Tentang Bullying

13.38

2 hari terakhir ini kasus Bullying di DonBosco Pondok Indah lagi santerbanget di twitter, gw sebagai pengamat gak bertanggung jawab ikutan gatel pengen sharing dan ngasih pendapat. gw gak akan bicara tentang Institusinya ya. gw percaya Don Bosco Pondok Indah adalah institusi pendidikan yang bagus dan bisa menjadi pendidik yg bertanggungjawab. ini cuma masalah (lagi-lagi) oknum senior yang sok jago aja. 

Masalah Bullying ini udah klasik banget, it always happened dan seperti menjadi tradisi. masalahnya sudah jadi hal yg mengakar, ketika lo jadi junior lo di bully, dengan terpaan kekerasan baik fisik atau mental yang cita-citanya pengen membuat karakter menjadi kuat alih alih melahirkan anak yang pendendam. dimasa depan si anak junior yg pernah di bully berpotensi besar jadi jenis senior yang suka nge-bully. mau sampe kapan? 

kalo ada adik adik yang baca tulisan ini, gw berharap bisa ngasih cerita dibawah ini: 

Jakarta, 2002
Hari ini Nina bangun tidur dengan tidak bersemangat, tidurnya gak nyenyak. lingkar hitam dan sembab di matanya memperlihatkan ia menagis semalaman.masih terasa nyeri lebam di punggung dan lengannya akibat pukulan dan cubitan bertubi-tubi kemarin siang. masih perih terasa luka bakar sundutan rokok di betisnya. 

Nina tidak ingin sekolah hari ini. padahal setiap rabu siang ada kelas ekskul mading dan klub debat yang gak pernah absen Nina datangi. Sebelumnya Nina adalah anak kelas 2 SMU yang semangat dengan seabrek kegiatan. namun hari ini,  hal yang paling Nina inginkan saat ini adalah tetap dirumah, berlindung di sarang nya yang paling aman, diluar sana dunia terlihat terlalu kejam. 

ya, Nina adalah korban bullying yang dilakukan oleh seniornya. 

adalah Stella, Senior kelas 3 SMU, memiliki segala hal yang diinginkan anak remaja,  terkenal sebagai kepala geng anak-anak cantik dan populer. punya hak Prerogatif sebagai polisi untuk juniornya. mana yang boleh dan mana yang tidak semua tergantung selera. 
Stella tidak suka Nina si Junior, anak aktif yang menjadi kesayangan guru-guru. Nina yang dekat dengan cowok yang dia suka. 

kemarin Stella mem-bully Nina atas nama senioritas, dengan alasan yang ia tetapkan secara suka-suka. bersama geng Populernya, Stella menyeret Nina dari koridor ke Toilet, tidak terhitung berapa makian, tamparan, pukulan dan jambakan yang dilayangkan. Beberapa Sundutan rokok menjadi bonus meninggalkan bekas di betis Nina. setelah puas, Nina ditinggal terkunci di bilik toilet menangis sendirian meminta pertolongan sampai penjaga sekolah menemukannya menjelang malam. 

Jakarta, Sepuluh tahun kemudian. 
Nina sudah bukan anak SMA, suprisingly, her career running well, di usia belum 25 Nina sudah menjadi Manager di suatu perusahaan multinasional. However, Bullying yang dilakukan seniornya di masa SMU meninggalkan trauma, Nina melewatkan sisa masa SMU nya dengan ketakutan. but She's Survive. Nina berusaha lupa meskipun ada dendam, namun memang belum dapat terbalaskan. 

Namun, hidup sepertinya berjalan terlalu rough untuk Stella, disuatu siang Nina dan Stella bertemu. bukan dalam kondisi dramatis penuh makian, namun di dalam antrian suatu resto fasfood. Nina antri sebagai customer dan Stella menjadi waiters yg mendapat hujaman pandangan tak sabar orang-orang yg ingin ayam goreng mereka. segera! 

ada sorak kemenangan di hari Nina ketika akhirnya dia berhadapan dengan Stella. memerintah :"tolong ayamnya 2 gak pake lama". Nina don't need to bully stella back. Life does. segala dendam lunas sudah. 

What Im trying to communicate is: Adik- adik senior di SMA, hidup masih panjang. apa kalian yakin nantinya kalian bukan salah seorang dari Stella? situasinya mungkin berbeda jika di masa lalu Stella adalah orang yg menanamkan kebaikan. she'll gain sympathy and Nina might could do something to help out of her crappy job

Percayalah, jadi jagoan di masa remaja bukanlah segalanya. life lesson to consider : "dont burn the bridges, or you'll gonna fall, however karma does exist." jangan cuma karena kesalahan silly lo di masa lalu, elo kehilangan kesempatan cemerlang dimasa sekarang dan masa depan. si anak-anak cupu ini bisa jadi karirnya lebih cemerlang dan jadi pejabat, nentuin nasib lo diujung jarinya.  si cewek junior lo yg nyebelinnya pengen lo pites ini mungkin bisa punya tiket emas networking lo di dunia kerja. please, dont be silly. 

10 tahun terakhir ge belajar dan melihat betapa banyak kasus"darah muda" ugal-ugalan yg menyianyiakan masa depan mereka. we have plenty lesson to learn. padahal ya, tanpa harus nunggu karma membully di jaman SMA, bully hidup itu lebih pedih. coba deh bayangin: tekanan pekerjaan, bayar Kartu kredit, bayar listrik, bayar cicilan rumah.. itu semua pedih, jendral! :D

Satu lagi, kebanyakan cerita dari temen-temen gw yg di bully dimasa SMA itu karena mereka "berbeda". yep, kebanyakan generasi usia sekolah emang gak di design untuk menerima dan men-tolerasikan perbedaan. baik perbedaan Suku, Agama, cara pandang, gaya sampe dengan perbedaan orientasi seksual. Padahal menurut gw, ini basic dan krusial banget dimana kondisi mental remaja yang ngerasa kalau si anak ini "beda", mereka menerjemahkannya sebagai : "ancaman". 

Video dibawah ini bisa ngasih sedikit pencerahan gimana kita menghadapi perbedaan, berusaha menciptakan atmosfir lebih damai, dan khusus nya untuk teman-teman di usia sekolah mungkin bisa menekan tingginya tingkat bullying. 



let's spread peace. tolerate difference & stop bullying. 

kecups 
noniNadia 


You Might Also Like

2 comments