A Story from down under

11.26



Beberpa jam sebelum gw posting “being normal gets you nowhere” di bulan September 2012, gw baru saja melakukan tindakan Impulsif, membeli ticket promo Garuda Indonesia Jakarta-Sydney- Jakarta. Kelakuan edan dan diluar akal sehat tanpa pertimbangan di sektor keuangan dan ketersediaan cuti ini adalah pure akibat dari kesintingan gw akan obsesi untuk menginjak benua lain, karena kalo ke eropa si noni belun mampu (mudah-mudah 2016, amin!) jadi yang paling bisa diwujudkan ya ke benua bawah sana. Austrelyah Im coming!  

Tentunya tindakan impulsive ini tidak akan berwarna tanpa menjadi setan untuk menjebol tabungan orang lain untuk dijadikan partner travelling, berhubung waktu itu lagi jomblo (hiks!) yg diajak (dan yg satu-satunya berani mengambil resiko gila-gilaan) Cuma kakak Olip. 

Tiket diisued 6 bulan sebelum keberangkatan, namanya juga promo cin. Banyak banget cerita deg-degan dalam persiapan travelling ini, drama visa saking panjangnya harus diceritakan di post terpisah. Tapi segala kerempongan persiapan  terbayar lunas. Gw gak  keberatan mengulang segala kerempongan apply visa demi kembali lagi ke benua bawah sana. Aku jatuh cinta..



Surrounded Sydney
Kingsford Area  (Sydney suburb) 

Pesawat GA 712 yang gw tumpang terbang direct dari Jakarta mendarat di  bandara Kingsford Smith Sydney, letaknya di daerah suburban, kebetulan kami nebeng diApartment kak Anna di daerah kingsford deket Universitas New South wales (UNSW- asiiikk.. banyak dedek-dedek mahasiswa), jadi dari Apartment ke bandara deket banget.




gak sulit untuk jatuh cinta dengan Sydney, di daerah sub-urban yang cantik dan teratur,  langit biru, udara bersih, halaman rumah yg dihiasi daun maple yang berguguran. Oh iya, gw kesini pas musin gugur baru mulai, jadi cuacanya nyaman banget, langit cerah plus  semilir angin sejuk. Lagi-lagi kasihan ya jadi orang Jakarta, ngeliat beginian aja kagum.. 



Red brick house, Apartment kak Ana dan kak Farah.. terimakasih sudah memberi tamu super resek ini kamar super nyaman untuk berbagi. *sungkem*


downtown Sydney.
Kembali lagi terkagum-kagum dengan kota Modern yang bersih dan teratur, banyak juga bangunan vintage yang masih terawat cantik. Sydney is a slouch by any strech of the Imagination; fantastic weather, cutting edge cruisine and a vibrant city lifestyle combine. kota ini sangat multikultural, gw melihat berbagai macam etnis baik di city maupun di daerah sub urban, dan surprisingly banyak bule-bule cakep. model-model abege one direction mah berserakan jadi kasir Seven eleven. 




Pose Wajib 
penduduk Sydney sangat dimanja dengan ruang Hijau yang tersebar dimana-mana, tercatat lebih dari 400 taman terbuka di seantoro kota dengan luas lebih dari 188 Hektar are. kalo dibandingin ya keseluruhan taman di jakarta luasnya gak sampe seperlima nya. sedih ya? 
Jadi pemandangan sore-sore makan es krim sambil duduk-duduk di rumput biasa banget. banyak juga ngeliat anak-anak sekolah yg duduk-duduk di rumput sambil belajar dan buka laptop. 
semoga suatu saat kota yg gw tinggali bisa se nyaman ini. tuh makanya sering-sering traveling, semakin banyak jalan-jalan semakin banyak juga doa yang dipanjatkan kan? 

