Cerita si Bayi Hobi Mandi dan Hobi Dipijat Ibu - #SentuhanPenuhHarapan

02.57


Jika saya ingat-ingat lagi apa yang saya rasakan 3 tahun lalu saat pertama kali Arwen lahir ke dunia, maka formulanya adalah: 10% Bahagia, 10% Excited, sisanya, komponen terbesar perasaan saya saat itu adalah takut. 

Ha? Kok banyakan takutnya sih? Begini ya saat pertama kali menyentuh bayi merah ini, saya menyentuh kulit yang bahkan lebih lembut dari kelopak bunga. Entah bagaimana caranya agar sentuhan saya, sebagai ibu baru yang tidak tau apa-apa ini tidak menyakitinya. 

Tidak ada yang bisa dianggap remeh dan sepele ketika berhubungan dengan ibu dan bayi. Salah satu pengalaman pertama saya belajar jadi ibu sesungguhnya adalah ketika untuk pertama kalinya setelah ibu saya yang saat itu ikut membantu menjaga Arwen kembali ke rumahnya dan saya harus menghadapi saat-saat mendebarkan memandikan Arwen untuk pertama kalinya. 

Sebut nama bos paling galak, sebut ujian mata kuliah paling susah atau saat-saat mendebarkan lain dalam hidup saya, semua senewennya lewat sama perasaan deg-degan nyemplungin bayi merah ke dalam bak mandi! 

Mana saat itu tali pusatnya arwen belum puput.
GUSTI ALLAH! IBUK DEG-DEGAN...

Untungnya saat mendebarkan itu lewat dengan mulus. Setelah beberapa kali saya mulai ahli mandiin bayi, malah saat-saat memandikan Arwen menjadi saat yang saya tunggu setiap harinya. Rasanya gak ternilai banget ketika melihat bayi kecil kegirangan menendang-nendang air. Rasanya bahagia sekali ketika bersentuhan dengan kulit lembutnya.

Lagi-lagi harus saya sampaikan kembali, gak ada yang remeh dan sepele ketika berhubungan dengan ibu dan bayinya. Quality time saat mandi yang saya berikan kepada Arwen di awal-awal masa kehidupannya ternyata sangat membantu Arwen bertahan menghadapi masa neonatal yaitu masa 28 hari pertama dalam hidupnya. Saya baru tau dari infographic ini:



Sebenarnya kalau dipikir lagi, menjadi bayi manusia yang bertahan hidup di dunia ini sungguhlah penuh perjuangan, bagaimana bayi-bayi ini beradaptasi dari lingkungan sebelumnya yang sungguh nyaman penuh perlindungan di dalam rahim ibu, lalu dia harus menghadapi udara luar yang tidak aman, penuh dengan bermacam zat yang harus dilawan oleh antibodinya.

Sebenarnya ibu bisa membantu bayi ‘berjuang” menghadapi hari-hari pertamanya di dunia dengan sesederhana memberikan pijatan, dari yang saya baca, sejauh ini manfaat pijat bayi adalah:

1.     Membantu tumbuh kembang bayi lebih sehat
2.     Membantu bayi mencerna lebih baik, analogi nya seperti orang dewasa kali ya, ketika perut kita kembung pijat membuat kita lebih release dan nyaman.
3.     Membantu bayi tidur lebih nyenyak.
4.     Nah karena bayi tidur lebih nyenyak otomatis tingkat pertumbuhan otak dan sistem imunnya mencapai potensi maksimal.

Selain untuk bayi, sesi pijat ini juga memberikan bonus pembentukan bonding yang semakin kuat antara ibu dan bayi, bonusnya? Keduanya jadi lebih less stress dan happy!

Untungnya Ibuk punya sahabat yang membuat sesi pijat memijat sebelum mandi ini semakin nyaman karena kelembutan dan keharumannya, kayaknya sudah jadi sahabat Ibu-ibu dari saya yang udah jadi ibu-ibu ini masih jadi bayi J, JOHNSON’S® Baby oil is lyfeJ





Sesungguhnya Arwen sangat beruntung dapat melalui fase neonatalnya dengan mulus, karena ternyata berdasarkan data WHO, terdapat sekitar 70.000 bayi di Indonesia yang kehilangan nyawanya sebelum menginjak umur 28 hari dikarenakan sepsis pada kulit bayi. Apa sih Sepsis bayi itu? Jika dijelaskan dengan bahasa sederhana Sepsis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Dan salah satu jenis sepsis adalah yang menyerang bayi pada kulit. Karena kulit bayi saat baru lahir terkadang masih mengandung residu dari ketuban ibu yang masih menempel, nah ini jika tidak dijaga kebersihannya bisa menjadi lahan untuk bakteri berkembang biak dan bisa menyebabkan infeksi.

Ada cara sederhana untuk mencegah bayi baru lahir terkena sepsis, yaitu dengan menjaga kebersihan, memberikan skincare yang sesuai dengan kondisi kulit bayi. Saya kerap menemui ada kasus dimana ibu enggan memakai sabun bayi karena efek “licin” yang ditimbulkan setelah dipakai padahal sudah dibilas berkali-kali. Kesannya tidak bersih. Padahal ya, sabun bayi yang baik itu seharusnya mengandung emolient yang mencegah kulit bayi menjadi kering atau istilahnya Transpidermal Water Loss, dan efek setelah pakainya memang licin seperti itu, artinya ya kelembaban alami kulit tidak hilang, namun tetap bersih menjaga dan melindungi kulit.



