The Longest 36 Hours

04.21

Sebelum mulai cerita boleh ya saya kasih pesan dulu: 


Sekarang ini pancaroba kayaknya terjadi sepanjang tahun, you can blame to weather at anytime, karena emang jaman sekarang cuaca selalu ngaco, di satu hari bisa panas banget, tiba-tiba hujan deras 5 menit kemudian terik lagi. Gitu aja terus sampe semua virus dan bakteri beranak pinak. Penting banget untuk jaga kondisi badan. please stay healthy karena sakit itu rasanya nggak enak banget :( 

Pertengahan minggu lalu saya baru merasakan bahwa hidup ini rasanya fragile sekali. 

Selasa, 14 Maret 
saya sedang bekerja di kantor, dikabari dari rumah Arwen sesak napas lagi. "tenang aja bu, sudah diuap, anaknya sudah main dan ceria lagi tuh." 

Oke deh, saya pun lanjut bekerja. pulang ke rumah seperti biasa. 

Malam itu entah kenapa Arwen rewel sekali, tidurnya terganggu dan nggak nyenyak, bolak balik mengigau dan gak bisa lepas dari pelukan saya, jadilah malam itu saya bergadang, bangun setiap satu atau dua jam menenangkan Arwen agar bisa tidur nyenyak. 

Rabu, 15 Maret 
Jam 3.30 Pagi, sesak napas datang lagi, saya menyiapkan alat nebulizer, menyiapkan obat yang sudah diracik dokter lalu menguapi Arwen, setelah 10 menit diuap, napasnya kembali lega, tapi tidurnya masih juga belum bisa nyenyak. 

Jam 6.00 Pagi, sesak napas lagi, diuap lagi. 

bolak balik kejadian sesak napas setiap dua jam, total hari itu diuap sampai 6 kali. 

Selepas magrib, sesak napas semakin hebat, muka Arwen merah menahan sesak, badannya panas dan berkeringat, kasihan banget liatnya, tanpa menunggu lagi saya larikan dia ke UGD RS terdekat dari rumah. 

Sampai UGD, karena Arwen sudah berkali-kali diuap dengan nebulizer tetapi nggak mempan, diputuskan pasang infus dan diberikan obat sesak melalui suntikan. 
disaat bersamaan dijalankan juga test darah tepi dan rotgen paru-paru. 

Saat itu kondisi saya panik, riweuh menenangkan anak sesak dan rewel, serta kurang tidur bikin saya nggak cukup alert untuk memahami bahwa kondisi ini gawat. sampai dokter bilang: 

"Bu, anak ibu tidak bisa masuk ruang perawatan biasa harus di ICU" 

"Gimana dok?"

"Pada kondisi anak yang asma yang tidak cepat respon diberikan obat sesak via suntikan ada resiko gagal napas, jadi pasien harus terus menerus dibawah pengawasan tenaga medis. sampai kondisinya stabil" 

Masalahnya kita nggak tau kapan kondisinya akan stabil.

Jangan ditanya apa perasaan dan reaksi saya saat itu.  Untuk pertama kalinya saya hampir menyerah dari tantangan menjadi orangtua yang super berat ini. Saya cuma pingin nangis takut anak saya kenapa-kenapa. asli saya nggak pernah nangis se histeris kemarin dari terakhir saya diputusin pacar jaman SMA. 

ini pun ngetiknya masih sambil berkaca-kaca. 


Lewat tengah malam kami masuk ruang perawatan ICU, badan kecil Arwen yang sudah kelelahan setelah sesak napas, menangis di tusuk jarum infus, menagis risih dipasang selang oksigen, menangis karena dipaksa berbaring di meja rotgen, lantas kembali dibikin menangis karena harus dipasang berbagai kabel alat untuk memonitor gerakan napas, tekanan darah, dan aktifitas jantung. 

Monitor konstan berbunyi disamping tempat tidur dan memberikan alert setiap ada aktifitas tanda vital yang diluar normal. Malam itu monitor bunyi berkali-kali menunjukan aktifitas tarikan napas yang terlalu cepat. kembali lagi bolak balik saya membayangkan resiko gagal napas. nangis lagi. Never been under that GREAT stress. NGGAK MAU LAGI! 
:(

Seolah belum cukup cobaan buat kami malam itu dokter kembali datang dan bilang harus menjalankan satu tes lagi yaitu Analisa Gas Darah, darah yang diambil untuk tes ini tidak bisa dari pembuluh Vena tetapi harus dari Pembuluh Arteri yang letaknya lebih jauh dari permukaan kulit. Proses ambil darah lebih sulit dan lebih sakit. dokter minta bantuan saya untuk menjaga memegangi badan Arwen agar tidak meronta ketika disuntikkan jarum ke pergelangan tangannya. 