Darling Harbour, tempat Hits anak muda Sydney kalo malem mingguan,
tiap dua minggu ada Fireworks show

colour of autumn
Setiap akhir minggu, di dekat areal harbour Bridge, ada The Rock weekend Market, banyak benda unik yang bisa ditemukan disini, kebanyakan yang dijual adalah art product dan house ware yang di design langsung oleh seniman asli australia. banyak gallery, pernak-pernik dan food stall nya juga lucu. rasanya mau borong semua, tapi apa daya, saya turis dari dunia ketiga yang masih menyerah dan pikir-pikir ketika harga kurs AUD di konvert ke Rupiah.

Oh ya, di areal the Rock ini banyak banget bangunan vintage yang super cantik, nih suasana menyenangkan weekend market nya:






This is how lovely Sydney could be 
Sydney Olympic Stadium, sisa-sisa Fasilitas Olimpiade 1996 yang masih bikin miris tiap gw liat GBK :( 
Enaknya duduk-duduk disini..
sambil pacaran :p 

A taste of Europe at Melbourne


I Left my heart in Melbourne, this is the 1st sunrise I saw, oh how I love this city. Perjuangan terbang 1 jam naik Tiger Airways dari Sydney pagi-pagi buta dengan suhu yang bikin menggigil langsung terbayar lunas begitu sampai di Melbourne. kota ini cantiknya kebangetan. gakpapa deh gw gak kesampean keliling Eropa tahun ini, semua bisa diliat dan dirasakan disini. 

Melboure berpusat di yarra River, pada kunjungan gw maret lalu, dengan beruntungnya pas banget dengan perayaan Moomba Festival. 
ada pasar malam disepanjang Yarra river, ditutup dengan Fireworks show, jadi gw ngerasangin tiduran di rumput pinggir sungai, melihat langit malam warna-warni oleh kembang api. seperti ada di surga :') 


Almost half of Melbourne population was born abroad and at least 122 different languange are spoken in the city. so I experienced a world without strangers moment.


Kami menginap di Novotel on Collins, terimakasih sekali lagi kami ucapkan untuk Accor corporat staff  kak Yuli, dengan biaya seperempat nya liburan ini terasa Hedon tanpa bikin jebol rekening  :p 
hotel nya deket banget kemana-mana cukup jalan kaki atau loncat ke trem. 






Distilerry Picnic Area, Melbourne suburb


I saw a Golden sand..
Soal Pantai, gak akan pernah ada yang bisa mengalahkan indahnya pantai tropis Indonesia. titik. 
tapi ketika mengunjungi australia trip kemaren gw sempet mengunjungi beberapa pantai, kesan pertama yang terlintas adalah: rapi dan bersih. 
hehehe suasana negara maju nya gak bisa di bohongi. eksperimen aneh satunya adalah.. jalan di pantai, ngerasin matahati bersinar terang, tapi rasa pasirnya kayak abis disiram air es. brrrr


Gibson Step - near Twelve apostle
I saw  Gonden Sand!
Garis Pantai sepanjang Great ocean road


The famous Twelve apostle - 6 jam perjalanan darat dari Melbourne 
Bondi Beach Sydney, Udah celingukan nyariin mas-mas Beach Guard gak ada yg nongol 
Cogee Beach - Sydney 
A castle - la Perouse - Sydney 
Foto ini ditampilkan semata-mata hanya untuk tujuan pamer. demikian :p 
A cutie Little Creature
masa ke ostrali gak foto sama kanguru? gak Hits! 




Let’s meet various gigantic meals

Makan enak adalah ritual paling menyenangkan dari trip ini. gw percaya orang Australia adalah keturunan langsung dari T-Rex. porsi makan mereka gak santai. sepanjang 9 hari trip, gw belum pernah berhasil mengabiskan 1 porsi makanan sendirian.  menu khas orang Austarlia adalah.....
Fish and chips. iya gitu aja, kayaknya gak ada yg khas banget sama makanan sini, makanan bule kebanyakan aja, cuma emang porsinya ditujukan untuk orang asia yg udah dua bulan puasa. 