Sejak Arwen bayi saya memakai Johnsons baby Top to Toe Wash, sabun yang diformulasikan untuk kulit bayi yang masih sangat lembut, yang hanya 20% tingkat ketebalannya dibandingkan dengan kulit orang dewasa.

Selain itu saya pilih sabun ini karena praktis, bisa jadi sabun sekaligus shampo. Karena ya, ritual mandi itu kadang super heboh jadi sangat memudahkan jika yang dituang ke tangan cukup satu produk aja, jangan sampai kejadian kayak saya shampo dipakai di badan lalu sabun dipakai di rambut. Untung Arwen anaknya tabah, jadi terima-terima aja. Hahahaha.

Efek saya hobi memijat dan mandiin Arwen saat bayi, sampai hari ini anaknya jadi hobi mandi..



Saya yakin, ibu-ibu yang membaca tulisan saya ini adalah ibu-ibu beruntung yang punya akses cukup untuk informasi akan perawatan bayi yang baru lahir, cukup beruntung juga untuk bisa membeli produk-produk perawatan bayi yang sesuai, tapi ketika kita menengok ke angka 70.000 bayi yang kurang beruntung di indonesia yang terkena sepsis dan tidak mencapai usia 28 hari dalam hidupnya, ada ibu-ibu yang kurang beruntung diluar sana yang tidak punya akses akan informasi ataupun yang tidak punya kemampuan untuk merawat dengan produk perawatan bayi yang sesuai.
Apa ya yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka? Sepanjang bulan Juni-Juli ini ada program bagus sekali dimana JOHNSON’S® Baby menggandeng Alfamart dan Save the Children, memberikan para Ibu cara termudah untuk berpartisipasi,yaitu dengan pembelian minimum Rp 25.000,- produk JOHNSON’S® Baby jenis apapun di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, JOHNSON’S® Baby akan mendonasikan Rp 500,- ke Save the Children.
Nah, yayasan Save the Children ini lah yang akan menjadi perpanjangan tangan-tangan ibu-ibu baik hati disini untuk menjangkau bayi-bayi kurang beruntung di seluruh pelosok Indonesia untuk mengedukasi memberikan program perawatan dan memberikan #SentuhanPenuhHarapan agar bayi-bayi ini hidup, tumbuh dan melihat dunia.

Uluran tangan kita, adalah kesempatan hidup mereka J

Untuk informasi lebih lanjut mengenai campaign ini silakan cek akun social media resmi JOHNSON’S® Baby yaitu @Johnsonbaby_id (Instagram) @Johnsonbaby_id (twitter), dan https://www.facebook.com/johnsonBabyIndonesia.

@noninadia Out J

Catatan Kecil di Selasar RS Kanker Dharmais

01.56

Rumah Sakit Kanker Dharmais,
12 Juni 2017

I got my heart broken everytime I steped into this hospital. Untuk hati saya yang cemennya setengah mati ini, semua pemandangan yang ada disini terlalu menyakitkan. 

Di siang hari yang panas, saya bertemu dengan seorang kakek yang ditemani kerabatnya menunggu di selasar bangunan rumah sakit, memeluk erat amplop yang terdapat tulisan “Radiologi- jangan dilipat” dengan tatapan mata kosong.

Dilain hari ketika saya menunggu lift tangan saya tidak sengaja bersentuhan dengan anak kecil berkursi roda, dengan selang-selang infus, berwajah pucat,  berkepala nyaris botak namun masih bisa menegur saya: “halo... “ dengan senyum lebar.

Pernah juga saat menemani teman saya diambil sample darah untuk screening menjadi donor, di bilik pengambilan contoh darah ada anak bayi berumur setahun yang di gendong ibunya, terpaksa dipengangi erat-erat karena tubuh kecilnya berontak ketika jarum suntikan yang tajam menusuk kulitnya, saya masih ingat suara tangis bergema di kepala saya ketika anak itu merintih sambil mengucap..” sakit ibu... sakit...”

Too much pain to handle.

Saya menuliskan postingan ini setelah kembali dari kunjungan saya dari rumah Sakit Kanker Dharmais, beberapa bulan terakhir ini saya menjadi frequent visitor di tempat ini karena papa mertua saya saat ini sedang menjalani perawatan akibat menderita Leukimia. Keadaan beliau semakin hari semakin menurun, saya terlalu awam untuk mengerti istilah-istilah kedokteran yang disebutkan. Tapi semuanya terdengar mengkhawatirkan.

Kami memanggil beliau dengan sebutan Bakas (Bahasa Palembang untuk Kakek, mama Kami panggil Niyay, Sebutan nenek untuk bahasa Palembang), sejak beberapa bulan terakhir, Niyay selalu berada di samping Bakas, mendampinginya, telaten memberikan obat, telaten menyuapi makan dan minum, telaten membersihkan badan Bakas ketika kondisinya semakin lemah. Niyay memberikan saya the high standart of relationship ketika istilah bersama dalam suka dan duka, dalam susah dan senang, dalam sehat dan sakit ternyata bukan sekedar kata-kata.

