Jakarta 485

10.27



This picture taken on Tuesday, June 19 2012 at Bunderan HI, the central of the city, just a few days before Jakarta celebrating its anniversary with Jakarta Great sale, Jakarta Expo, Jakarta Fair, Jualan!

I dream about city with humanity.
Jakarta kejam. Indeed. Mungkin terlalu Kejam untuk mas-mas didalam foto diatas, I wonder he’s struggling working whole day, 10 to 12 hours a day. Tinggal di pinggiran kota yang harus ditempuh gak bisa kurang dari 2 jam karena macet,  4 jam perjalanan bolak balik, berangkat dari rumah subuh sebelum matahari muncul, dan sampai dirumah menjelang tengah malam. Kejar kejaran dengan bus kota yang gak lebih lapang dari kaleng sarden. Diterpa polusi.  Lelah.

Does it call human?
Does it sound familiar?

Berapa banyak warga Jakarta dan kota bayangannya yang punya rutinitas sekeras ini? Satu juta? Tiga juta? Perlu berapa banyak lagi?
Gw masih menaruh harapan besar untuk Jakarta yang lebih ramah, I was born here, living my 26 years here, Jakarta pernah jadi Kota yang menyenangkan, I hope my child and grandchild could have same experience in the future.

Semoga di masa depan, Jakarta punya cara untuk melawan virus macet yang sudah akut ini, transportasi publik yang layak untuk warga nya duduk sekedar melepas lelah untuk pulang kerumah. Bukan terjebak di dalam kaleng ber jam-jam tanpa udara yang layak, Atau berjam jam diterpa polusi, dan berkerumun rebutan jalan.

Macet di perempatan Mampang,  my daily routine torture

Semoga di masa depan, Jakarta punya lebih banyak ruang terbuka, taman taman yang rindang, terawat, dan aman  sekedar untuk memberi kesempatan warganya menghirup udara segar, bukan udara buatan kompresor. Sekedar tempat anak-anak berlarian dan berbagi gelak tawa. beberapa hari lalu gw merasakan lari sore di Gelora Bung Karno Senayan, jam pulang kantor. surprise, karena suasana nya asik banget, banyak orang lari dan jalan santai sore sore, ada beberapa kelompok aerobik yang lagi latihan, instrukturnya disediakan pengelola GBK dan setiap orang bisa dengan bebas bergabung. udara nya juga lumayan breathable karena GBK dikelilingin taman yang rimbun. keep up the good work ya pada pihak pengelola GBK. but I just realize, karena jarak tempukh, karena macet, not many people have this kind of luxury. semoga makin banyak ruang publik yang mumpuni. 

Semoga di masa depan, Jakarta punya kesempatan untuk menghibur warganya di kala akhir pekan dengan  tidak menjadikannya manusia konsumtif yang hanya tau belanja di mall. 

Semoga warga Jakarta bisa sedikit lebih romantis dengan lebih memilih untuk memberi ruang pada musisi musisi jalanan yang kualitas musik nya gak kalah dengan Justin Bieber.

Semoga di masa depan, Jakarta bisa member kesempatan untuk warganya berjalan dan bergandengan tangan dengan santai di Pedestrian yang layak. Tanpa takut diseruduk motor atau kesamber mobil ugal ugalan.

Semoga dimasa depan, Jakarta bisa lebih ramah. Selamat ulangtahun Old City.

*kecups*
Noninadia


You Might Also Like

0 comments