Generasi Sandwich

15.32


Disclaimer : judul ini gw pilih karena efek puasa gak pake sahur. Mau protes? Yey suka-suka yg nulis dong? Muahahahahaha *ketawa nyi Blorong* 


ternyata setelah gw gugling memang ada istilah untuk si Generasi Sandwich ini. jadi keputusan ngasih judul bukan semata-mata efek laper ya hahaha. 

Okay, lets elaborate, pemikiran ini Bermula dari obrolan gw dengan seorang teman. Tentang keluh (gak ngeluh sih harusnya, tapi sharing) bagaimana dia berjuang sebagai anak rantau yang harus memenuhi biaya kuliah adiknya.  Sementara kebutuhan dia hidup di Jakarta dengan lifestyle dari peer dan lingkungan sosialnya juga tidak bisa dibilang murah. Megap-megap dong? Pastinya. Hidup di Jakarta mahal cyn.

Profilnya kira-kira gini: A, Single, usia 20an akhir atau awal 30, sudah bekerja kira-kira lebih dari  5 tahun, karier nya di mid level ya. Penghasilan bisa dibilang cukup, Artinya dia bisa memenuhi segala kebutuhan. Plus sedikit menabung. Cashflow nya pun masih positif,  masih ada sisa setiap bulan dan gak ngutang.

Keadaan diatas mungkin akan ideal dan  sejahtera bahagia  jika si A bukan datang dari generasi sandwich. Apa sih generasi Sandwich? Ini istilah yang gw ciptakan secara bego begoan untuk menyebut golongan yang bertanggung jawab atas 2 generasi, generasi diatasnya dan generasi dibawah. Aplikasi dalam kehidupannya kira-kira bisa dilihat pada kasus si A, seharusnya pada kondisi sekarang A sedang menikmati apa yg sudah bisa dia hasilkan sendiri dan menyiapkannya untuk generasi dibawahnya which is jika ia berkeluarga dia akan bertanggung jawab membiayai anaknya. 

Tapi pada kenyataannya, selain akan bertanggungjawab membiayai anaknya A juga harus struggle untuk membiayai sang adik yg sebenarnya adalah beban orangtuanya. Jadi si A terjepit diantara beban 2 generasi.

Apakah disini gw akan menyalahkan orangtua si A? Ada sih kontribusi beliau untuk bikin situasi menjadi sulit, tapi dengan pikiran positif gw akan bilang bahwa ini adalah kesempatan A untuk membalas budi kedua orangtuanya dalam sisa kehidupan mereka.  Membantu orangtua ketika masih diberikan kesempatan oleh yang Maha Kuasa.

Apa sih yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan ini? Well, menurut gw nasi sudah menjadi bubur. Untuk saat ini A gak punya pilihan, walaupun bukan tanggung jawabnya, A punya moral obligation untuk meneruskan apa yang di amanatkan oleh orangtuanya. kalo menolak, masak si ayah yg udah pensiun ini dipaksa kerja keras lagi? Atau si adik gak disekolahin? Gak bisa dong.

Nah, solusi terbaiknya adalah A harus menyiapkan masa depannya dan anak-anaknya dengan lebih baik. A harus Memastikan anaknya tidak menjadi generasi Sandwich yg memikul beban 2 generasi.
Gimana Caranya? Sebelumnya gw perlu disclaimer kalo gw bukan expert di bidang keuangan dan tips ini tidak didasari oleh riset mendalam. Semua hanya tips dan review yg awam.

1.     if you wanna have one) Plan a Family
A bisa mulai merencanakan hidupnya. Kapan akan menikah, kapan punya anak pertama, kapan anak pertama sekolah. Jadi ada kesadaran sejak awal kalo hal ini perlu disiapkan jauh hari biar gak berat dan gak bikin pingsan. jangan lari dari kenyataan dengan kalimat: äh, nanti juga rejeki ada yang atur" teruslah ingat untuk tidak mengulangi kesalahan generasi sebelumnya. 

2.     Plan a Pension Fund
Pasti pikirannya langsung : Giling, jauh ajeh. Hmmm banyak yg gak orang sadari,  ada masa tenggang yang sangat panjang antara waktu pension dengan masa hidup seseorang, artinya jika seseorang pension di umur 55 tahun, ternyata dia hidup sampai dengan usia 75 tahun, artinya ada masa 20 tahun tanpa penghasilan. Lha? Kan ada uang pensiun dari kantor. Coba itung lagi, cukup gak buat hidup 20 tahun dengan lifestyle yg sama? kalo dapet uang pensiun 500 juta, biaya hidup sebulan 20 juta ya dalam 25 bulan udah abis dong? belum lagi dengan inflasi yg lumayan tinggi di Negara ini nilai uang terus merosot tiap tahunnya. Nah kalo gak cukup uang pensiunnya mau ngapain? Banting tulang kerja keras lagi atau.. jadi beban anak? Nah kan.. generasi sandwich lagi.

Gw sih kasian sama anak gw nantinya kalo dia jadi generasi sandwich, walaupun membahagiakan orang tua adalah bagian dari fitrah si anak, bukan berarti jika gw ketika jadi orang tua nanti kepingin jadi beban. nah, mumpung belum telat, udah mulai bisa dibenerin dong dari sekarang. 

Well, I will send my respect to all those Sandwich Generation.  Hang on! 
I really adore you all, you have a big heart. Walaupun keadaannya terkadang sangat berat, masih ada harapan diujung sana, segala hal yg teman-teman korbankan tak akan terbuang. Tuhan maha baik Mecatat setiap sen yang dikeluarkan. semoga berkahnya akan terus dan tak terputus.

*kecups*
noniNadia  

You Might Also Like

0 comments