Cerita Nanda

14.11


Meet Nanda, twenty something Girl, tinggal di Jakarta, melewati masa remaja yg seimbang, bukan cewek nerd tapi berhasil melewati masa sekolah dengan selamat di suatu universitas  dan mulai meniti karier. Kebetulan aja dia beruntung bisa ada di suatu Multinasional Company yang kalo domain emailnya disebut bikin jiper dan ngiri anak anak seumuran dia.  

Nanda bukan cewek bandel tapi tau bandel bandel nya teenagers dan bisa bilang : “I’ve been there and it’s not cool.”
She’s a good companion, easy going person dan temennya banyak. Dia tau trend music, jenis anak yang bisa ngobrol asik walaupun dengan orang baru. Nanda suka travelling dan melihat dunia dengan curiousity yang menyenangkan.

Nanda gak punya pesona cantik yg bikin melongo kayak Dian Sastro, tapi dia manis, above an average. Walaupun bukan die hard fashionista, Nanda tau trend and she know how to dress.

 Intinya Nanda is a nice person.

The Problem is : Nanda gak punya pacar.

Its actually not a problem since Nanda merasa hidupnya happy happy aja. Nanda memang sendirian, tapi nggak lonely,  sayangnya hal itu tidak berlaku untuk orang orang disekitarnya. Dari yang bilang Nanda pilih-pilih, sampe kalimat : “awas lho, nanti jadi perawan tua yang laku-laku” belum lagi pertanyaan “kapan nikah?”yang gak berenti ditanyain, dari tante resek, temen seumuran, temen kantor, sampe si bibik dirumah juga nanya.

Pertanyaan dan cibiran itu awalnya Cuma dosis kecil, tapi  lama-lama ganggu. Nanda pun mulai Insecure, Nanda menganggap untuk cewek seumuran dia punya pacar (kalau perlu Suami) memang konsekuensi dari tuntutan social yang harus dia penuhi. Nanda pun harus merasa punya pacar, walaupun dari beberapa kandidat yang ada belum tentu sreg di hatinya, (hey!jangan lupa Nanda cantik, banyak cowok yang pdkt) cap cip cup, dipilihlah satu yang paling nekat. Problem selesai? Oh tentu tidak..

Ada konsekuensi ketika memulai sesuatu tanpa pertimbangan yang matang, termasuk didalamnya adalah salah pilih orang. Mistake is not the person, tetapi bagaimana keputusan terburu buru ternyata tidak mendatangkan kondisi ideal yang Nanda mau. Kondisi yang gak bisa dipaksakan.

Nanda pun kembali gak punya pacar.

Apakah suara sumbang lantas berhenti? Oh tentu tidak, masih ada suara sumbang yang hal-hal yang sama kayak diatas. Endebre endebre bla bla.. apa Nanda kembali Insecure? Jawabannya iya, that’s so Human. Namun kali ini Nanda sempat bertemu one Wise person yang mengatakan: ada hal didunia ini yang tidak perlu diputuskan secara terburu-buru. Soal cinta termasuk di dalamnya.

She learned that, ketika punya pacar gak bikin lebih happy dan malah terbebani, lantas buat apa? Nanda pun memutuskan untuk menunggu jatuh cinta, memilih dengan proses yang lebih indah.
Jangan dikira gampang jadi Nanda, musuh terbesar nya adalah peer pressure, namun ketika dia terus menerus mengikuti tuntutan ini, gak ada abisnya, jadi Nanda memilih untuk menjadi nyaman dengan dirinya sendiri.

Ada berapa banyak Nanda diluar sana? Dan berapa persen yang punya kemewahan untuk bisa mempertahankan keinginannya ditengah tekanan social teman teman dan lingkungannya? Im Happy for Nanda.

Sekali lagi, ada beberapa hal di dunia yang tidak perlu diputuskan dengan terburu buru, urusan cinta termasuk di dalam nya.

Kecups
noniNadia


You Might Also Like

0 comments