Kadang ketika melihat keadaan ini saya menjadi takut akan masa depan. Apakah ketika salah satu dari kami sakit, kami akan sekuat seperti ini saling mendampingi. apakah kekuatan dan kesabaran saya cukup jika diumur sepuh nanti saya diberi cobaan penyakit. 



Semua hal yang kami alami saat ini sejujurnya cukup mengguncang mental saya, saya baru menyadari jika dibalik perempuan yang kuat angkat barbel, kuat berdiri satu jam penuh di gerbong kereta yang penuh sesak ini ada jiwa yang sesungguhnya sangat fragile. 

Padahal kalau dipikir lagi, bukan saya yang menjaga Bakas setiap hari, bukan saya yang setiap saat menghadapi orang sakit dan dokter yang vonis-vonis nya sungguh mengecilkan hati. Tapi hari-hari terakhir ini terasa semakin berat terlewati. Mohon kirim doa-doa terbaik untuk Bakas ya teman-teman, semoga di bulan baik ini akan semakin banyak hal-hal baik terjadi. 

Untuk teman-teman diluar sana yang saat ini sedang berjuang, atau mendampingi orang-orang terdekat menghadapi Kanker, hang on there. Saya paham betapa beratnya pertarungan ini untuk kalian. Percayalah, keajaiban selalu ada. 


Amin 
@noninadia 

Klinik Tumbuh kembang Bekasi

Cerita Arwen dan Klinik Tumbuh Kembang

03.12

Saya mulai menyadari sejak beberapa bulan sejak Arwen tidak dititipkan lagi daycare, attachment nya terhadap gadget semakin menjadi. Arwen sukaaaa banget nonton youtube, mulai dari lagu-lagu nursery rhyme sampai dengan cuplikan klip film-film Disney, kalau lagi nonton youtube, dia seperti tenggelam dalam dunia nya sendiri, gak peduli deh sekitarnya mau ada suara ke kencang apapun dia gak bakalan nengok. 

Dosis menonton baik dari youtube maupun televisi di Disney chanel juga menurut saya "berlebih" berhubung anaknya juga masuk fase terrible two, udah jago ngamuk dong, jadi gak bisa tuh ber-negosiasi biar youtube atau nonton tv nya dikurangi. 

Sampai akhirnya kebablasan :(

Bulan lalu saya merasa hal ini sudah red alert, di usia Arwen yang sudah menjelang 3 tahun kok anaknya belum cerewet ya? perbendaharaan kata sih sudah mulai banyak, tapi saya merasa anak ini gak punya urgensi untuk ngomong. awalnya saya menghibur diri, mungkin karena anaknya pendiam kali ya?  sampai saya merasa ada sesuatu yang nggak beres ketika melihat poster ini:
Image taken from Keluargakita.com

Saya notice, dari 9 kategori yang ada di dalam tahap perkembangan bahasa pada anak usia 3 tahun, hanya 2 yang sudah Arwen capai. Kosakata dan meminta Perhatian, sianya mbuh.. 

Sampe sini udah patah hati belom? nah saya info lagi ya tahap perkembangan lainnya: 





Berbekal pedoman ini saya menyimpulkan mungkin Arwen mungkin terkena gejala speech delay, jadi saya mencoba untuk berkonsultasi dengan dokter di Klinik Tumbuh Kembang. 

Awalnya, saya sempat gak terima. karena ketika saya mencari informasi tetang klinik tumbuh kembang kok yang saya temui adalah penangan-penanganan untuk gejala yang serem-serem kayak Autisme, Celebal Palsy, dan 101 kelainan tumbuh kembang yang sebelumnya terlalu ngeri untuk saya pikirkan.  I tought my baby was ok, saya pikir saya tetap bisa jadi ibu rabid yang bangga pamer kepintaran anaknya di sosial media, ternyata jadi ibu gak selamanya cuma tentang cerita bahagia, mungkin karena saya gak melahirkan dengan cara gentle birth (uooopoooo!) Saya masih bersyukur kok saya "ngeh" semoga belum terlambat untuk ditangani.  

Klinik Tumbuh Kembang - RS Hermina Bekasi 
Awal bulan April, saya mendatangi Klinik Tumbuh Kembang di RS Hermina Bekasi, setelah melakukan perjanjian lewat telepon, saya mendapatkan jadwal berkonsultasi dengan dokter seminggu setelahnya. oh iya, dokter yang praktek di Klinik Tumbuh kembang ini adalah dokter Spesialis anak, spesialis rehab medik. Saya bertemu dengan dr. Anita Wijaya SpA

Seperti dugaan saya sebelumnya sesi konsultasi dengan dr. Anita adalah sesi yang menampar saya sebagai orangtua. sedih dan menyesal juga sih dengan keadaan Arwen saat itu, gak merespon salam, tidak ada kontak mata, dan asik dengan dunia nya sendiri. dokter Anita sempat menyimpulkan kalau gejala yg ada pada Arwen bisa saja masuk di spektrum autistik. mendengar kesimpulan ini saya macam disambar geledek. setengah gak terima, setengahnya mengiyakan. 

dr. Anita merekomendasikan untuk Arwen mengikuti terapi sensori Integrasi (SI) sebanyak 20 sesi. Lho/ kenapa nggak terapi Wicara dok, kan yang saya keluhannya speech delay? 

