Tentang Pilihan

20.08

I Considered myself Awesome.. 
hahaha (apaan sih ini ujug-ujug muji diri sendiri) 

Well, I Have survived my entire life until this point. I have survived traumas, heartbreak, devastation, the different phases of life. and here I am.. 

and I have been dealing with all stupid social pressure. (mulai terdeteksi tsurhat colongan).

Jadi gw dan mas suami sama-sama datang dari keluarga besar, namanya banyak kepala banyak pula pendapat dan opini di dalamnya, gak bisa semuanya di kontrol dong, jadi mungkin perbedaan antara perhatian dan menjadi Kepo itu tipiiiiiiis, nah disini social pressure akan terasa banget. 
mungkin maksudnya perhatian, but when it comes to become a redundant, pertanyaan-pertanyaan ini akan melenceng jadi irritating dan judgement. 

I have been deal with that for my entire life, setelah kemarin-kemarin kenyang ditanya "kapan Nikah?" sekarang gw sampai di stages: "kapan mau punya anak?" dan kabar baiknya peserta grup kepo bertambah 2 kali lipat, dari tante halus yg cuma bilang " di doakan cepet dapet momongan yaa.." 
sampai dengan tante agresi militer yg tba-tiba muncul, usap-usap perut dan komat-kamit baca doa cepet hamil.  ngok! 

iya. ganggu. 
social pressure juga terjadi di banyak pilihan hidup. mungkin setengah populasi keluarga gw akan teriak histeris kalo gw bilang pengen nunda punya anak dulu demi banyak hal yg ingin kami kejar. 

Namanya nolak rejekiiiiiiii

Kalo warna baju aja bisa jadi sumber debat panjang gimana dengan pilihan-pilihan yang lebih besar?
padahal kan ini hidup kami, (yg seharusnya bisa jadi) Pilihan kami.

Sampai di suatu hari, gw mengajukan pertanyaan ke mas Suami: 
"Kak, What if, di masa depan, walaupun aku tidak mengharapkan nya, anak kita mengambil keputusan di dalam hidupnya menjadi seperti yg tidak banyak orang harapkan? and He/She should have to survive judgement from this entire family. how you deal with that?

and surprisingly my Husband answer: 
"He/She is our kids anyway. no matter what they become, we're gonna support them on the first place. mungkin akan ada ekspektasi seperti layaknya kebanyakan orangtua, tapi aku ingin memperlakukan anak-anak ku seperti aku ingin diperlakukan oleh orangtuaku saat ini, So I shall respect their choices" 

" Ini memang baru janji, kita gak akan tahu apa yg akan terjadi di masa depan, and how we deal with a dissapointmen jika memang nantinya akan terbentur dengan pilihan sulit yg dipilih mereka."

*lalu noni terharu*sambil bilang amin*

Anggaplah obrolan selewatan ini menjadi doa kami untuk menjadi orang yang lebih bijak di masa depan, untuk menjadi orang yg lebih punya empati terhadap hal-hal yang terlalu sensitif untuk ditanyakan ke orang lain. untuk membiarkan Anak kami nantinya survive dengan pilihan-pilihan hidupnya dengan support terbaik yang kami bisa beri.

well Kid, Life is a Journey with problem to solve, lesson to learn, but most of all, Experiences to enjoy.. 
so enjoy your choices, make a mistake and learn from that. 
kalo ketemu tante resek cuekin aja ya.. 

*kirim peluk dan cium ke masa depan* 

noniNadia


You Might Also Like

0 comments