Iya saya megangin Arwen, sambil ikutan nangis histeris. 

Malam itu saya nggak tidur sedikitpun, menatap layar monitor sambil terus berdoa, semoga saya masih diberi kesempatan membawa Arwen pulang ke rumah dengan kondisi sehat seperti sediakala. 

Kamis, 16 Maret 
My Arwen is a little fighter, hasil test darah menunjukan tingkat Leukosit yang tinggi sekali sampe 3 kali dari batas normal, paru-paru nya meradang jadi nggak heran kalau dia sangat kesulitan bernapas. 

Kamis siang mulai ada kemajuan, walaupun masih sesak Arwen bernapas teratur, tapi to be safe, dokter belum mengijinkan kami pindah ke ruang perawatan biasa. Satu malam lagi saya habiskan di kamar ICU tanpa tidur dan selalu khawatir setiap melihat layar monitor. 

Jumat, 17 Maret 
Akhirnya setelah 36 jam, pagi harinya dokter mengijinkan Arwen pindah ke kamar perawatan biasa. Saya lega satu per satu selang dan kabel monitor mulai dilepaskan dari badan kecilnya. Sangat-sangat tidak berharap hal kayak gini akan terulang lagi.

Test darah ulang hari ini menunjukkan kondisi yang mulai berangsur membaik. Leukosit sudah kembali ke angka normal yang menunjukkan bahwa infeksi sudah tidak ada. Kondisi fisik pun sudah mulai terlihat baik, napas teratur, nafsu makan mulai kembali datang. 

Karena sudah mulai lincah, sore harinya Arwen  tanpa sengaja bikin infus sambungan infus bengkok dan harus dicopot. setelah dokter visit diputuskan pengobatan bisa dilanjutkan dengan obat minum dan bisa pulang malam itu juga! aaaaaa.. senang sekali. 

Kalo diingat-ingat lagi rasanya "nyes" banget, betapa hidup ini ringkih sekali, nggak terbayang jika kami terlambat memberi Arwen pertolongan medis dan terjadi hal buruk. Amit-amit *ketok kayu* 

Dari sini saya sadar banget kalo saya bukan ibu yang cukup kuat untuk menghadapi hal-hal semacam ini. gak kebayang rasanya menjadi ibu dari anak-anak yang mengidap penyakit cukup berat yang sifatnya jangka panjang. 
Semoga Tuhan berkati terus ibu-ibu hebat seperti kalian ya, amin. Saya dicoba segini aja nangis nya udah kaya apa. 

Doakan Arwen sehat terus ya. Ibuk zombie out bobok dulu :) 


@Noninadia 




I Survived Trail Run!

05.49

Saya mulai rutin berolahraga sejak tahun 2012, sempat on-off karena hamil dan melahirkan (yang lama banget itu ☺) sejak awal saya sudah tau kalau saya benci lari, karena lari itu membosankan, jika nggak terpaksa seperti dikejar zombie atau mengejar gerbong kereta yang nyaris tertutup rasanya saya nggak mau lari. Engap sis.


Sejak beberapa tahun lalu teman-teman se-perolahragaan saya sibuk ikut race dan lomba lari yang sedang nge trend belakangan ini. saya bergeming. tidak sekalipun saya daftar dan ikut meramaikan race yang katanya seru itu. Ngapain sih disuruh lari sambil liatin jalanan yang sama aja saya lalui setiap hari lantas disuruh bayar pula. Nggak deh, terimakasih 

Lalu di tahun 2017 ini, yang baru sampai bulan februari saya sudah ikut 2 kali trail run!
hahahahaha ternyata memang ada masanya saya harus ketulah omongan sendiri. tenang aja saya masih benci lari. saya masih sebel dengan rasa sesak napas dan "engap" yang saya rasakan ketika berlari dalam jarak jauh, tapi TRAIL RUN INI SERU SEKALI! 

Tahura Trail Running Race  2017 


Entah ada angin apa ketika muncul woro-woro pengumuman Trail Run Tahura di grup whatsap, saya langsung sigap daftar. untuk trail run 10K. 

Nggak ngerti lagi sih apa yang ada di kepala saya ketika daftar ini. saya kan benci lari. NGGAK PERNAH lari, dan GAK PERNAH LATIHAN lari, tapi nekad daftar trail run 10K. 
jangan dicontoh ya. 

