Jadi, gw lebih setuju dengan konsep menyiapkan diri dan terus berusaha untuk menjadi orang yang baik setiap harinya. Gak ada yang salah dengan keinginan mendapatkan pasangan yang lebih mapan atau lebih cemerlang. Tapi percayalah, segala sesuatu di dunia ini butuh penyeimbang.
Gw baru saja melalui fase jatuh cinta berbunga-bunga, rembukan keluarga di pesta pernikahan yang penuh tawa, sampai pada hari ini  ketika pesta sudah selesai. Kenyataan datang menghadang.
Akan terdengar sok tau jika statement ini disampaikan oleh gw yang baru menikah kurang dari dua bulan, tapi jujur aja mulai terasa bahwa menikah adalah sebuah pekerjaan yang kontraknya seumur hidup, tidak ada fix remuneration, tidak ada cuti, dan tidak ada (kecuali mau cerai. *ketok kayu*) kesempatan untuk melayangkan surat resign. Jadi, kontribusi dan effort idealnya datang dari kedua belah pihak. Nah, kalo dari awal udah menggantungkan harapan kepada pasangan cemerlang tanpa mau berusaha, apalah jadinya?

I’m not an expert in finance but I do intend to share what I experienced. Semoga bisa jadi bahan rujukan teman-teman  yang sedang berjalan menuju stage ini.
Gue rasa di jaman susah gini, gak ada salahnya pasangan yang akan menikah duduk bareng dan buka-bukaan soal uang. And as an individual, we want to be the part of the solution kan, bukan part of the problem. Emang rasanya pasti aneh dan akward.  In our case, kami memulainya ketika sudah fix merencanakan menikah. Awalnya gw sibuk overthink tentang bagaimana pasangan akan bereaksi terhadap ke kepo an yg gw lakukan, tapi lagi-lagi kuncinya ada di komunikasi.

Sesederhana analogi ketika dua perusahaan mau merger, masing-masing tentunya mengharapkan profit. Tapi kan gak semua kondisi perusahaan ada di level excellence. Nah, kendalanya adalah lebih kepada keterbukaan kedua belah pihak, untuk memaparkan menerima masing-masing kekurangan, dengan ini jadi bisa nyari celah kan, sektor mana yang bisa di optimalkan untuk mendapatkan profit. Ini gak bakal kejadian kalo salah satu pihak hanya mengandalkan pihak lain. Kecuali kalo mengharapkan kondisi simbiosis komensalisme.
Nah.. masa mau dianggap sebagai beban? Pikir-pikir lagi ya.

Nadia sok tau!
Emaaaaaaang.....

Pertimbangan berikutnya: bargaining power sebagai seorang perempuan, Im not intend to be sexiest, gw juga bukan anggotan feminis garis keras, gw masih menganut faham perempuan yang melayani dan nurut suami. Pun gw menaruh kepercayaan penuh bahwa sang suami akan mencintai, berlaku adil dan tidak akan menyianyiakan istri sesuai dengan janji yang diucapkan ketika ijab Kabul. Tapi siapa yang bisa menjamin apa yg akan terjadi di masa depan?
Melihat banyaknya kasus kekerasan rumahtangga atas nama cinta, penting bagi perempuan untuk punya pegangan, dan punya kekuatan berdiri diatas kakinya sendiri. Nah,hal ini gak akan kejadian lagi kalo niatan dari awal adalah “cuma” menikahi pria kaya.


Iya, analisa gw diatas kebanyakan sok taunya, tapi Yuk dipikirin lagi terutama untuk teman-teman diluar sana yang masih menunggu dijemput pangeran tampan. Godspeed, sister! J

Kecups
noniNadia 

You Might Also Like

0 comments