"Karena berbicara pada dasarnya adalah output dari signal yang dikirimkan oleh indera Pengelihatan, peraba, pendengaran dan Vestibular, jadi semuanya itu harus dibenerin dulu pake terapi Sensori, baru bisa kita ajarin dia bicara. kalo langsung diajarin bicara pasti percuma, wong anaknya aja gak fokus.." 

oke, masuk akal. 

Cerita berikutnya, Arwen cuma sempat sekali terapi SI di Klinik Tumbuh kembang RS Hermina. lho kenapa? 
karena nggak kebagian slot jadwal terapi. mungkin karena banyak pasien yang harus ditangani jadi nggak permintaan jadwal dari kami belum ter follow up. ditambah saya ilfeel karena dokternya galak banget.. :( 

Sepulang dari konsultasi ini kami jadi agak kejam, meniadakan semua aktifitas gadged dan screen time Arwen. 

dibawah ini saya share kontak nya ya: 

Klinik Tumbuh Kembang RS Hermina Bekasi 
Jl. Kemakmuran No.39, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17141
telepon : (021) 884-2121 (Siapin sabar yang banyak kalo mau telepon kesini) 
HP Klinik Tumbuh Kembang : 0813-1811-5743 (WA only, kalo telepon gak dijawab) 

Biaya Konsultasi dokter : Rp. 265.000
biaya terapi per sesi : Rp. 120.000,- 

Klinik Tumbuh Kembang Lalita - Ruko Emerald Summarecon Bekasi

Seminggu setelah kedatangan saya di klinik Tumbuh Kembang Hermina Bekasi, saya membuat appoitment untuk konsultasi dengan dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang di Klinik Lalita. saya mencari second opinion dari hasil konsultasi dengan DSA sebelumnya. 

Kami bertemu dengan dr. Bernie Endyarni Medise SPA - Konsultan Tumbuh kembang. kebetulan disaat ketemu dr. Bernie, Arwen sudah seminggu puasa gadget dan nonton TV. gak disangka perkembangan "kesadaran lingkungan sekitar" langsung berkembang pesat. dia sudah mulai membalas sapaan, ada kontak mata dan mulai ngoceh walaupun sedikit-sedikit. 

Setelah dicek dengan diagram ukur Denver, memang ada beberapa indikasi keterlambatan perkambangan bahasa, tapi tidak terlalu parah. "Ini mah sebenernya bisa distimulasi dirumah nggak usah diterapi, tapi biar terarah kita coba terapi wicara disini ya bu, 5 minggu lagi ketemu saya lagi dan kita lihat perkembangannya." 

Untunglah hal yang sesi konsultasi dengan dr. Bernie sungguh membuat hati tenang. selain itu saya lebih sreg terapi rutin di Lalita karena letak kliniknya yang tidak jadi satu dengan RS, biar resiko ketemu anak sakit dan tertular bisa diperkecil. 

Saat ini Arwen sudah 4 minggu berturut-turut ikut sesi terapi di klinik Lalita, perkembangannya cukup pesat, mulai bisa diajak komunikasi dua arah dan mulai cerewet bertanya. walaupun perjalanan masih panjang, saya happy dengan perkembangannya. 

ini info contact Klinik Lalita jika membutuhkan ya: 

Klinik Tumbuh Kembang anak Lalita 
Ruko Emerald no UG 29 - Summarecon Bekasi 
telp : 081316079477 

selain dokter Spesialis anak - konsultan tumbuh kembang, di klinik Lalita juga praktek Psikolog anak. praktek sesuai perjanjian ya. 

biaya konsultasi dokter : Rp. 290.000,-
biaya terapi per sesi: Rp. 200.000,- jika ambil 10 sesi sekaligus diskon menjadi Rp 1.500.000,- 




Minggu depan jadwal Arwen konsul lagi dengan dokter Bernie, saya berharap semoga dengan kemajuan Arwen saat ini terapi wicara nya bisa dilanjutkan dari rumah aja :) 

sekian postingan saya, siapa tau bisa jadi informasi untuk teman-teman yang mencari klinik tumbuh kembang di Bekasi. 

@noninadia out :) 



The Longest 36 Hours

04.21

Sebelum mulai cerita boleh ya saya kasih pesan dulu: 


Sekarang ini pancaroba kayaknya terjadi sepanjang tahun, you can blame to weather at anytime, karena emang jaman sekarang cuaca selalu ngaco, di satu hari bisa panas banget, tiba-tiba hujan deras 5 menit kemudian terik lagi. Gitu aja terus sampe semua virus dan bakteri beranak pinak. Penting banget untuk jaga kondisi badan. please stay healthy karena sakit itu rasanya nggak enak banget :( 

Pertengahan minggu lalu saya baru merasakan bahwa hidup ini rasanya fragile sekali. 

Selasa, 14 Maret 
saya sedang bekerja di kantor, dikabari dari rumah Arwen sesak napas lagi. "tenang aja bu, sudah diuap, anaknya sudah main dan ceria lagi tuh." 

Oke deh, saya pun lanjut bekerja. pulang ke rumah seperti biasa. 

Malam itu entah kenapa Arwen rewel sekali, tidurnya terganggu dan nggak nyenyak, bolak balik mengigau dan gak bisa lepas dari pelukan saya, jadilah malam itu saya bergadang, bangun setiap satu atau dua jam menenangkan Arwen agar bisa tidur nyenyak. 