Motivasi saat itu ya, seru-seruan aja piknik bareng geng MBC. Beneran piknik hore dengan membooking 1 gerbong kereta Argo Parahyangan dan Mengokupansi 1 hotel di Dago Pakar. oh jangan lupa gaya hidup hedon layaknya rombongan isteri menteri sedang plesir ke Yurop ya, RESTORAN DITUTUP KHUSUS TAMU IBU INTAN :) 


Race berlangsung minggu pagi, 22 Januari 2017. saya sih nggak semangat dan kurang tidur malam sebelumnya, tapi untuk kepentingan foto harus dong keluarin tampang ceria. karena pada dasarnya niat olah raga adalah nomor dua, niat pamer adalah yang utama :) 


Kilometer pertama diisi pendakian yang bikin saya mengumpat dan mengutuki diri sendiri. entah apa maksudnya ada tanjakan yang kemiringan 45 derajat yang dipanjat naik mobil aja susah, lah ini harus ditempuh dengan berlari, dengan dua kaki yang mirip sumpit ini. ampun Gusti. 

Kilometer kedua, saya masih gengsi menurunkan pace berlari. harus bareng dong sama temen-temen saya yang jagoan neon, otot kawat tulang besi. hasilnya: Modyar! 

Kilometer ketiga, eh kok setelah nanjak pemandangannya cantik amat. yaudah saya foto-foto dulu aja lah. 


Kilometer keempat. saya mampir ke warung,  jajan es kelapa. bagus nggak pesen gojek. 

Kilometer sisanya penuh dengan sumpah serapah, kalo nggak ada niat pamer foto di garis finis, rasanya pingin balik ke hotel aja. sumpah. saya benci banget lari nggak kelar-kelar ini. 
mana di kilometer 7 atau 8 saya lupa saya sempet kepeleset masuk kubangan lumpur, ditambah celana legging kesayangan saya ini kesangkut ranting dan sobek. asli KZL. 
Gini nih kalo mental prinses ikut trail run, tolong jangan dijadikan contoh ya, nggak mewakili semangat runner banget yang pantang mengeluh sampai garis finish. 

Tetapi yang namanya usaha memang pantang menghianati, rasanya walaupun udah capek banget, tetep mengharu biru ketika lihat garis finish. Ibuk satu ini cetek banget saluran air matanya, sempet pengen nangis terharu ketika berhasil melewati garis finish tapi gengsi melihat runner-runner lain lagi duduk-duduk santai tetap kece keliatan gak keringetan.. memang kasta itu benar adanya, di urutan kasta runner, mungkin saya masuknya di Kasta Sudra. 




10 KM finishnya berapa lama? 3 jam aja :)

Liat deh itu sepatu udah gak ada bentuknya. Kapok nggak? Surprisingly enggak! setelah melewati garis finis mungkin saya mabuk endorphin, jadi rasanya bahagiaaaa banget. Paru-paru saya juga rasanya berterimakasih sudah dijejali oksigen murni dari rindang nya pohon-pohon di Taman Hutan Raya ini. 

Menurut saya yang gak suka lari, Trail run Tahura ini salah satu event lari yang worth to try banget. jadi taun depan rasanya saya mau ikut lagi karena petualangan tidak berhenti disini...

Mud Warrior 2017
Semacam hidupnya masih kurang tantangan, sebulan kemudian saya ikut Mud Warrior Race 2017. ngapain sih ini? intinya sih jualannya teman-teman saya yang jagoan neon itu race ini "cuma" 5KM trail run ditambah dengan melewati 15 Obstacles yang disediakan. 
semacam nggak belajar dari pengalaman hidup, saya gagah berani kembali daftar dan kemudian kembali menyesal. kayaknya emang musti di rukiyah nih si ibuk. 

Sabtu pagi, 18 Februari selepas subuh kami berangkat ke Taman Budaya - Sentul, dari Bekasi yang sungguh merepotkan suami yang masih ngantuk-ngantuk disuruh nyetir. 

Sampai di venue acara euphoria nya menyenangkan sekali, ternyata event ini banyak diikuti oleh komunitas-komunitas olahraga yang saling saingan keliatan kece menyemangati satu sama lain. apalagi si butkem mas bule berserta dayang-dayangnya yekan 



Harus saya akui ini adalah race paling seru yang saya ikuti, track nya menyenangkan, lewatin jalan beraspal, jalan tanah, ladang ganja daun singkong, sungai, perosotan kolam lumpur aaaaaakhh pokoknya jiwa anak kecil dalam diri saya tuh bahagia banget dikasih atraksi kayak gini. rasanya kembali jadi anak bocah yang seneng banget diajak mandi hujan dan main becek-becekan.

