Sehat Realistis

21.37



Ada cerita apa hari ini? Princess sakit :’(

Setelah weekend yang heboh, this body send me an alert, seandainya bisa diterjemahkan ke bahasa manusia dia pasti akan bilang : I need a rest! Do proper sleep! I need water, lots!

Symptoms nya ya demam dan flu, bersin bersin, demam, pusing dan agak sakit tenggorokan. I think it just a common cold. I got home early on Monday. Sampe rumah tidur 2 jam, makan malem, minum susu anget dan wedang jahe. Tidur lagi. The proper 8 hour sleep.

Selasa pagi bangun tidur ternyata masih pusing dan meler bersin bersin. Hmmm emang butuh istirahat lebih. Okay I took day off. Jadi anak manis di rumah dan makan banyak, minum banyak air putih, minum juice, banyak makan buah, keruntelan di dalem selimut dan tidur siang.

Setelah 3 jam tidur siang, bangunnya seger! Ha.. told ya, this body just need a proper food and rest. Tapi masalahnya, hari ini gw gak masuk kantor, harus ada surat keterangan dokter yang menyatakan harus istirahat dirumah atau cutinya dipotong. Nggak rela!  Jadi sore sore gw berangkat ke klinik di deket rumah. 

Okay here the story goes.

Sampe klinik, registrasi dan urus urus administrasi, nunggu giliran 1 pasien orang untuk ketemu dokter, seorang ibu muda bawa bayi 5 bulan yang flu dan demam. Meler ingusan. Kasian deh ngeliatnya kalo bayi sakit gitu.

Setelah nunggu dipanggil lah gw ke dokter untuk diperiksa. Ditanya keluhannya apa, tensi darah, periksa mulut dan detak jantung. That’s it gak sampe 5 menit. Tanpa nanya apa apa lagi si dokter nulis resep . She even doesn’t open a discussion. Bu dokter bilang “cuma common cold, saya kasih antibiotik ya”. gw coba bilang : “dok, kalo saya dikasih obat flu dan demam aja gimana, saya keberatan minum antibiotik”

Bikin schock ibu dokter menjawab : “kalo gak saya kasih antibiotik apa bedanya kamu dengan minum obat warung, jadinya kayak gak ke dokter dong”
sampe disini gw diem, ambil kertas resep dan ngeloyor ke reception.

Gw miris dengan statement yang dikeluarkan oleh bu dokter. Menurut gw, fungsi ybs sebagai dokter untuk memberikan informasi yang benar terkait dengan kesehatan pasien sangat minim. I admit myself, gw adalah orang yang sangat awam, gw gak ngerti dunia kedokteran dengan segala obat obatan yang njelimet itu. But I use my common sense. kebetulan gw pernah punya kesempatan ngintip seminar nya dr.Tiwi, disitu beliau menjelaskan tentang apa sih fungsi nya antibiotik, dan bagaimana cara antibiotik bekerja.  permisi untuk ke awam – an pengetahuan yang gw miliki, feel free to correct me if I'm wrong. selain itu gw mengutip beberapa kalimat dari blog dr.Rosfanty tentang si antibiotik.

Basically, Antibiotik adalah jenis obat yang fungsinya membunuh bakteri atau memperlambat pertumbuhan bakteri.  Antibiotik adalah racun yang tertakar, racun yang sangat kuat untuk membunuh mikroba namun relatif aman untuk manusia.
Kapan sih Perlu antibiotik?
Seorang dokter yang baik akan mempertimbangkan apakah memang perlu untuk meresepkan antibiotik, atau cukup dengan memberikan obat lainnya. Sebab tidak semua penyakit dengan demam perlu diterapi dengan antibiotik, sebagai contoh anak yang menderita batuk dan pilek yang tidak khas, bisa saja menderita common cold yang penyebab utamanya adalah virus, tentunya tidak ada guna dengan antibiotik. Karena itu tadi, antibiotik membunuh bakteri.

Perlu dicatat, ada kemungkinan resistensi mikroba setelah konsumsi antibiotik, karena bakteri punya kemampuan mengubah diri sesuai dengan tantangan yang diterimanya. Jadi bisa dibilang, bakteri bisa jadi lebih bandel. Kalo kemarin di bisa cespleng dengan dosis 500mg mungkin ketika di masa datang si badan terserang penyakit yang sama, dia butuh 1000mg untuk membunuh si bakteri.  Nah, si resistensi ini yang bahaya.

Kenapa bahaya, karena dosis antibiotik akan cenderung naik, antibiootik membunuh bakteri gak pilih pilih antara bakteri jahat sekaligus bakteri baik. padahal kan tubuh kita juga perlu bakteri baik, jadi otomatis keseimbangan terganggu. selain itu secara common sense you ignoring your body immune. Manusia tercipta dengan imunitas yang sungguh luar biasa dan sudah akrab dengan bakteri yang ada di lingkungan sekitarnya. Jadi logika nya, ketika badan lo ngirim signal sakit, yang lo perluin adalah beresin si imunitas. Bukan membunuh bakteri yang emang ada udah dari sono nya.

Gw gak bilang antibiotik bahaya dan terus jadi bikin komplotan anti antibiotik garis keras (halah!) tapi liat lagi penggunaan nya tepat atau nggak. Melihat mirisnya bu dokter yang gw temuin di klinik sore tadi, mau gak mau, konsumen (disini pasien) harus pinter. Use your common sense, yang paling bener sih berusaha untuk alert dengan kondisi badan sendiri. Jangan membombardir badan yang kita punya dengan obat yang diminum tanpa pertimbangan matang. Kita bisa kok sehat dengan realistis.

Gw sih mengharapkan di masa depan akan lebih banyak dokter yang bisa diajakin diskusi. Karena kan punya tujuan bareng untuk jadi lebih sehat.

Balik lagi ke kasus gw ke klinik sore ini, bu dokter tadi bilang gw Cuma common cold dan demam aja, setau gw itu penyebabnya virus, lantas kenapa dikasih antibiotik? Such an ignorant. Yang lebih miris lagi, si bayi dengan symptom yang sama dengan gw yang antri bareng itu dikasih antibiotik juga, that baby just 5 month old! Seberapa kuat sih resistansi badan dan imunitas nya untuk menangkal efek buruk antibiotic? Sedih ya. balik lagi, gw orang awam. Cuma bisa berdoa semoga gak ada efek buruk di masa depan buat si bayi.

Gw paham sepenuhnya, ada kepentingan pihak pihak tertentu dibalik penjualan obat antibiotik. Terlalu banyak kepentingan terpolarisasi. Industri obat, target dokter buat jualan obat, target profit rumah sakit dan klinik dll dsb. Yeaaa you can put the blame on government, put the blame on SBY. But again, you responsible for your own body, your own health. 

Makanya yuk alert dari sekarang.  Dengerin dulu ya kalo badan lo mengeluh sakit, jangan langsung panik dan di bombardir dengan obat dan antibiotik. Kita bisa kok sehat dengan realistis.

Okay fella, Keep calm and stay Healthy.

*kecups*
noniNadia

You Might Also Like

0 comments