Rabu, 15 Maret 
Jam 3.30 Pagi, sesak napas datang lagi, saya menyiapkan alat nebulizer, menyiapkan obat yang sudah diracik dokter lalu menguapi Arwen, setelah 10 menit diuap, napasnya kembali lega, tapi tidurnya masih juga belum bisa nyenyak. 

Jam 6.00 Pagi, sesak napas lagi, diuap lagi. 

bolak balik kejadian sesak napas setiap dua jam, total hari itu diuap sampai 6 kali. 

Selepas magrib, sesak napas semakin hebat, muka Arwen merah menahan sesak, badannya panas dan berkeringat, kasihan banget liatnya, tanpa menunggu lagi saya larikan dia ke UGD RS terdekat dari rumah. 

Sampai UGD, karena Arwen sudah berkali-kali diuap dengan nebulizer tetapi nggak mempan, diputuskan pasang infus dan diberikan obat sesak melalui suntikan. 
disaat bersamaan dijalankan juga test darah tepi dan rotgen paru-paru. 

Saat itu kondisi saya panik, riweuh menenangkan anak sesak dan rewel, serta kurang tidur bikin saya nggak cukup alert untuk memahami bahwa kondisi ini gawat. sampai dokter bilang: 

"Bu, anak ibu tidak bisa masuk ruang perawatan biasa harus di ICU" 

"Gimana dok?"

"Pada kondisi anak yang asma yang tidak cepat respon diberikan obat sesak via suntikan ada resiko gagal napas, jadi pasien harus terus menerus dibawah pengawasan tenaga medis. sampai kondisinya stabil" 

Masalahnya kita nggak tau kapan kondisinya akan stabil.

Jangan ditanya apa perasaan dan reaksi saya saat itu.  Untuk pertama kalinya saya hampir menyerah dari tantangan menjadi orangtua yang super berat ini. Saya cuma pingin nangis takut anak saya kenapa-kenapa. asli saya nggak pernah nangis se histeris kemarin dari terakhir saya diputusin pacar jaman SMA. 

ini pun ngetiknya masih sambil berkaca-kaca. 


Lewat tengah malam kami masuk ruang perawatan ICU, badan kecil Arwen yang sudah kelelahan setelah sesak napas, menangis di tusuk jarum infus, menagis risih dipasang selang oksigen, menangis karena dipaksa berbaring di meja rotgen, lantas kembali dibikin menangis karena harus dipasang berbagai kabel alat untuk memonitor gerakan napas, tekanan darah, dan aktifitas jantung. 

Monitor konstan berbunyi disamping tempat tidur dan memberikan alert setiap ada aktifitas tanda vital yang diluar normal. Malam itu monitor bunyi berkali-kali menunjukan aktifitas tarikan napas yang terlalu cepat. kembali lagi bolak balik saya membayangkan resiko gagal napas. nangis lagi. Never been under that GREAT stress. NGGAK MAU LAGI! 
:(

Seolah belum cukup cobaan buat kami malam itu dokter kembali datang dan bilang harus menjalankan satu tes lagi yaitu Analisa Gas Darah, darah yang diambil untuk tes ini tidak bisa dari pembuluh Vena tetapi harus dari Pembuluh Arteri yang letaknya lebih jauh dari permukaan kulit. Proses ambil darah lebih sulit dan lebih sakit. dokter minta bantuan saya untuk menjaga memegangi badan Arwen agar tidak meronta ketika disuntikkan jarum ke pergelangan tangannya. 

Iya saya megangin Arwen, sambil ikutan nangis histeris. 

Malam itu saya nggak tidur sedikitpun, menatap layar monitor sambil terus berdoa, semoga saya masih diberi kesempatan membawa Arwen pulang ke rumah dengan kondisi sehat seperti sediakala. 

Kamis, 16 Maret 
My Arwen is a little fighter, hasil test darah menunjukan tingkat Leukosit yang tinggi sekali sampe 3 kali dari batas normal, paru-paru nya meradang jadi nggak heran kalau dia sangat kesulitan bernapas. 

Kamis siang mulai ada kemajuan, walaupun masih sesak Arwen bernapas teratur, tapi to be safe, dokter belum mengijinkan kami pindah ke ruang perawatan biasa. Satu malam lagi saya habiskan di kamar ICU tanpa tidur dan selalu khawatir setiap melihat layar monitor. 

Jumat, 17 Maret 
Akhirnya setelah 36 jam, pagi harinya dokter mengijinkan Arwen pindah ke kamar perawatan biasa. Saya lega satu per satu selang dan kabel monitor mulai dilepaskan dari badan kecilnya. Sangat-sangat tidak berharap hal kayak gini akan terulang lagi.

Test darah ulang hari ini menunjukkan kondisi yang mulai berangsur membaik. Leukosit sudah kembali ke angka normal yang menunjukkan bahwa infeksi sudah tidak ada. Kondisi fisik pun sudah mulai terlihat baik, napas teratur, nafsu makan mulai kembali datang. 

Karena sudah mulai lincah, sore harinya Arwen  tanpa sengaja bikin infus sambungan infus bengkok dan harus dicopot. setelah dokter visit diputuskan pengobatan bisa dilanjutkan dengan obat minum dan bisa pulang malam itu juga! aaaaaa.. senang sekali. 