Walaupun.. setiap selesai lewatin sato obstacle lantas sibuk cari tissue basah buat bersihin muka.




oh iya, melalui postingan ini saya sebagai runner level kura-kura mengucapkan terimakasih kepada teman-teman saya, walaupun udah jago bisa finish cepet rela mengorbankan personal best timing mereka supaya kami bisa main perosotan lumpur bareng dan finish bareng. Love banget!

Setelah mengikuti 2 trail run ini saya tetap benci lari. tapi kalau diajakin race yang modelan begini gak akan nolak. hahaha I love the fun. 

Terimakasih ya Tahura dan Mud Warrior. sampai jumpa tahun depan!

@noninadia out.


Valentine Day Trivia Love Story

21.22


Besok valentine day! 

Nggak ada beda nya sih dengan hari-hari lainnya, kan seperti banyak orang klise bilang; sayang-sayangan nggak cuma pas valentine day. apalagi akhir-akhir ini isu-isu lagi sensitif banget kayak pantat bayi kena diaper rash, salah ngomong sedikit aja bisa diteriakin tapir, apalagi ngucapin selamat valentine. ye kan? 

tapi selamat hari Valentine ya gaes.. 
ehe 
ehe 

So, seperti banyak trivia yang beredar di path beberapa waktu lalu. ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pasangan yang harus dijawab. anggap saja ini seperti me-refresh cinta dari kebosanan hidup sehari-hari dalam berumah tangga ya. Karena kalau sedang sibuk dengan anak pingin kencan berduaan, tapi pas kencan berduaan pingin cepat pulang karena ingat anak. who's with me? 

Valentine Love Story 


1. Anniversary? 

18 Mei
Menikah Tahun 2013, melahirkan anak pertama di tahun 2014. saya pernah cerita betapa sakral nya tanggal 18 mei buat saya di postingan ini


2. First Date 


Sushi Tei PS, Oktober 2012! 

Selesai makan mampir di Duta Suara (jir, masih ada nggak tuh sekarang?) lalu ngajakin beli ini..

Seharusnya, aku sadar sejak awal kalau bibit gasrek sudah muncul.. menyesal tak pernah di awal..





lalu modus ngajak survey bareng untuk anak-anak CAC ini dihitung nggak? 


3. How did you first met? 
15 Juli 2012
Coin collecting day ke 15!

4. What is your song together? 
Stevie Wonder - You Are the Sunshine of my life.


We both are old soul.. 

5. Do you Remember the First Movie? 
nonton rame-rame : The Thieves (Korean Movie)
nonton berduaan :A Separation (Iranian Movie) 


Emang agak ajaib dan anti mainstream ya dua bocah ini. PDKT tapi nonton film tentang perceraian. entah mau dibawa kemana hubungan ini.. 

6. First road trip together? 
Agung Harsya benci menyetir mobil, jadi road trip kayaknya susah kejadian di hubungan ini, but we both love traveling, so, pertanyaan ini akan saya modifikasi jadi first trip together: 

Bangkok - Chiangmai Desember 2012. 
oh look that happy face ..perjalanan ini berkesan sekali sampai ditulis disini: 
https://gawehawe.wordpress.com/2012/12/18/chiang-mai-desember-2012/



7. Do you have Kids? 
yes.. Arwen Ayodhya Harsya, the centre of our universe.. 





8. Which one of you is older? 
Bapak Agung Harsya yang angkatan kuliahnya aja masih pake angka 9. 
hehehehehe.

9. Who was interested first?
Agung Harsya! he followed me first on twitter.. 

10. More sensitive? 
Me! 

11. Worst temper? 
Agung Harsya when his driving! super deh pokoknya.. 

12. Who is funniest? 
Kayaknya aku.. karen kalo babeh nge-joke banyakan garingnya. iya. 

13. More social? 
hmmm... Me. 
babeh is an akward duckie.. kalo nggak dicolek gak bakal ngajak ngobrol duluan.

14. More Stubborn?
SCORPIO ONE. 
no compromising.. lelah hamba. 

15. Wakes up first? 
Me, even Im not a morning person. Agung Harsya kebanyakan begadang nonton bola.

16. Has bigger Family? 
Moy! 

17. Eat the most?
Nadia si perut sembilan naga.. apalagi pas hamil.. gusti *tutp muka*

18. Hold the remote?
Agung Harsya 

19. Better cook? 
Me..
honest answer: mama

20. More Romantic?
Menurut kamu siapa? 


That's why Im married a writer ;) 


Agung Harsya, sudah jadi Ahokers before it was cool .. 





“In a world full of temporary things
you are my perpetual feeling.” ― Sanober Khan


Living with Scoliosis

23.56


Saya adalah penderita skoliosis. 


Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping, seolah-olah membentuk huruf "S" atau "C". tidak seperti kondisi tulang belakang normal yang lurus vertikal. 