Pancake on the Rock- Darling harbor 


food stall di weekend Market The rock 
Doyle Fish and Chips 
Hurrican Grill, Jadi, 1 Porsi Ribs ini beratnya sekilo. iya.. makanan T-rex

Oh iya, pas main ke Bondi beach, gw sempet cicip Cokelat mars yang dibungkus tepung dan di goreng di dalam batter. penampakan nya sih gak cantik, kayak pisang goreng aja gitu tapi pas dimakan, campuran tepung, butter dan cokelat leleh nya.. Gila, enak pisan! 

Shopping like crazy
mengingat Kurs AUD yang sangat tidak ramah terhadap nilai tukar rupiah, shopping ini both city Sydney & Melbourne is not a popular Option, tapi namanya juga orang Indonesia, gak mungkin jalan-jalan gak pake belanja. beruntung kita anaknya penuh ingin tahu dan penuh kebulatan tekad untuk menemukan D-FO (Direct factory outlet) di pinggiran Kita Melbourne, smape nyasar, jalan kaki tengah hari bolong juga dibela-bela in. hihihi 
D-FO ini konsepnya mirip mall, isinya toko-toko International Brand yang menjual barang-barang yang last season atau ada cacatnya dikit. Harganya? Murah! 

gw menggila di Sports appareal. dari harga sih mirip-mirip dengan yg ada di Indonesia tapi dari variasi produk, banyak banget yg gak dijual di jakarta ada disini.. *brb* telen kartu kridit 















Kegilaan berikutnya adalah di Counter Fossil. tas yang di Jakarta bisa seharga 2-3 Jutaan disini bisa cuma 50 AUD. (500 ribuan) ok. maaf gak ada fotonya, waktu itu panik banget samber sana samber sini.. boro-boro mikir mau foto-foto, bisa jalan lurus gak keberatan tentengan aja udah syukur. 




Buat yg bawa pasangan 


The best part is: A good friend
mengunjungi Sydney artinya mengunjungi kota tempat sahabat semasa SMA gw tinggal, namanya Echa, setelah hampir gak ketemu selama.. uummm.. ummm.. 9 tahun kali ya, akhirnya bisa kejadian juga ketemuan dia disini. Echa adalah orang pertama yg gw kabari setelah ticket diisued enam bulan sebelumnya. banyak banget cerita-cerita setelah 9 tahun gak ketemu. demi dia juga gw rela bawa-bawa nastar ngelewatin customnya bandara Sydney yang super resek. well, high school will be high school no matter how old you are. 

 https://mail-attachment.googleusercontent.com/attachment/u/0/?ui=2&ik=80f296b8fb&view=att&th=13fe74ec772671cb&attid=0.1&disp=inline&safe=1&zw&saduie=AG9B_P8daMRGAkWNmuFhboUNpPfv&sadet=1373976487589&sads=fkRtUW5bom1pRGssvDdfpgVCsKw&sadssc=1
 
lalu Agenda sampingan dari trip ini adalah mengunjungi (dan dapet bonus tumpangan Apartment Super nyaman) dari kak Ana, temen dari kakak Olip. kebetulan kak Ana lagi post graduate di UNSW, bonus lainnya adalah gw jadi ngerasain gimana fun nya kehidupan mahasiswa di Sydney. 
karena jauh dari keluarga dan merantau di negeri orang, masing-masing dari mereka sangat dekat dan toleran satu sama lain. banyak hal yang di share, banyak hal yag diketawain bareng-bareng. nyari diskonan beras di supermarket juga dijabanin bareng-bereng.. 

seneng banget sempet merasakan kehangatan seperti ini walaupun cuma seminggu. Thank you for having us!I hope to see you guys very soon :* 



Bachelorette party suka-suka di Bondi beach 


*tarik napas* 
sungguh post yang panjang. segitu aja ya cerita si noni jalan-jalan ke benua bawah sana, sangat-sangat-sangat berharap suatu hari nanti bisa balik lagi. semoga ada kesempatan. amin.


kecups 
noniNadia 







You Might Also Like

0 comments