Kalo diingat-ingat lagi rasanya "nyes" banget, betapa hidup ini ringkih sekali, nggak terbayang jika kami terlambat memberi Arwen pertolongan medis dan terjadi hal buruk. Amit-amit *ketok kayu* 

Dari sini saya sadar banget kalo saya bukan ibu yang cukup kuat untuk menghadapi hal-hal semacam ini. gak kebayang rasanya menjadi ibu dari anak-anak yang mengidap penyakit cukup berat yang sifatnya jangka panjang. 
Semoga Tuhan berkati terus ibu-ibu hebat seperti kalian ya, amin. Saya dicoba segini aja nangis nya udah kaya apa. 

Doakan Arwen sehat terus ya. Ibuk zombie out bobok dulu :) 


@Noninadia 




I Survived Trail Run!

05.49

Saya mulai rutin berolahraga sejak tahun 2012, sempat on-off karena hamil dan melahirkan (yang lama banget itu ☺) sejak awal saya sudah tau kalau saya benci lari, karena lari itu membosankan, jika nggak terpaksa seperti dikejar zombie atau mengejar gerbong kereta yang nyaris tertutup rasanya saya nggak mau lari. Engap sis.


Sejak beberapa tahun lalu teman-teman se-perolahragaan saya sibuk ikut race dan lomba lari yang sedang nge trend belakangan ini. saya bergeming. tidak sekalipun saya daftar dan ikut meramaikan race yang katanya seru itu. Ngapain sih disuruh lari sambil liatin jalanan yang sama aja saya lalui setiap hari lantas disuruh bayar pula. Nggak deh, terimakasih 

Lalu di tahun 2017 ini, yang baru sampai bulan februari saya sudah ikut 2 kali trail run!
hahahahaha ternyata memang ada masanya saya harus ketulah omongan sendiri. tenang aja saya masih benci lari. saya masih sebel dengan rasa sesak napas dan "engap" yang saya rasakan ketika berlari dalam jarak jauh, tapi TRAIL RUN INI SERU SEKALI! 

Tahura Trail Running Race  2017 


Entah ada angin apa ketika muncul woro-woro pengumuman Trail Run Tahura di grup whatsap, saya langsung sigap daftar. untuk trail run 10K. 

Nggak ngerti lagi sih apa yang ada di kepala saya ketika daftar ini. saya kan benci lari. NGGAK PERNAH lari, dan GAK PERNAH LATIHAN lari, tapi nekad daftar trail run 10K. 
jangan dicontoh ya. 

Motivasi saat itu ya, seru-seruan aja piknik bareng geng MBC. Beneran piknik hore dengan membooking 1 gerbong kereta Argo Parahyangan dan Mengokupansi 1 hotel di Dago Pakar. oh jangan lupa gaya hidup hedon layaknya rombongan isteri menteri sedang plesir ke Yurop ya, RESTORAN DITUTUP KHUSUS TAMU IBU INTAN :) 


Race berlangsung minggu pagi, 22 Januari 2017. saya sih nggak semangat dan kurang tidur malam sebelumnya, tapi untuk kepentingan foto harus dong keluarin tampang ceria. karena pada dasarnya niat olah raga adalah nomor dua, niat pamer adalah yang utama :) 


Kilometer pertama diisi pendakian yang bikin saya mengumpat dan mengutuki diri sendiri. entah apa maksudnya ada tanjakan yang kemiringan 45 derajat yang dipanjat naik mobil aja susah, lah ini harus ditempuh dengan berlari, dengan dua kaki yang mirip sumpit ini. ampun Gusti. 

Kilometer kedua, saya masih gengsi menurunkan pace berlari. harus bareng dong sama temen-temen saya yang jagoan neon, otot kawat tulang besi. hasilnya: Modyar! 

Kilometer ketiga, eh kok setelah nanjak pemandangannya cantik amat. yaudah saya foto-foto dulu aja lah. 


Kilometer keempat. saya mampir ke warung,  jajan es kelapa. bagus nggak pesen gojek. 

Kilometer sisanya penuh dengan sumpah serapah, kalo nggak ada niat pamer foto di garis finis, rasanya pingin balik ke hotel aja. sumpah. saya benci banget lari nggak kelar-kelar ini. 
mana di kilometer 7 atau 8 saya lupa saya sempet kepeleset masuk kubangan lumpur, ditambah celana legging kesayangan saya ini kesangkut ranting dan sobek. asli KZL. 
Gini nih kalo mental prinses ikut trail run, tolong jangan dijadikan contoh ya, nggak mewakili semangat runner banget yang pantang mengeluh sampai garis finish. 

Tetapi yang namanya usaha memang pantang menghianati, rasanya walaupun udah capek banget, tetep mengharu biru ketika lihat garis finish. Ibuk satu ini cetek banget saluran air matanya, sempet pengen nangis terharu ketika berhasil melewati garis finish tapi gengsi melihat runner-runner lain lagi duduk-duduk santai tetap kece keliatan gak keringetan.. memang kasta itu benar adanya, di urutan kasta runner, mungkin saya masuknya di Kasta Sudra. 




10 KM finishnya berapa lama? 3 jam aja :)

Liat deh itu sepatu udah gak ada bentuknya. Kapok nggak? Surprisingly enggak! setelah melewati garis finis mungkin saya mabuk endorphin, jadi rasanya bahagiaaaa banget. Paru-paru saya juga rasanya berterimakasih sudah dijejali oksigen murni dari rindang nya pohon-pohon di Taman Hutan Raya ini. 