Menurut Scoliosis Research Society, lebih dari 80 persen kasus skoliosis merupakan jenis idiopatik yang artinya tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang sering didiagnosis selama tujuh tahun pertama kehidupan pada anak-anak. Adapun penyebab umum  yang berhasil diketahui yaitu cacat lahir, kelainan neurologis, dan masalah genetik.

Dalam kasus saya, kesadaran terhadap skoliosis datang terlambat. saya baru menyadari kalau tulang belakang saya tidak lurus dan tulang belikat saya menonjol sebelah setelah melewati usia 20 tahun. sejak saat itu saya mengeluh sering pegal di bahu dan sepanjang punggung. setiap bangun pagi rasanya menderita sekali tidak jarang sampai terasa kram. 

Saat itu saya dirujuk untuk melakukan pemeriksaan rotgen tulang belakang oleh dokter. diketahui tulang belakang saya punya kecenderungan miring ke arah kiri saat itu sebesar 26 derajat. pemeriksaan saya lakukan terakhir sebelum menikah.  

Saya merasa aktifitas setelah menikah, hamil dan menyusui sedikit banyak juga akan mempengaruhi derajat kemiringan skoliosis yang saya derita. jadi memang tahun ini saya harus merencanakan pemeriksaan terbaru untuk kondisi skoliosis saya. doakan ya mudah-mudahan gak nambah derajat kemiringannya. 

Melalui postingan blog ini saya ingin berbagi bagaimana saya menjalani hari-hari saya dengan skoliosis walaupun tidak parah, tapi sejujurnya ini mengganggu. Di beberapa kasus skoliosis disarankan oleh dokter untuk memakai braces atau penyangga agar kemiringan tulang tidak bertambah. biasanya ini terjadi pada kasus yang derajat kemiringannya sudah tinggi (diatas 45 derajat) atau skoliosis yg terdeteksi ketika anak belum memasuki usia puber. pada kasus saya tidak. 

Apa sih yang saya lakukan selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini untuk mengurangi nyeri akibat skoliosis? 

1. Olahraga 
Olahraga melatih postur saya untuk tetap benar dan lentur. Saya mencoba berbagai macam olahraga dari berenang, yoga, lari sampai dengan coss training. semua dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik saya. kadang-kadang sedih sih, ada teman saya yang baru mulai olahraga tapi lebih jago  dan menguasai gerakan nya, gak kayak saya yang sampe gini hari plank lurus aja susah banget dan butuh banyak usaha. 

oh iya, saya juga berharap olahraga yang rutin saya lakukan juga membantu untuk menghindari osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang datang lebih dini. 

2. Beli matras yang supportif dengan kondisi tulang belakang. 
IT DOES REALLY HELP. karena sejak pakai matras yg support tulang belakang, setiap pagi saya nggak terlalu menderita pegal lagi. 

3. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D untuk kepadatan tulang 
nggak cuma dari suplemen, tapi dari makanan bergizi yang saya konsumsi. semakin kesini jaga makan semakin penuh tantangan ya. hahahaha harus tetap semangat untuk hidup yang lebih sehat! 


Dibawah ini saya sertakan link untuk dijadikan referensi jika  teman-teman yang punya masalah tulang belakang ingin melakukan home excercise yang sederhana dan bisa banget dipraktekan di rumah. silakan: 



Untuk teman-teman diluar sana yang sama-sama menderita skolosis, jangan patah semangat ya. kita juga bisa kok punya kualitas hidup dan kesehatan yang sama dengan orang-orang yg postur tubuhnya normal. dalam beberapa waktu saya juga pernah terkena serangan nggak PD karena postur tubuh saya yang lebih miring ke satu sisi dan terlihat tidak proporsional, tapi nggak ada hal di dunia ini yang nggak bisa diusahakan. mungkin juga skoliosis ini adalah pengingat agar saya don't take this healthy body for grated. 

Berbagi cerita yuk! supaya kita makin semangat sama-sama sehat. 



@noninadia out. 

Serunya Menjelajah Mainan Sensory di Acara #BabyBash - the Asian Parent ID

21.42


Hari minggu 15 Januari 2017 adalah hari yang ditunggu-tunggu karena kami akan datang ke Acara Ibu dan Anak - Baby Bash yang akan diselenggarakan oleh the Asian Parent Indonesia, eh udah tahu the Asian Parent Indonesia belum? sebagai ibu-ibu harus banget nih untuk sering-sering berkunjung ke websitenya karena banyak sekali artikel-artikel informatif tentang parenting yang sangat membantu ibu-ibu clueless macam saya sebagai pedoman informasi untuk membesarkan buah hati yang semakin hari perkembangannya semakin seru ini. 

Karena saya percaya sharing is caring, setelah khatam ngubek-ngubek web the Asian Parent Indonesia, artikel favorit saya ada disini . You're welcome! :) 



kembali ke acara #Babybash minggu lalu, kami disambut dengan dekor super cute di samping meja registrasi. Belum apa-apa bawaan nya pingin foto-foto kayak gini: 


Saya happy banget karena Arwen bisa playdate dengan teman-teman sebayanya, dari dedek bayi yg baru belajar merangkak sampai dengan teman-teman toddler yg sudah bisa lari bolak-balik numplek-blek playdate disini. Kebetulan sekali kami beruntung terpilih menjadi salah satu dari 30 peserta yang mengikuti workshop sensory play. 

Sebelum workshop dimulai ada penjelasan dari Klinik ABC Tumbuh Kembang tentang pengenalan Sensory Integrasi, penjelasannya sangat mudah dipahami disertai dengan contoh-contoh yang dekat dengah kehidupan sehari-hari, intinya tim Klinik Tumbuh kembang ABC bisa menerjemahkan bahasa serius menjadi bahasa sederhana yg mudah dimengerti. 

Jadi pada intinya Sensori Integrasi adalah proses menerima informasi dari Indera di tubuh, disini dijelaskan bagaimana perkembangan indra-indera sensori pada anak, ternyata diluar dari Indera yang selama ini sudah saya kenal yaitu indera pengelihatan, pendengaran, penciuman, peraba dan pengecap ada 2 indera lain yang penting sekali untuk di stimulasi dalam tahap emas perkembangan anak yaitu: 

  1. Indera Vestibular adalah indera Internal yg bertugas sebagai keseimbangan tubuh. simulasi nya gimana sih? saya dapat ide untuk melatih anak berjalan pada satu garis lurus tanpa terjatuh, di usia yg lebih besar latihannya adalah naik sepeda. seru ya?
  2. Indera Proprioseptif adalah indera internal yang terletak di otot dan sendi yang memberikan informasi tentang pergerakan otot dan sendi. Indera ini bertanggung jawab untuk gerakan motorik halus anak. simulasi nya? Banyak Banget! saya dapet ide meluap-luap nih dari workshop ini, nanti saya ceritakan dibawah ya ide nya. 
Terimakasih atas pencerahannya ya team ABC Klinik Tumbuh Kembang. I am a happy momma. 




Setelah penjelasan ini dimulailah sesi workshop sensory play yang super seru: 


kira-kira 30 anak usia 7 bulan sampai dengan 2 tahun diajak langsung mencoba berbagai permainan sensory oleh tim dari Genara Art Studio. Arwen super excited untuk mencoba berbagai pemainan yang sudah disediakan: 





yang pertama kali dimainkan adalah mencoba berjalan diatas media rumput sintesis, lantai yg dilapisi bubble wrap dan karton kasar untuk melatih indera taktikal (peraba). lucu deh melihat ekspresi bingung anak-anak ketika melewati media ini, mungkin kalo sudah bisa bicara mereka akan reflek nyeletuk "Ih kok kasar ya, bunda!" 

Yang tidak kalah seru setelahnya adalah sesi mewarnai topeng dengan cat dan spons. semua siap dengan apron biar bajunya nggak kotor. lalu tenggelam asyik mewarnai topeng. simulasi ini sangat baik untuk melatih Indera Proprioseptif. belajar motorik halus yuk! 



Setelahnya Arwen sibuk menjelajah ke ruangan-ruangan disamping ruang utama untuk bermain Papan sensori, melihat balon warna-warni, bermain pasir Kinetic dan banyak permainan sensori lainnya. yang excited bukan cuma anaknya, ayah-ibu juga jadi ikut bermain sambil menjelaskan ke anak. seru banget bermain sampe lupa makan! hahahaha




Setelah pulang dari acara ini banyak sekali ide-ide untuk yang bisa saya praktikan di rumah untuk bermain sensory. awalnya saya selalu skeptis kalau mainan yg berkualitas pasti harganya mahal dan harus dibeli di toko mainan ber-merk. ternyata dengan datang ke workshop ini jadi banyak ide untuk bermain sensori dirumah bersama Arwen. mainan yang sudah kami praktekan dirumah antara lain : 

  1. Belajar tekstur dengan Sticky Slime. Bahannya cuma tepung tapioka, air hangat dan pewarna makanan. di beberapa mangkuk kecil buat larutan air dan tepung tapioka, bubuhkan dengan pewarna makanan. jadi deh. dengan hal sesederhana ini aja anak sudah belajar tekstur lho. bisa juga dengan lilin playdoh. 
  2. belajar mecicipi rasa dari gula dan garam. 
  3. Bermain warna dengan cat air dan kuas. 
  4. belajar mencium aroma dengan bumbu dapur 
  5. belajar motorik halus dengan permaiann melipat kertas. 
Ide nya banyak sekali dan bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di rumah. Anak Senang, (kantong hemat) Ibu lebih senang. 