Menurut saya yang gak suka lari, Trail run Tahura ini salah satu event lari yang worth to try banget. jadi taun depan rasanya saya mau ikut lagi karena petualangan tidak berhenti disini...

Mud Warrior 2017
Semacam hidupnya masih kurang tantangan, sebulan kemudian saya ikut Mud Warrior Race 2017. ngapain sih ini? intinya sih jualannya teman-teman saya yang jagoan neon itu race ini "cuma" 5KM trail run ditambah dengan melewati 15 Obstacles yang disediakan. 
semacam nggak belajar dari pengalaman hidup, saya gagah berani kembali daftar dan kemudian kembali menyesal. kayaknya emang musti di rukiyah nih si ibuk. 

Sabtu pagi, 18 Februari selepas subuh kami berangkat ke Taman Budaya - Sentul, dari Bekasi yang sungguh merepotkan suami yang masih ngantuk-ngantuk disuruh nyetir. 

Sampai di venue acara euphoria nya menyenangkan sekali, ternyata event ini banyak diikuti oleh komunitas-komunitas olahraga yang saling saingan keliatan kece menyemangati satu sama lain. apalagi si butkem mas bule berserta dayang-dayangnya yekan 



Harus saya akui ini adalah race paling seru yang saya ikuti, track nya menyenangkan, lewatin jalan beraspal, jalan tanah, ladang ganja daun singkong, sungai, perosotan kolam lumpur aaaaaakhh pokoknya jiwa anak kecil dalam diri saya tuh bahagia banget dikasih atraksi kayak gini. rasanya kembali jadi anak bocah yang seneng banget diajak mandi hujan dan main becek-becekan.

Walaupun.. setiap selesai lewatin sato obstacle lantas sibuk cari tissue basah buat bersihin muka.




oh iya, melalui postingan ini saya sebagai runner level kura-kura mengucapkan terimakasih kepada teman-teman saya, walaupun udah jago bisa finish cepet rela mengorbankan personal best timing mereka supaya kami bisa main perosotan lumpur bareng dan finish bareng. Love banget!

Setelah mengikuti 2 trail run ini saya tetap benci lari. tapi kalau diajakin race yang modelan begini gak akan nolak. hahaha I love the fun. 

Terimakasih ya Tahura dan Mud Warrior. sampai jumpa tahun depan!

@noninadia out.


Valentine Day Trivia Love Story

21.22


Besok valentine day! 

Nggak ada beda nya sih dengan hari-hari lainnya, kan seperti banyak orang klise bilang; sayang-sayangan nggak cuma pas valentine day. apalagi akhir-akhir ini isu-isu lagi sensitif banget kayak pantat bayi kena diaper rash, salah ngomong sedikit aja bisa diteriakin tapir, apalagi ngucapin selamat valentine. ye kan? 

tapi selamat hari Valentine ya gaes.. 
ehe 
ehe 

So, seperti banyak trivia yang beredar di path beberapa waktu lalu. ada beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pasangan yang harus dijawab. anggap saja ini seperti me-refresh cinta dari kebosanan hidup sehari-hari dalam berumah tangga ya. Karena kalau sedang sibuk dengan anak pingin kencan berduaan, tapi pas kencan berduaan pingin cepat pulang karena ingat anak. who's with me? 

Valentine Love Story 


1. Anniversary? 

18 Mei
Menikah Tahun 2013, melahirkan anak pertama di tahun 2014. saya pernah cerita betapa sakral nya tanggal 18 mei buat saya di postingan ini


2. First Date 


Sushi Tei PS, Oktober 2012! 

Selesai makan mampir di Duta Suara (jir, masih ada nggak tuh sekarang?) lalu ngajakin beli ini..

Seharusnya, aku sadar sejak awal kalau bibit gasrek sudah muncul.. menyesal tak pernah di awal..





lalu modus ngajak survey bareng untuk anak-anak CAC ini dihitung nggak? 


3. How did you first met? 
15 Juli 2012
Coin collecting day ke 15!

4. What is your song together? 
Stevie Wonder - You Are the Sunshine of my life.


We both are old soul.. 

5. Do you Remember the First Movie? 
nonton rame-rame : The Thieves (Korean Movie)
nonton berduaan :A Separation (Iranian Movie) 


Emang agak ajaib dan anti mainstream ya dua bocah ini. PDKT tapi nonton film tentang perceraian. entah mau dibawa kemana hubungan ini.. 

6. First road trip together? 
Agung Harsya benci menyetir mobil, jadi road trip kayaknya susah kejadian di hubungan ini, but we both love traveling, so, pertanyaan ini akan saya modifikasi jadi first trip together: 

Bangkok - Chiangmai Desember 2012. 
oh look that happy face ..perjalanan ini berkesan sekali sampai ditulis disini: 
https://gawehawe.wordpress.com/2012/12/18/chiang-mai-desember-2012/



7. Do you have Kids? 
yes.. Arwen Ayodhya Harsya, the centre of our universe.. 





8. Which one of you is older? 
Bapak Agung Harsya yang angkatan kuliahnya aja masih pake angka 9. 
hehehehehe.

9. Who was interested first?
Agung Harsya! he followed me first on twitter.. 

10. More sensitive? 
Me! 

11. Worst temper? 
Agung Harsya when his driving! super deh pokoknya.. 

12. Who is funniest? 
Kayaknya aku.. karen kalo babeh nge-joke banyakan garingnya. iya. 

13. More social? 
hmmm... Me. 
babeh is an akward duckie.. kalo nggak dicolek gak bakal ngajak ngobrol duluan.

14. More Stubborn?
SCORPIO ONE. 
no compromising.. lelah hamba. 

15. Wakes up first? 
Me, even Im not a morning person. Agung Harsya kebanyakan begadang nonton bola.

16. Has bigger Family? 
Moy! 

17. Eat the most?
Nadia si perut sembilan naga.. apalagi pas hamil.. gusti *tutp muka*

18. Hold the remote?
Agung Harsya 

19. Better cook? 
Me..
honest answer: mama

20. More Romantic?
Menurut kamu siapa? 


That's why Im married a writer ;) 


Agung Harsya, sudah jadi Ahokers before it was cool .. 





“In a world full of temporary things
you are my perpetual feeling.” ― Sanober Khan


Living with Scoliosis

23.56


Saya adalah penderita skoliosis. 


Skoliosis adalah melengkungnya tulang belakang ke arah samping, seolah-olah membentuk huruf "S" atau "C". tidak seperti kondisi tulang belakang normal yang lurus vertikal. 

Menurut Scoliosis Research Society, lebih dari 80 persen kasus skoliosis merupakan jenis idiopatik yang artinya tidak diketahui penyebab pastinya. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang sering didiagnosis selama tujuh tahun pertama kehidupan pada anak-anak. Adapun penyebab umum  yang berhasil diketahui yaitu cacat lahir, kelainan neurologis, dan masalah genetik.

Dalam kasus saya, kesadaran terhadap skoliosis datang terlambat. saya baru menyadari kalau tulang belakang saya tidak lurus dan tulang belikat saya menonjol sebelah setelah melewati usia 20 tahun. sejak saat itu saya mengeluh sering pegal di bahu dan sepanjang punggung. setiap bangun pagi rasanya menderita sekali tidak jarang sampai terasa kram. 

Saat itu saya dirujuk untuk melakukan pemeriksaan rotgen tulang belakang oleh dokter. diketahui tulang belakang saya punya kecenderungan miring ke arah kiri saat itu sebesar 26 derajat. pemeriksaan saya lakukan terakhir sebelum menikah.  

Saya merasa aktifitas setelah menikah, hamil dan menyusui sedikit banyak juga akan mempengaruhi derajat kemiringan skoliosis yang saya derita. jadi memang tahun ini saya harus merencanakan pemeriksaan terbaru untuk kondisi skoliosis saya. doakan ya mudah-mudahan gak nambah derajat kemiringannya. 

Melalui postingan blog ini saya ingin berbagi bagaimana saya menjalani hari-hari saya dengan skoliosis walaupun tidak parah, tapi sejujurnya ini mengganggu. Di beberapa kasus skoliosis disarankan oleh dokter untuk memakai braces atau penyangga agar kemiringan tulang tidak bertambah. biasanya ini terjadi pada kasus yang derajat kemiringannya sudah tinggi (diatas 45 derajat) atau skoliosis yg terdeteksi ketika anak belum memasuki usia puber. pada kasus saya tidak. 

Apa sih yang saya lakukan selama kurang lebih 10 tahun terakhir ini untuk mengurangi nyeri akibat skoliosis? 

1. Olahraga 
Olahraga melatih postur saya untuk tetap benar dan lentur. Saya mencoba berbagai macam olahraga dari berenang, yoga, lari sampai dengan coss training. semua dilakukan sesuai dengan kemampuan dan kondisi fisik saya. kadang-kadang sedih sih, ada teman saya yang baru mulai olahraga tapi lebih jago  dan menguasai gerakan nya, gak kayak saya yang sampe gini hari plank lurus aja susah banget dan butuh banyak usaha. 

oh iya, saya juga berharap olahraga yang rutin saya lakukan juga membantu untuk menghindari osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang datang lebih dini. 

2. Beli matras yang supportif dengan kondisi tulang belakang. 
IT DOES REALLY HELP. karena sejak pakai matras yg support tulang belakang, setiap pagi saya nggak terlalu menderita pegal lagi. 

3. Konsumsi Kalsium dan Vitamin D untuk kepadatan tulang 
nggak cuma dari suplemen, tapi dari makanan bergizi yang saya konsumsi. semakin kesini jaga makan semakin penuh tantangan ya. hahahaha harus tetap semangat untuk hidup yang lebih sehat! 


Dibawah ini saya sertakan link untuk dijadikan referensi jika  teman-teman yang punya masalah tulang belakang ingin melakukan home excercise yang sederhana dan bisa banget dipraktekan di rumah. silakan: 



Untuk teman-teman diluar sana yang sama-sama menderita skolosis, jangan patah semangat ya. kita juga bisa kok punya kualitas hidup dan kesehatan yang sama dengan orang-orang yg postur tubuhnya normal. dalam beberapa waktu saya juga pernah terkena serangan nggak PD karena postur tubuh saya yang lebih miring ke satu sisi dan terlihat tidak proporsional, tapi nggak ada hal di dunia ini yang nggak bisa diusahakan. mungkin juga skoliosis ini adalah pengingat agar saya don't take this healthy body for grated. 

Berbagi cerita yuk! supaya kita makin semangat sama-sama sehat. 



@noninadia out.