Saya sangat berharap acara Inspiratif seperti babybash ini akan dibuat rutin setiap beberapa waktu, biar semakin banyak ibu yang terinspirasi untuk membuat mainan sensory sendiri di rumah. Wajar banget dong kalau rasanya saya susah move on dari acara Babybash ini .

Terimakasih ya the Asian Parent ID. kami senang sekali.  
Apalagi dengan goody bag yang bejibun dan sangat berguna! (INI HAPPY BANGET) 

Sampai ketemu lagi di Playdate selanjutnya. 
Anak Happy Ibu lebih Happy. Nanti kita playdate lagi yaaaa 


@noninadia Out! 




Casa The Harsya

Tips & Trik Membeli Rumah Dengan KPR

20.05




Cari rumah kayak cari jodoh.
Kalau diingat-ingat lagi perjalanan kami menemukan Casa the Harsya’s ini lucu banget, udahlah kami keliling mencari rumah yang dijual dari MentengCikiniKemang, Bintaro, BSD, Depok, Bogor, Jagakarsa, ujungnya pencarian berakhir di rumah sebelah orangtua. Literally sebelahan yang temboknya nempel. Mungkin sebagian orang berpikir bencana tinggal deket sama mertua, tapi buat saya sungguh rezeki karena mertua saya masakannya enak jadi saya gak perlu masak. 


Iya Nadia emang anaknya cetek gitu. 


Yang kami temukan adalah rumah second di perumahan lama, jadi tetangga-tetangganya adalah opa dan oma pensiunan. Gak punya tetangga sebaya. Tapi enaknya infrastruktur dan lingkungan sudah “jadi”, seneng banget di depan rumah kami dinaungi pohon mangga yang adem dan kalau lagi berbuah bisa panen dibagikan ke orang sekampung. Jadi memang jodohnya bukan dengan perumahan baru yang dibangun developer.




























Kami membeli rumah dengan KPR dari bank (yakali sini anaknya Bakrie bisa beli rumah 
cash?), jadi melalui postingan ini saya akan sharing bagaimana pengalaman saya mengajukan KPR ke bank untuk membeli rumah yang kami tempati sekarang.
Inti dari pengajuan KPR yang sukses adalah persiapan. Ini hal-hal yang saya persiapkan sebelum mengajukan KPR ke bank:

1.      Cari rumah yang mau dibeli
Udah jelas ya, jadi sedari awal memang kita harus menetapkan rumah mana yang mau dibeli. Untuk rumah dalam kategori ini terbagi dua:
a.      Perumahan baru yang dibangun oleh developer. Ini baik untuk bank dan pembeli sama-sama nggak ribet, karena harga sudah fix ditentukan diawal sesuai dengan harga dari developer. Jadi sejak awal perhitungannya biaya-biaya nya lebih mudah diprediksi.
b.      Rumah second. Nah ini, bank harus melakukan appraisal (survey) dulu terhadap harga rumahnya, biasanya dibandingkan dengan harga pasaran rumah di sekitarnya. Kalau beruntung, bank bisa menaksir lebih tinggi jadi kita bisa bayar DP lebih kecil atau bisa juga bank naksir harga nya kerendahan jadi nombok deh untuk DP nya.

2.      Uang Down Payment (DP)
Mari kita berpelukan dulu karena di sini adalah tahap yang paling berat. Intinya cuma satu: rajin-rajinlah menabung.

Untuk pembiayaan bank hanya bisa memberikan 80% dari harga rumah (untuk pembelian rumah pertama) jadi kita HARUS mempersiapkan 20% + biayanya.
Uang muka ini mutlak harus kita sediakan jika ingin membeli rumah second.

Tapi jangan sedih, saya mulai lihat kok di beberapa iklan rumah dijual ada developer yang memberikan fasilitas DP rumah bisa dicicil setahun misalnya. Ini membantu banget lho.

3.      Biaya-biaya yang timbul
a.      Biaya Appraisal (biaya survey)
Setiap bank menetapkan biaya yangberbeda-beda. CIMB Niaga menetapkan Rp1.000.000 (satu juta rupiah), Panin  Bank Rp600.000, BII Maybank Rp400.000 dan surveynya cepet lagi. Recomended nih!

b.      Biaya Notaris
Pada dasarnya detail dari biaya notaris terbagi dua, biaya untuk akta jual beli antara pembeli dan penjual, dan biaya untuk pengikatan antara bank dan nasabah. Sejak awal harus dipastikan ya dengan penjual, biaya ini mau ditanggung siapa? Pembeli, penjual, atau dibagi 2 sama rata.

Untuk nilai transaksi di bawah Rp1 miliar, pada akhir tahun 2014 (ketika saya memulai cicilan rumah), siapkan saja budget sekitar Rp15.000.000,-
Mudah-mudahan kenaikannya gak terlalu banyak ya tahun ini.

c.       Biaya Pajak Pembeli
Besarannya adalah 5% dari NJOP. Misalnya rumah yang saya beli dalam tagihan PBB-nya tertulis NJOP sebesar Rp300.000.000, jadi pajak yang saya bayakan adalah Rp15.000.000.
Namun ada beberapa notaris yang tidak menyarankan untuk memakai NJOP sebagai pengali pajak, karena khawatir hal ini akan menjadi temuan pemeriksa pajak, karena biasanya nilai jual jauh berbeda dengan nilai NJOP. Biasanya mereka menyarankan untuk memakai plafon bank sebagai pengali pajak. Keputusan tetap di tangan pembeli ya.

d.      Asuransi Jiwa dan Kebakaran.
Ini biasanya bawaan dari bank. Besarannya variatif tergantung plafon yang diberikan, nilai rumah dan umur nasabah. Pada transaksi saya perlindungan asuransi jiwa dan kebakaran untuk nilai rumah di bawah Rp1 miliar selama 15 tahun sebesar kurang lebih Rp15.000.000. Lumayan yaaa :)

e.      Biaya administrasi dan provisi
Biasanya besarannya adalah 2% dari plafon yang diberikan.

Silakan berhitung :)

Dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan:
1.      Identitas pembeli (jika sudah menikah: KTP Suami-istri, Kartu Keluarga).
2.      Surat Keterangan Bekerja. Biasanya KPR akan lebih mudah tembus jika kita sudah bekerja lebih dari 1 tahun di perusahaan tersebut.
3.      Slip Gaji 3 bulan terakhir.
4.      Rekening 3 bulan terakhir. Saya dapat bocoran katanya saldo tidak penting, bank lebih melihat mutasi uang masuk apakah rutin setiap bulan.
5.      Dokumen rumah (copy sertifikat, copy IMB, copy tagihan PBB).
6.      Identitas Penjual.

Tips dari saya untuk yang pertama kali mengajukan KPR: 

1.      BI checking is IMPORTANT, jadi pastikan kita bersih dari tunggakan utang ke bank ya. Coba dicek lagi historical pembayaran kartu kredit, ini sepele tapi nyebelin dan berpotensi bikin KPR nggak approve oleh komite kredit bank.
2.      Bank akan memberikan plafon yang cicilan per bulannya maksimal 30% dari penghasilan. Cicilan lainnya DIPERHITUNGKAN. Jadi, misalnya kita masih punya cicilan lain seperti cicilan mobil, kartu kredit dan lain-lain itu akan mengurangi plafon yang diberikan bank. Jadi beberapa waktu sebelum mulai mengajukan dokumen KPR, saya sibuk membayar lunas kartu kredit saya. Mejret sih rasanya. Tapi demi rumah ya sudahlah. :)
3.      Pastikan rumah yang dibeli surat-suratnya lengkap dan bebas sengketa. Kalo ternyata iya, se-jatuh cinta apapun dengan rumah itu lebih baik tingggalkan saja. Ribet urusannya.
4.      Make every expenses clear. Komunikasi ya sama yang jual rumah, tentukan sejak awal mana biaya-biaya yang menjadi tanggungan pembeli , mana yang jadi tanggungan penjual. Biar enak urusan selanjutnya.
5.      Siapkan mental, ini akan jadi urusan yang melelahkan. Tapi kalau dokumen kita lengkap dan clear harusnya nggak akan ribet dan lama.

Proses pengajuan KPR yang saya jalani sejak dari awal submit dokumen sampai dengan akad kredit memakan waktu kira-kira 2 minggu. Akan lebih cepat jika yang dibeli adalah rumah baru dari developer.

Yuk mari jemput rumah impian. Saya yakin di zaman sekarang beli rumah buat anak muda macam kita gini (muda lo bilang Naad?) bukan hal yang mudah, tapi bisa diupayakan. Semoga segera ditunjukkan jalan untuk mendapat rumah impian.
Ada amin? AMINNNNN!

@noniadia out